Di Tasikmalaya, Aliansi Warga Pribumi Tolak Pembangunan Rumah Duka

Senin, 30 September 2024 - 14:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Pembangunan Rumah Duka yang dibangun RS TMC yang berada Jl.KH Lukmanul Hakim diatas tanah 1260 m² dengan luas bangunan 924,60 m² menjadi polemik.

Pasalnya, pembangunan yang kini sedang berjalan tersebut mendapatkan aksi penolakan dari warga sekitar Kel. Tuguraja, Kec. Cihideung, Kota Tasikmalaya.

Sebagai bukti penolakan, ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Warga Pribumi melakukan aksi silaturahmi dengan cara mendatangi lokasi pembangunan rumah duka, Senin (30/09/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga menuntut transparansi terkait dengan perijinan karena dalam pembangunan terkait rumah duka sempat terjadi penolakan dari warga pada tahun 2019 lalu.

Tapi anehnya, seiring waktu berjalan pembangunan tersebut kembali dilaksanakan tanpa ada sosialisasi lagi kepada masyarakat sekitar.

“Aksi ini adalah untuk silaturahmi sekaligus pingin mengetahui ijin pembangunan rumah duka ini, karena sebagian warga tidak mengetahui masalah pembangunan ini,” tutur Devi selaku Koordinator aksi kepada MNP.

Disinggung dengan sosialisasi yang dilaksanakan sebelum pembangunan, Devi menegaskan bahwa sosialisasi dilakukan kepada warga yang lain.

“Terkait sosialisasi katanya ada ke warga lain atau orang orang tertentu, jadi kebanyakan di sini warga tidak mengetahui,” jelasnya.

Atas nama warga, Devi mempertanyakan terkait ijin dan menuntut pemberhentian sementara atas pembangunan rumah duka, sebelum pengkajian atas ijin ijin pembangunan.

“Adapun jika pembangunan kembali berjalan, akses keluar masuk pintu di belakang (Jl.Lukmanul Hakim) supaya ditutup, jadi hanya menggunakan akses jalan dari Jl. Hz Mustofa,” tegas Devi.

Sementara, Asep salah seorang warga dalam orasinya menyebut, bahwa pihak RS TMC tidak transparan dalam pembangunan Rumah Duka.

Salah satunya tidak di pasangnya spanduk pembangunan, padahal pembangunan ini bergesekan dengan masalah keyakinan masyarakat.

“Ini TMC yang bergesekan dengan segi kepercayaan keyakinan dan sangat sensitif tidak ada pemberitahuan sama sekali, tidak ada sepanduk di sini sedang dibuat rumah duka, ada apa itu, terus terang saja ada apa ini?,” cetus Asep.

Harusnya terang dia, RS TMC datang ke masyarakat dengan memperlihatkan ijin, karena dasar dari membuat ijin itu adalah ijin dari warga samping kiri, kanan, depan dan belakang.

“Tapi kenyataannya ke kita yang paling dekat tidak ada sosialisasi untuk pembuatan rumah duka ini, dan ini sangat disayangkan,” ungkapnya.

Asep menyinggung pihak TMC dalam pertemuan di kelurahan berkomitmen akan memberhentikan (pembangunan, red), tapi kenyataannya tetap membangun.

Asep juga menyindir bahkan dia mempertanyakan sebagian tokoh masyarakat yang tadinya menolak pembangunan, kini seolah olah diam.

“Mana TMC yang saya datangi, yang saya kumpulkan di kelurahan komitmen akan memberhentikan ternyata tetap membangun, itu sama seolah olah menantang warga pribumi di sini, warga kami seolah olah tidak di hargai,” kata Asep.

Mestinya lanjut dia, tokoh tokoh masyarakat harus sosialisasi ke warga terkait pembangunan rumah duka ini dengan toleransi beragama dan menanyakan setuju tidaknya?

“Nah kita juga enak, tapi ini setiap rapat dengan tokoh tokoh atau dengan siapapun selalu tolak rumah duka tapi kenyataannya sekarang masyarakat bergerak untuk menolak mereka pada diam, ada apa ini?,” tutup Asep.

Dalam aksi tersebut pihak RS TMC sendiri memberikan berkas terkait dengan perijinan yang akan dikaji oleh Aliansi Warga Pribumi.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Evakuasi Beres 30 Menit! Pohon Tumbang Tutup Jalur Nasional Bandung–Garut
Garut Utara Harga Mati! Perjuangan Nyata Kunci Lahirnya Daerah Otonomi Baru
Dampak Kemarau Panjang, Ratusan Hektar Lahan Kering di Pemalang Terbakar
Kanwil Ditjenpas DK Jakarta Perkuat Manajemen Komunikasi Krisis Pemasyarakatan Terintegrasi
Gandeng Pihak Swasta, DLH Pemalang Atasi Krisis Sampah
Marak Pengamen dan Pengemis, Satpol PP Pemalang Turun Tangan Beri Pengarahan
Tangkap Pembobol Rumah di Kalianda, Polisi Ungkap Dua Kasus Curanmor Sekaligus
Wujud Sedekah Jariyah, Keluarga Almarhum Azis Riyono Wakafkan Al-Qur’an di Tiga Masjid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:02 WIB

Evakuasi Beres 30 Menit! Pohon Tumbang Tutup Jalur Nasional Bandung–Garut

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:10 WIB

Garut Utara Harga Mati! Perjuangan Nyata Kunci Lahirnya Daerah Otonomi Baru

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:00 WIB

Dampak Kemarau Panjang, Ratusan Hektar Lahan Kering di Pemalang Terbakar

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:48 WIB

Kanwil Ditjenpas DK Jakarta Perkuat Manajemen Komunikasi Krisis Pemasyarakatan Terintegrasi

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:28 WIB

Gandeng Pihak Swasta, DLH Pemalang Atasi Krisis Sampah

Berita Terbaru

Berita terbaru

Gandeng Pihak Swasta, DLH Pemalang Atasi Krisis Sampah

Kamis, 16 Jul 2026 - 13:28 WIB