Tasikmalaya, MNP – Tantan Triana Putra (56), Maman Permana (49) dan Yudiana (46) merupakan para pendaki gunung dari komunitas Pendaki Gunung Jarambah QC Tasikmalaya.
Mereka sempat menjadi buah bibir lantaran beberapa waktu lalu hilang kontak komunikasi selama kurang lebih 20 hari saat melakukan ekspedisi di Gunung Balease Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan.
Kini ketiga pendaki tersebut telah kembali selamat dan bisa berkumpul dengan keluarganya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai rasa syukur maka komunitas Pendaki Gunung Jarambah QC Tasikmalaya menggelar Tasyakur Binikmat yang di gelar di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya.
Kegiatan tersebut di hadiri oleh pihak pemerintah perwakilan Disporabudpar Kota Tasikmalaya dan Komunitas Komunitas Pendaki Gunung yang ada di Kota Tasikmalaya. Minggu (1/12/2024)
Akuh Soekarno Muda yang merupakan komandan Komunitas Pendaki Gunung Balad Soekarno mengatakan, dirinya selaku sesama pendaki gunung merasa bersyukur dengan bisa ikut melaksanakan kegiatan Tasyakur Binikmat yang di inisiasi oleh Komunitas Pendaki Gunung Jarambah QC Tasikmalaya.
“Saya selaku komandan dari salah satu komunitas pendaki gunung (KPGBS-Indonesia) yang bermarkas di Kota Tasikmalaya, merasa bersyukur bisa mengikuti kegiatan Tasyakuran yang diselenggarakan oleh keluarga besar Jarambah QC Tasikmalaya,” ucapnya.
Akuh merasa bahagia bahwa ketiga saudaranya sesama pendaki gunung bisa kembali dengan selamat yang sempat dinyatakan hilang akibat lost contact di salah satu Pegunungan Sulawesi Selatan.
Akuh berharap dengan yang terjadi oleh para ketiga pendaki tersebut bisa menjadi sebuah kisah dan inspirasi yang bisa di tuangkan dalam sebuah buku, sebagai apresiasi yang bisa dibaca oleh khalayak umum.
“Karena banyak hikmah dan pelajaran berharga dari ekspedisi ini, tentang kesungguhan, ketangguhan, kebersamaan, kekompakan, dan tolong menolong,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Lex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan