Kades Cemba Klarifikasi Video Viral Terkait Netralitas Pilkada Enrekang 

Jumat, 4 Oktober 2024 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Enrekang, MNP – Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Enrekang tahun 2024 memasuki tahapan kampanye.

Seluruh aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, Kepala Desa, Aparatur Desa Pegawai BUMN, BUMD dituntut netral. Ancamannya tidak main-main, karena jika terbukti maka diganjar pidana.

Beredarnya video viral di media sosial berdurasi kurang lebih satu menit melalui akun Facebook Anwar Lote yang dinilai bahwa Kepala Desa Cemba kecamatan Enrekang tidak netral.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tentunya, hal ini menjadi perbincangan dan perdebatan yang hebat di tengah tengah masyarakat dalam menyikapi tersebut.

Kepala Desa Cemba, Jumadil yang dihubungi oleh wartawan menjelaskan bahwa durasi video beredar tersebut sangat tidak fair dan sangat naif yang mendzolimi.

“Sebab kita diskusi lepas dengan masyarakat terkait ketiga pasang calon tersebut kurang lebih 3 jam tetapi video yang diambil hanya kurang lebih 1 menit kan tidak masuk akal pak, coba diambil video dari awal sampai akhir itu baru per,” ucap Jumadil.

Dirinya mengaku menjelaskan kepada masyarakat terkait tageline dari masing masing calon, mulai dari nomor urut 1 dengan emas berkelanjutan bahwa masa pemerintahan Muslim Bando (MB) bagus.

Tentunya lanjut Jumadil, yang namanya pemerintahan itu mempunyai kelebihan dan kekurangan tetapi beliau MB juga mempunyai kelebihan 10 tahun pemerintahannya dengan tageline “Emas” Enrekang aman dan sejahtera.

“Alhamdulillah keamanan dan kita mungkin semua paham bahwa Enrekang adalah Kabupaten yang paling aman dan kesejahteraan sedikit meningkat apalagi program PIP ini sangat dirasakan masyarakat,” jelas Jumadil.

Demikian pula Jumadil jelaskan kepada masyarakat dari Pasangan no urut 2 yang pada saat dirinya sedang menjelaskan pasangan yang membawa jargon atau slogan Perubahan Enrekang sejahtera.

Maka disitulah dijelaskan Jumadil bahwa Pemerintahan sebelumnya yang dipimpin Muslimin Bando yang menurut penilaian pasangan nomor urut 2  bahwa pada saat sekarang banyak pengangguran, kota mati, sektor Kesehatan tidak maksimal.

“Sehingga menurut Paslon No urut 2 ini memerlukan Perubahan dengan tagline Enrekang sejahtera,” beber Jumadil.

Menurut Jumadil, tidak ada sama sekali maksudnya untuk mengucilkan seseorang, karena pihaknya hanya membahas masalah slogan perubahan dari Paslon itu yang kita jelaskan.

Kepala Desa Cemba ini juga mengatakan bahwa dirinya juga memaparkan pasangan nomor urut 3 itu kepada masyarakat bahwa pasangan tersebut bagus yang satunya berlatar belakang pengusaha dan wakilnya dari Militer.

Sehingga menurut Jumadil, pasangan nomor urut 3 adalah pasangan yang sangat romantis sehingga satu bisa mencari anggaran untuk dibawa ke Enrekang dan satunya lagi bisa menertibkan ASN pegawai pegawai yang ada, itu yang dijelaskan kemarin.

Jumadil hanya menjelaskan kepada masyarakat mengenai ketiga pasang calon tersebut jangan memilih pemimpin yang kita tidak faham, sama halnya dengan kita membeli kucing dalam karung.

Menurut Jumadil, itu adalah tugasnya sebagai unsur pemerintah untuk menjelaskan kepada Masyarakat dan yang salah ketika dirinya hanya menjelaskan hanya satu Paslon saja, tetapi pada saat itu Jumadil menjelaskan satu persatu mulai dari Paslon nomor 1 bagus,nomor 2 bagus dan nomor 3 bagus.

“Saya sudah memberikan pemahaman kepada masyarakat terhadap semua pasangan calon dan kembali kepada Masyarakat terserah pilih yang mana,” tutup Jumadil.

Loading

Penulis : Mat

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Polemik Pembangunan Tower Telekomunikasi di Karikil, Warga Pertanyakan Perizinan dan Kepatuhan Hukum
Diduga Belum Lengkap Izin, Proyek Tower Telekomunikasi di Cisalam Kembali Disorot
PSU Soroti Polemik TNI dan Begal, Minta Negara Perkuat Sistem Keamanan Terpadu
Kapolres Bartim Pimpin Penyembelihan dan Pembagian Hewan Kurban
Polisi Ungkap Kasus Pencurian Rumah di Candipuro, Dua Pelaku Ditangkap, Satu Berstatus Pelajar
Penuhi Syarat Klaim, BPJS Ketenagakerjaan Nias Salurkan Manfaat Rp31 Miliar
Syarat Dipenuhi, Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tidak Ada Kendala
Tipikor Polres Bartim Usut Dugaan Proyek Fiktif Desa Pangkan, Sejumlah Pejabat dan Pengawas Mulai Dipanggil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:23 WIB

Polemik Pembangunan Tower Telekomunikasi di Karikil, Warga Pertanyakan Perizinan dan Kepatuhan Hukum

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:11 WIB

Diduga Belum Lengkap Izin, Proyek Tower Telekomunikasi di Cisalam Kembali Disorot

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:58 WIB

PSU Soroti Polemik TNI dan Begal, Minta Negara Perkuat Sistem Keamanan Terpadu

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:48 WIB

Kapolres Bartim Pimpin Penyembelihan dan Pembagian Hewan Kurban

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:48 WIB

Polisi Ungkap Kasus Pencurian Rumah di Candipuro, Dua Pelaku Ditangkap, Satu Berstatus Pelajar

Berita Terbaru

Barito Timur

Kapolres Bartim Pimpin Penyembelihan dan Pembagian Hewan Kurban

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:48 WIB