Tasikmalaya, MNP – Warga Kampung Bebedilan Kota Tasikmalaya mengaku geram terhadap proyek asal asalan dari kontraktor.
Pasalnya, belum satu tahun dibangun, saluran drainase yang sudah dibangun kini rusak. Masyarakat menuding kontraktor hanya menghamburkan uang negara.
Lantaran itu, warga RW 13 dan 16 Kampung Bebedilan melakukan aksi gotong royong memperbaiki drainase yang rusak, Jumat (13/09/2024).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perbaikan ini dilakukan oleh masyarakat setempat sebagai inisiatif pentingnya akses jalan tersebut sekaligus menyindir para kontraktor yang dinilai tak becus melakukan pekerjaan drainase.
Menurut keterangan Bandi selaku RT setempat, saluran drainase yang rusak tersebut baru dibangun kurang dari satu tahun dengan anggaran pemerintah.
“Sangat disayangkan, jalan ini belum setahun dibangun tapi sudah rusak parah hingga ambruk,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (13/09/2024).
Kondisi jalan ini dianggap menghambat aktivitas warga, karena jalan tersebut merupakan satu-satunya akses keluar masuk dua kampung yaitu Gunung Koneng dan Bebedilan, yang mencakup RW 13 dan RW 16.
Warga masyarakat Gunung Koneng dan Bebedilan mengambil inisiatif untuk melakukan perbaikan secara swadaya dengan cara iuran seikhlasnya.
Dedi juga selaku warga setempat turut mengapresiasi adanya kerja sama warga setempat.
“Semoga pemerintah atau dinas terkait lebih cermat dalam memilih pihak ketiga dalam pengerjaan proyek, agar tidak asal-asalan,” ujarnya
Warga masyarakat berharap agar pemerintah dapat segera turun tangan untuk memberikan solusi, guna memastikan keamanan dan kenyamanan akses bagi seluruh warga.
![]()
Penulis : DHS
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan