Erupsi Gunung Marapi: Dilaporkan 23 Pendaki Maninggal, 11 Teridentifikasi 

Kamis, 7 Desember 2023 - 17:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, MNP – Tim SAR Gabungan terus melakukan proses pencarian dan evakuasi terhadap para pendaki yang terdampak erupsi Gunung Marapi, Sumatera Barat.

Kini, jumlah korban tewas tercatat 23 orang. Sebelas di antaranya berhasil diidentifikasi.

Dilaporkan sebanyak 75 pendaki terjebak saat erupsi Gunung Marapi yang terjadi pada Minggu (3/12). Polda Sumbar mengatakan 23 pendaki tewas, sebelas diantaranya sudah diidentifikasi.

“Total yang teridentifikasi sudah 11 orang,” kata Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sumatera Barat Komisaris Besar Polisi Lisda Cancer di Bukittinggi, Selasa (05/12).

Lisda menyampaikan hampir semua korban erupsi Gunung Marapi yang meninggal ataupun selamat mengalami luka bakar pada bagian tubuhnya.

Korban erupsi Gunung Marapi yang meninggal dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Kota Padang, Abdul Malik, menyampaikan saat ini tim SAR gabungan masih mencari satu orang pendaki yang belum ditemukan. “Satu orang dalam pencarian,” ujarnya.

Abdul pun mengungkapkan proses evakuasi dan pencarian para pendaki di Gunung Marapi pada Selasa kemarin terhambat erupsi susulan

Akibat erupsi tersebut, hujan abu terjadi hingga ke kaki bukit Gunung Marapi. Hal ini menyebabkan jarak pandang tim SAR gabungan terganggu.

“Abu vulkanik sudah turun ke kaki bukit, ini membuat tim visibility kurang melihat kondisi di lapangan,” kata dia.

Tidak hanya itu, hujan abu imbas erupsi Gunung Marap masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Agam hingga Selasa kemarin.

Berdasarkan data Pemkab Agam, ada empat wilayah yang terdampak, yakni Kecamatan Canduang, Kecamatan Sungai Pua, Kecamatan Ampek Angkek, dan Kecamatan Malalak.

“Sampai hari ini masih ada hujan abu, hanya hujan abu, kerikilnya sudah tidak ada,” kata Bambang Wasito Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, dalam keterangan tertulis.

Namun, kata Bambang, warga yang berada di empat kecamatan itu tidak ada yang mengungsi. Warga telah diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

Selain itu, warga juga diimbau untuk menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat abu vulkanik tersebut.

Polda Sumbar membuka kemungkinan akan mendalami serta mengevaluasi pihak yang bertanggung jawab soal izin pendakian di Gunung Marapi. Sebab, sejak 2011, sudah ada peringatan agar tidak ada aktivitas pendakian.

“Sejak 2011 ini sudah ada peringatan untuk tidak dilakukan pendakian pada gunung yang sifatnya masih berapi,” kata Kepala Polda Sumbar Inspektur Jenderal Polisi Suharyono di Bukittinggi.

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM, sejak 3 Agustus 2011 Gunung Marapi berstatus waspada atau level II.

Dengan status itu, salah satu rekomendasinya adalah masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan berkegiatan atau mendekati gunung pada radius tiga kilometer dari kawah atau puncak.

Suharyono mengatakan para pendaki yang masuk lewat pos resmi dipastikan harus mengikuti mekanisme atau prosedur operasional standar (SOP) yang ditetapkan pengelola atau pemberi izin.

“Mereka yang lewat pos-pos itu kan melalui perizinan. Nah, kalau pihak perizinan tetap mengizinkan berarti kami akan mengevaluasinya,” ujarnya.

Namun, kata dia, saat ini pihaknya masih fokus pada misi pencarian dan penyelamatan serta identifikasi para korban. Suharyo.

Loading

Penulis : Ist

Berita Terkait

Proyek Creative Hub Rp 29,4 M Punya Pemenang, Dimana Skala Prioritas Pembangunan Bogor?
Dianiaya Hingga Jarinya Putus, Wanita Paruh Baya Tuntut Keadilan
Janggal! Dana CV Bumi Karsa Cair 100% Saat Proyek Berjalan, Siapa Bertanggung Jawab?
Tak Sekadar Bisnis, Pembukaan Lokasi Baru Legend Coffee Shop 1 Diisi dengan Santunan Anak Yatim
DPC PWRI Kota Tasikmalaya Ucapkan Selamat atas Dibukanya Cabang Legend Cafe di Mangkubumi
Kabid Humas dan IKP Kominfo Jeneponto Ucapkan Selamat HUT Ke-4 Media Nasional Potret
Wujud Nyata Kepedulian Polri, Lansia Ini Bersyukur Anaknya Bisa Khitan Gratis di Hari Bhayangkara ke 80
Lagi! Warga Graha Arradea Terjatuh, Pemkab Bogor Didesak Segera Perbaiki Kerusakan Jalan Raya Ciherang-Ciapus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:33 WIB

Proyek Creative Hub Rp 29,4 M Punya Pemenang, Dimana Skala Prioritas Pembangunan Bogor?

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:32 WIB

Dianiaya Hingga Jarinya Putus, Wanita Paruh Baya Tuntut Keadilan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:23 WIB

Janggal! Dana CV Bumi Karsa Cair 100% Saat Proyek Berjalan, Siapa Bertanggung Jawab?

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:37 WIB

Tak Sekadar Bisnis, Pembukaan Lokasi Baru Legend Coffee Shop 1 Diisi dengan Santunan Anak Yatim

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:17 WIB

DPC PWRI Kota Tasikmalaya Ucapkan Selamat atas Dibukanya Cabang Legend Cafe di Mangkubumi

Berita Terbaru

Korban penganiayaan, Ida Supartika

Berita terbaru

Dianiaya Hingga Jarinya Putus, Wanita Paruh Baya Tuntut Keadilan

Sabtu, 13 Jun 2026 - 09:32 WIB