PT Panjunan Disegel Satpol PP Kota Tasikmalaya, Ini Kasusnya!!

Senin, 19 Agustus 2024 - 16:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – PT. Panjunan salah satu distributor makanan, minuman terbesar di kota Tasikmalaya di geruduk empat elemen Ormas / LSM diantaranya Solidaritas Warga Pribumi (SWAP), Gapura, Sajalur dan SBSI, Senin (19/08/2024).

Usut punya usut gerakan aksi tersebut dipicu adanya kabar beberapa karyawan yang tidak diberikan haknya (Gaji, red) oleh pihak perusahaan distributor tersebut, bahkan setelah diidentifikasi perizinan dari gudang tersebut sudah kadaluarsa.

Nanang Nurjamil dari Ormas Jalur mengaku mendapat keluhan dari beberapa pegawai PT Panjunan,  sehubungan dengan adanya karyawan tidak di gaji.

“Tadi terklarifikasi, bahwa itu benar menurut manager operasionalnya inisial “N” dan memang benar ada karyawan yang belum dibayar,” terang Nanang.

Selanjutnya, ormas dan LSM langsung masuk ke masalah perizinan tentang IMB, TDG (Tanda Daftar Gudang) PT Panjunan.

“Tapi semua izin tersebut sudah kadaluarsa, itu bikin 2016 dan IMB nya juga tidak bisa diperlihatkan kepada kami,” jelas Nanang.

“Kemudian sertifikat layak fungsi itu juga tidak bisa di tunjukan, termasuk KLBI pergudangan nya tidak bisa di tunjukan kepada kami,” tambahnya.

Nanang Nurjamil menegaskan, atas dasar dua hal tersebut, seperti itu pihaknya minta kepada Dinas Satpol PP sesuai dengan regulasi yang ada untuk sementara waktu Gudang tersebut harus dilakukan penyegelan.

“Alhamdulillah, tadi oleh Dinas Satpol PP sudah dilaksanakan penyegelan, sampai nanti hal hal terkait semuanya sudah terpenuhi,” tegas Nanang Nurjamil.

“Termasuk gaji karyawan diberikan sesuai dengan Undang undang ketenagakerjaan bahwa selambat lambatnya tujuh hari gaji karyawan sudah di berikan,” katanya lagi.

Di singgung sempat terjadi ketegangan antara pihak perusahaan dengan masa aksi, Nanang menyampaikan bahwa adanya reaksi spontanitas massa aksi atas sikap yang di lakukan oleh HRD PT Panjunan.

“Tadi entah itu HRD nya atau siapa kita saat menanyakan masalah BPJS dan dijawab tidak ada, nah si HRD ini menunjuk nunjuk ke muka saya, nah dari itu mungkin teman teman tersinggung sehingga memancing spontanitas reaksi dari teman teman masa aksi,” paparnya.

Sampai saat berita ini di tayangkan gudang PT Panjunan sudah di segel oleh pihak Satpol PP.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Inspektorat Bartim Kebut Hitung Kerugian Negara Kasus Perumdam Tirta Janang, Target Tuntas Desember 2026
GAPURA Tuding Pemkot Tasikmalaya Tumpul Pengawasan: Ruko Pasar Cikurubuk Disulap Jadi WC Umum Berbayar
PUTR Ungkap Alih Fungsi Ruko Jadi WC Umum Berbayar, Gapura Desan Pemkot Tasik Tutup Operasional
Hujan Picu Longsor di 16 Desa Kabupaten Tasikmalaya, Akses Jalan Terganggu
Pemkab Tasikmalaya Siapkan Optimalisasi Eks Kantor Setda di Kota Tasikmalaya
Pemkab Tasikmalaya Perpanjang SPK 4.474 PPPK Paruh Waktu, Bupati Tekankan Kemudahan Layanan Kepegawaian
Wujud Kepedulian Sosial, YBM PLN UP3 Tasikmalaya Salurkan Bantuan Usaha untuk Warga Panglayungan
Desa Dirgahayu Genjot Penerimaan PBB, Realisasi Capai 70 Persen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 14:55 WIB

Inspektorat Bartim Kebut Hitung Kerugian Negara Kasus Perumdam Tirta Janang, Target Tuntas Desember 2026

Selasa, 3 November 2026 - 13:27 WIB

GAPURA Tuding Pemkot Tasikmalaya Tumpul Pengawasan: Ruko Pasar Cikurubuk Disulap Jadi WC Umum Berbayar

Selasa, 3 November 2026 - 13:25 WIB

PUTR Ungkap Alih Fungsi Ruko Jadi WC Umum Berbayar, Gapura Desan Pemkot Tasik Tutup Operasional

Selasa, 3 November 2026 - 13:03 WIB

Hujan Picu Longsor di 16 Desa Kabupaten Tasikmalaya, Akses Jalan Terganggu

Selasa, 3 November 2026 - 12:58 WIB

Pemkab Tasikmalaya Siapkan Optimalisasi Eks Kantor Setda di Kota Tasikmalaya

Berita Terbaru