Bank BJB dan BWS Cabang Tasikmalaya Dinilai Tidak Kooperatif Tangani Potongan Uang Debitur

Rabu, 18 September 2024 - 13:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Permasalahan potongan uang para pensiunan PNS yang menjadi debitur Bank BJB dan Bank Woori Saudara (BWS) belum menemukan titik terang. Padahal persoalan ini sudah digelar audien dengan DPRD fan OJK Tasikmalaya.

LBH Pendekar Kawah Galunggung Indonesia yang menjadi pendamping hukum para pensiunan PNS ini menyebut, pihak manajemen Bank BJB dan BWS terkesan membiarkan masalah ini.

Ketua LBH Pendekar Kawah Galunggung Indonesia Toni Hartoni mengatakan, seharusnya saat ini sudah deal dengan kesepakatan tempo hari saat audiensi di gedung Banggar DPRD Kota Tasikmalaya.

“Ya, tapi kenyataannya Perbankan tersebut dalam kenyataannya tidak koperatif dan terkesan mempermainkan aturan yang sudah dibuat bersama,” jelasnya, Selasa (17/09/2024).

Menurut Toni Hartoni, terkadang mempermainkan aturan yang mereka buat dan terkesan mengada-ngada dengan alasan alibi masalah ini aturan ranah sistem perbankan.

Padahal beberapa kali pihak LBH Pendekar Kawah Galunggung Indonesia untuk datang ke kantor Perbankan tersebut, tapi tidak dihadiri pimpinan cabang dan terus didelegasikan ke orang itu itu saja.

“Kami menarik kesimpulan, pihak manajemen Bank BJB dan BWS tidak koperatif dalam menyelesaikan masalah ini akan seperti apa? padahal segala kebijakan ada di pimpinan cabang,” cetus Toni Hartoni.

Hal senada dikatakan Hj.Sri salah satu koordinator perwakilan pensiunan. Dirinya beliau berkeluh kesah dengan umur yang sudah tua dan tidak punya keinginan muluk muluk kepada kedua perbankan tersebut.

“Kami hanya ingin berikan hal hal lami sesuai porsinya masing masing, jangan permainkan seenaknya oleh aturan sistem yang anda buat,” keluhnya dengan muka sedih.

Sebagai informasi, Ketua LBH Pendekar Kawah Galunggung Indonesia telah memberikan surat resmi ke pihak OJK dan kedua perbankan dengan memberikan deadline waktu batas untuk segera diselesaikan masalah ini dalam waktu tiga hari pasca berita ini diturunkan.

Loading

Penulis : Yudi Hernadi

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Stadion Wiradadaha Tak Layak, Tasikmalaya Batal Jadi Tuan Rumah Liga Suratin Jawa Barat 2026
Ikhtiar Hadapi Kemarau, Satgas TMMD dan Warga Parungponteng Siapkan Shalat Istisqa
JANGAN BIASAKAN PLT! Mantan Ketua DPRD Tampar Bupati: Segera Anggarkan Pilkades, Jangan Langgar Aturan
Patroli Dini Hari, Polisi Amankan Dua Terduga Pelaku Pembawa Senjata Tajam
Razia Tempat Hiburan Malam di Garut, Petugas Amankan 2 Orang Positif Narkoba dan Puluhan Botol Miras
Momen Nostalgia Ummi Emil: Reuni Hangat dengan Kader Sukalaksana di Grand Final Duta GenRe
Rakorda PMII Jabar Perkuat Konsolidasi Gerakan KOPRI, Mengawal Isu Perempuan
Sedot Ratusan Peserta, Ini Dia 20 Finalis Terbaik Duta Genre Kota Tasikmalaya 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 20:12 WIB

Stadion Wiradadaha Tak Layak, Tasikmalaya Batal Jadi Tuan Rumah Liga Suratin Jawa Barat 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Ikhtiar Hadapi Kemarau, Satgas TMMD dan Warga Parungponteng Siapkan Shalat Istisqa

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:28 WIB

JANGAN BIASAKAN PLT! Mantan Ketua DPRD Tampar Bupati: Segera Anggarkan Pilkades, Jangan Langgar Aturan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Patroli Dini Hari, Polisi Amankan Dua Terduga Pelaku Pembawa Senjata Tajam

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Razia Tempat Hiburan Malam di Garut, Petugas Amankan 2 Orang Positif Narkoba dan Puluhan Botol Miras

Berita Terbaru