Tasikmalaya, MNP – Hj Nurhayati Komisi IX DPR RI mendatangi Kelurahan Parakannyasag Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya, Selasa (28/05/2024).
Pasalnya, angka stunting di beberapa wilayah yang ada di Kota Tasikmalaya mengalami peningkatan, sebelumnya dari angka 22,4 % meningkat menjadi 27, 7 % di tahun 2024.
Hj Nurhayati mengatakan, kedatangannya ke Parakannyasag karena daerah ini salah satu kelurahan kedua terbesar masalah stunting setelah Kawalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Di Indihiang, yang terbanyak kasus stunting di Parakannyasag terdapat 111 anak. Makanya kami hadir disini memberikan edukasi kepada masyarakat,” kata Hj Nurhayati.
Salah satunya lanjut dia, screening anemia bagi remaja putri dengan pemberian tablet penambah darah. Lalu ibu hamil, berapa kali minum vitamin dan pemeriksaan melakukan USG serta screening bayi yang baru lahir.
“Jadi kalau ada anak lahir dengan berat rendah harus di intervensi secara spesifik,” ungkapnya
Hj Nurhayati menyebut, di daerah ini lebih menonjol terkait air bersih dan sanitasi yang tidak layak dan itu harus segera di intervensi. Karena orang bisa sehat kalau berada dalam lingkungan yang bersih.
Lantaran itu, dirinya meminta pemerintah untuk evaluasi dan berkoordinasi dengan lintas sektor yang terkait, bagaimana menurunkan stunting di kota Tasikmalaya.
“Karena menurut Survei Kesehatan Indonesia (SHI) kota Tasikmalaya naik 5 persen dari tahun 2022. kami harapkan stunting bisa menurun dan program pemerintah tepat sasaran berikan juga screening,” harap Hj Nurhayati.
Ditempat sama, Herman Melani S.H , M.H Kabid Advokasi dan KIE BKKBN mengatakan, data stunting itu ada berbagai macam salah satunya data survei kesehatan Indonesia (SHI) , memang mengalami kenaikan 5 persen termasuk di Kota Tasikmalaya.
Tapi berdasarkan data real dari Posyandu, di kota Tasikmalaya mencapai 80 persen, artinya kehadiran masyarakat ke Posyandu meningkat.
“Dua data tersebut sama saja, daya SHI untuk kebijakan pemerintahan, sedangkan data Posyandu untuk ke intervensi,” ujarnya.
Camat Indihiang Nanang Iskandar menambahkan, memang stunting awal tahun ini ada kenaikan di Kelurahan Parakannyasag.
Padahal, pihaknya sudah melakukan upaya dengan one ASN one stunting dan itu sudah berkurang.
“Mungkin ada faktor lain yang belum diperhatikan, ibu hamil termasuk remaja putri perlu edukasi, itu kelemahan kami. Semoga adanya program ini bisa menurunkan khusus Stunting khusus di Parakannyasag,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Gobreg
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan