Pemda Sumedang Serentak Laksanakan PSN, Minimalisir Kasus DBD

Jumat, 19 April 2024 - 14:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumedang, MNP – Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang kini melakukan upaya-upaya pengendalian secara berkesinambungan untuk meminimalisir kasus tersebut.

Hal itu sebagai bentuk kewaspadaan terhadap peningkatan jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sumedang.

Salah satunya dengan melaksanakan Kerja Bakti Massal (KBM) dengan fokus pada upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara serentak di wilayah masing-masing.

Aksi tersebut dimulai serentak pada hari Jumat tanggal 19 April 2024 pukul 08.00 WIB yang disiarkan secara langsung melalui zoom meeting dan diikuti oleh seluruh kecamatan dan desa se-Kabupaten Sumedang.

Plh Pj Bupati Sumedang Hj.Tuti Ruswati meminta PSN agar dapat dilakukan secara berkala pada setiap hari Jumat, dengan melibatkan seluruh warga masyarakat, pegawai, karyawan, organisasi masyarakat, kader kesehatan, maupun sumber daya lainnya yang ada di wilayah kerja dan seluruh masyarakat Kabupaten Sumedang.

Khusus di lingkungan pendidikan formal dan non formal, kegiatan PSN juga dilakukan dengan menggerakkan seluruh tenaga pendidik dan siswa untuk berpartisipasi antara lain melakukan pemantauan jentik terhadap tempat-tempat penampungan air.

Selain itu, waspadai barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tampungan air, serta menguras tempat penampungan air yang ditemukan jentik pada saat dilakukan kegiatan pemantauan,” ujarnya.

Tuti menyebutkan, berdasarkan data, jumlah kasus DBD di Sumedang tahun 2023 sebanyak 1.308 kasus dengan angka kematian sebanyak 2 kasus.

Sedangkan untuk tahun 2024 dari bulan Januari hingga Maret ada sebanyak 992 kasus DBD. Kematian di bulan Januari 2024 sebanyak 2 orang, dan kematian dibulan maret 2024 sebanyak 1 orang.

“Tentunya ini harus menjadi perhatian dan fokus bersama dari seluruh jajaran masyarakat dari mulai aparat desa, kecamatan dan kabupaten untuk bersama-sama atau mengendalikan penyakit DBD ini dimulai dari pemberantasan sarang nyamuk,” ucap Tuti.

Dia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan fogging harus berdasarkan indikasi, artinya tidak sembarang melakukan fogging karena fogging bukan solusi yang paling utama.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungannya terutama dari genangan-genangan air yang menyebabkan nyamuk DBD ini berkembang biak,” tandasnya.

Loading

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

72 Pekan Menjaga Kebersihan, Jumat Bersih Jadi Gerakan Nyata Wujudkan Jeneponto Bahagia
Semarak HUT ke-81 RI, Kalapas Kendal Resmi Buka Pekan Olahraga Petugas dan Warga Binaan
Puluhan Siswa SDN 01 Ciherang Dramaga Diduga Keracunan, Ketua FJP2 Bogor Raya Desak Investigasi Menyeluruh
Semarak HUT ke-81 RI, Kalapas Kendal Resmi Buka Pekan Olahraga Petugas dan Warga Binaan
Pasca OTT Bupati, Kantor Dindikpora Pemalang Digeledah KPK, Kepala Dinas Siap Kooperatif
KRISIS SAMPAH ENREKANG: Armada Ditambah, Tapi Kepedulian Pemimpin Jadi Kunci
Bupati Tasikmalaya Lantik 18 Pejabat, Tegaskan Penempatan ASN Berdasarkan Sistem Merit
SAMPAH SERAPAH VIRAL! Puisi Sindir Pemkab Enrekang, Tokoh: Masalahnya Bukan Cuma Uang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:17 WIB

72 Pekan Menjaga Kebersihan, Jumat Bersih Jadi Gerakan Nyata Wujudkan Jeneponto Bahagia

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:06 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Kalapas Kendal Resmi Buka Pekan Olahraga Petugas dan Warga Binaan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:58 WIB

Puluhan Siswa SDN 01 Ciherang Dramaga Diduga Keracunan, Ketua FJP2 Bogor Raya Desak Investigasi Menyeluruh

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Kalapas Kendal Resmi Buka Pekan Olahraga Petugas dan Warga Binaan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:12 WIB

Pasca OTT Bupati, Kantor Dindikpora Pemalang Digeledah KPK, Kepala Dinas Siap Kooperatif

Berita Terbaru