Datangi Kelurahan Parakannyasag, Hj Nurhayati Edukasi Masyarakat Terkait Stunting 

Selasa, 28 Mei 2024 - 19:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kelurahan Parakannyasag urutan kedua kasus Stunting setelah Kawalu. (Poto: Momon Suparman)

Kelurahan Parakannyasag urutan kedua kasus Stunting setelah Kawalu. (Poto: Momon Suparman)

Tasikmalaya, MNP – Hj Nurhayati Komisi IX DPR RI mendatangi Kelurahan Parakannyasag Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya, Selasa (28/05/2024).

Pasalnya, angka stunting di beberapa wilayah yang ada di Kota Tasikmalaya mengalami peningkatan, sebelumnya dari angka 22,4 % meningkat menjadi 27, 7 % di tahun 2024.

Hj Nurhayati mengatakan, kedatangannya ke Parakannyasag karena daerah ini salah satu kelurahan kedua terbesar masalah stunting setelah Kawalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di Indihiang, yang terbanyak kasus stunting di Parakannyasag terdapat 111 anak. Makanya kami hadir disini memberikan edukasi kepada masyarakat,” kata Hj Nurhayati.

Salah satunya lanjut dia, screening anemia bagi remaja putri dengan pemberian tablet penambah darah. Lalu ibu hamil, berapa kali minum vitamin dan pemeriksaan melakukan USG serta screening bayi yang baru lahir.

“Jadi kalau ada anak lahir dengan berat rendah harus di intervensi secara spesifik,” ungkapnya

Hj Nurhayati menyebut, di daerah ini lebih menonjol terkait air bersih dan sanitasi yang tidak layak dan itu harus segera di intervensi. Karena orang bisa sehat kalau berada dalam lingkungan yang bersih.

Lantaran itu, dirinya meminta pemerintah untuk evaluasi dan berkoordinasi dengan lintas sektor yang terkait, bagaimana menurunkan stunting di kota Tasikmalaya.

“Karena menurut Survei Kesehatan Indonesia (SHI) kota Tasikmalaya naik 5 persen dari tahun 2022. kami harapkan stunting bisa menurun dan program pemerintah tepat sasaran berikan juga screening,” harap Hj Nurhayati.

Ditempat sama, Herman Melani S.H , M.H Kabid Advokasi dan KIE BKKBN mengatakan, data stunting itu ada berbagai macam salah satunya data survei kesehatan Indonesia (SHI) , memang mengalami kenaikan 5 persen termasuk di Kota Tasikmalaya.

Tapi berdasarkan data real dari Posyandu, di kota Tasikmalaya mencapai 80 persen, artinya kehadiran masyarakat ke Posyandu meningkat.

“Dua data tersebut sama saja, daya SHI untuk kebijakan pemerintahan, sedangkan data Posyandu untuk ke intervensi,” ujarnya.

Camat Indihiang Nanang Iskandar menambahkan, memang stunting awal tahun ini ada kenaikan di Kelurahan Parakannyasag.

Padahal, pihaknya sudah melakukan upaya dengan one ASN one stunting dan itu sudah berkurang.

“Mungkin ada faktor lain yang belum diperhatikan, ibu hamil termasuk remaja putri perlu edukasi, itu kelemahan kami. Semoga adanya program ini bisa menurunkan khusus Stunting khusus di Parakannyasag,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Gobreg

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Menteri Kependudukan Wihaji Kunker ke Sumut, Bupati Pakpak Bharat Titip Harapan Ini
Cetak Lulusan Siap Kerja, SMK KBU Balubur Limbangan Garut Perkuat Persiapan SPMB
Aklamasi di Graha Pena: Amrullah Mundur, Suwardi Tahir Nahkodai PWI Sulsel 2026–2031
Kantongi 3 Suara di Konferprov Sulsel, PWI Enrekang Sepakat Pilih Ketua Visioner
Lalui Masa Pasca-Pandemi dan Perubahan Kurikulum, Angkatan Hebat SDN 1 Lewo Lulus 100 Persen
Jeneponto Kembali Raih WTP, Bupati Paris Yasir: Bukti Komitmen Transparansi Tata Kelola Keuangan
Bangkit dari WDP, Enrekang Sabet WTP BPK 2025: Energi Baru Tata Kelola Keuangan Daerah
Bantu Warga Penderita Asma, Baznas Kota Tasikmalaya Salurkan Bantuan Alat Kesehatan Nebulizer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:15 WIB

Menteri Kependudukan Wihaji Kunker ke Sumut, Bupati Pakpak Bharat Titip Harapan Ini

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:09 WIB

Cetak Lulusan Siap Kerja, SMK KBU Balubur Limbangan Garut Perkuat Persiapan SPMB

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:52 WIB

Aklamasi di Graha Pena: Amrullah Mundur, Suwardi Tahir Nahkodai PWI Sulsel 2026–2031

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:44 WIB

Kantongi 3 Suara di Konferprov Sulsel, PWI Enrekang Sepakat Pilih Ketua Visioner

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:22 WIB

Lalui Masa Pasca-Pandemi dan Perubahan Kurikulum, Angkatan Hebat SDN 1 Lewo Lulus 100 Persen

Berita Terbaru