Sekda Bartim: Bila Terjadi Kekosongan Obat Jangan Diam, Jangan Merasa Independen

Selasa, 23 Januari 2024 - 20:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Barito Timur, MNP – Sekretaris daerah (Sekda) kabupaten Barito Timur (Bartim) Provinsi Kalimantan Tengah, Panahan Moetar menegaskan agar pihak manajemen RSUD Tamiang Layang secepatnya mengatasi kekosongan obat yang belakangan ini menjadi sorotan berbagai pihak.

“Saya sudah diperintahkan Pak Pj untuk mengevaluasi masalah yang terjadi di RSUD Tamiang Layang. Jadi informasi dari kawan-kawan media akan kita ambil semuanya,” kata Panahan Moetar, Senin (22/01/2024).

“Namun demikian kita tidak bisa begitu dapat informasi langsung ambil keputusan, kita harus evaluasi terlebih dahulu agar langkah yang kita ambil nantinya tidak salah,” sambungnya.

Dikatakan, saat ini dirinya membutuhkan beberapa referensi termasuk koordinasi dengan pihak lain menyangkut kondisi ini, baru kemudian ditindaklanjuti.

“Mohon maaf terus terang selama ini kita tidak bisa turut campur terlalu banyak,” jelas Panahan Moetar.

Dia mengaku sudah instruksikan kepada direktur Rumah Sakit agar permasalahan ini jadi perhatian serius. Kalaupun memang betul terjadi kekosongan obat, adakan, kalau ada masalah laporkan.

“Jangan diam sendiri merasa independen, Rumah Sakit itu punya pemerintah daerah supaya mereka tahu,” tegas Panahan.

Sebelumnya, kepada awak media melalui via WhatsApp direktur RSUD Tamiang Layang, Vinny Safari meminta maaf atas pelayanan yang dikeluhkan pasien dan akan melakukan evaluasi.

Vinny menyampaikan permohonan mohon maaf atas ketidaknyamanan pasien dan keluarganya. Keluhan pasien dan karyawan akan menjadi catatan untuk melakukan evaluasi dan pembenahan kearah yang lebih naik lagi.

“Kami tetap berkomitmen mengupayakan pelayanan kesehatan terbaik kepada seluruh pasien meskipun dengan banyak keterbatasan,” jelasnya singkat.

Loading

Penulis : Adi Suseno

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Tanggapi Gelombang Penolakan, Owner Kings Family Karaoke: Asumsi Harus Dibuktikan Melalui Hukum
Pimpin DPC GAMKI Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi Fokus Konsolidasi Pemuda Lintas Komunitas
Tatap Indonesia Emas 2045, PMII STISIP Tasikmalaya Ingatkan Bonus Demografi Tak Cukup Sebatas Slogan
Bantu Kesehatan Masyarakat dan Gelar Verifikasi DPRt, NasDem Kota Tasikmalaya Targetkan Kursi Pemilu 2029
Ancaman Digital Mengintai Anak! Sekolah dan Orangtua Dituntut Bersinergi Perkuat Pendidikan Agama
Andreas Simanjuntak Minta GAMKI Tasikmalaya Lahirkan Kader Berani dan Kritis
Gandeng Dinas PU dan TNI-Polri, Kades Lentu Pimpin Warga Normalisasi Irigasi Jelang Musim Tanam
Bau Tak Sedap Pekerjaan Jalan Provinsi Patung-Hayaping, Diduga Jadi Ajang Jual Beli Proyek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Tanggapi Gelombang Penolakan, Owner Kings Family Karaoke: Asumsi Harus Dibuktikan Melalui Hukum

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Pimpin DPC GAMKI Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi Fokus Konsolidasi Pemuda Lintas Komunitas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Tatap Indonesia Emas 2045, PMII STISIP Tasikmalaya Ingatkan Bonus Demografi Tak Cukup Sebatas Slogan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Bantu Kesehatan Masyarakat dan Gelar Verifikasi DPRt, NasDem Kota Tasikmalaya Targetkan Kursi Pemilu 2029

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Ancaman Digital Mengintai Anak! Sekolah dan Orangtua Dituntut Bersinergi Perkuat Pendidikan Agama

Berita Terbaru