Menguatkan Karakter Murid Melalui Pembelajaran Terintegrasi KSE

Senin, 2 Oktober 2023 - 05:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari waktu ke waktu, kita menyadari bahwa pendidikan selalu berkembang sesuai zamannya. Pendidikan zaman dahulu, tentu akan berbeda perkembangannya dengan zaman sekarang. Tujuan Pendidikan pun selalu berubah sesuai zamannya.

Menurut Ki Hajar Dewantara “Pendidikan adalah suatu proses menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setingi-tinnginya sebagai manusia maupun sebagai anggota Masyarakat”.

Kodrat yang dimaksud pernyataan tersebut tidak lain adalah kekuatan yang ada dalam hidup batin dan hidup lahir para murid karena kekuasaan kodrat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan pernyataan tersebut, maka tugas pendidik adalah menuntun tumbuh dan hidupnya kekuatan-kekuatan itu agar dapat memperbaiki lakunya hidup (bukan dasar kekuatan) dan tumbuhnya itu sehingga para murid menjadi manusia merdeka yang bisa berdiri sendiri, tidak diperintah, tertib mengatur kehidupan, sekaligus tertib mengatur hubungan dengan kemerdekaan orang lain. Dengan kegiatan menuntun ini diharapkan par murid tidak kehilangan arah serta tidak membahayakan dirinya.

Filosofis Pendidikan Ki Hajar Dewantara seperti uraian di atas, pada akhirnya menjadi tema besar kebijakan pendidikan Indonesia saat ini, yaitu merdeka belajar.

Semangat Merdeka Belajar yang sedang dicanangkan pemerintah Indonesia saat ini ini juga memperkuat tujuan pendidikan nasional yang telah dinyatakan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3.

Dimana pendidikan diselenggarakan agar setiap individu dapat menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Selain menguatkan tujuan Pendidikan nasional, pada saat ini juga semangat merdeka belajar ini kemudian memunculkan sebuah pedoman, sebuah penunjuk arah yang konsisten, dalam pendidikan di Indonesia. Pedoman tersebut adalah Profil Pelajar Pancasila.

Tidak hanya untuk kebijakan pendidikan di tingkat nasional saja, akan tetapi diharapkan juga menjadi pegangan untuk para pendidik, dalam membangun karakter anak di ruang belajar yang lebih kecil.

Berdasarkan uraian di atas, sebagai bagian dari pelaku pendidikan, penulis menyadari perkembangan dan tujuan pendidikan ketika penulis kecil hingga sekarang telah mengalami perubahan. Saat ini, tentu tujuan Pendidikan berkarakter sudah harus diterapkan.

Di lapangan, tujuan pendidikan berkarakter ini tidak terintegrasi jelas dalam pembelajaran. Para murid belum diarahkan ke pendidikan karakter sebagaimana mestinya dan para guru masih ada kebingungan bagaimana mengaplikasikan pendidikan karakter tersebut di lapangan.

Karena kebijakan ini adalah kebijakan baru yang perlu dipelajari lebih mendalam. Pembelajaran yang terjadi saat ini adalah pembelajaran yang lebih menguatkan kognitif dan tidak terlalu fokus ke karakter profil Pancasila.

Berdasarkan uraian masalah tersebut dan sebagai rasa tanggung jawab penulis sebagai pendidik yang ingin memperhatikan kepentingan murid, maka penulis memandang perlu adanya inovasi pembelajaran untuk menumbuhkan karakter dalam pembelajaran sesuai pedoman karakter profil pancasila yang sesuai tujuan pendidikan nasional saat ini.

Strategi yang akan penulis gunakan untuk menumbuhkan dan menguatkan karakter dalam pembelajaran adalah melalui pembelajaran terintegrasi Kompetensi Sosial Emosional yang disingkat KSE.

Pembelajaran terintegrasi KSE (keterampilan sosial emosional) adalah pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh komunitas sekolah. Proses kolaborasi ini memungkinkan murid dan guru di sekolah memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif mengenai aspek sosial dan emosional agar dapat:

Memahami, menghayati, dan  mengelola emosi  (kesadaran diri). Kompetensi ini merupakan kemampuan untuk memahami perasaan, emosi, dan nilai-nilai diri sendiri, dan bagaimana pengaruhnya pada perilaku diri dalam berbagai situasi dan konteks kehidupan.

Menetapkan dan mencapai tujuan positif (pengelolaan/managemen diri). Kompetensi ini merupakan kemampuan untuk mengelola emosi, pikiran, dan perilaku diri secara efektif dalam berbagai situasi dan untuk mencapai tujuan dan aspirasi.

Merasakan dan menunjukkan empati kepada orang lain (kesadaran sosial). Kompetensi ini merupakan kemampuan untuk memahami sudut pandang dan dapat berempati dengan orang lain termasuk mereka yang berasal dari latar belakang, budaya, dan konteks yang berbeda-beda

Membangun dan mempertahankan hubungan yang positif (keterampilan berelasi). Komepetensi ini merupakan kemampuan untuk membangun dan mempertahankan hubungan-hubungan yang sehat dan suportif

Membuat keputusan yang bertanggung jawab. (pengambilan keputusan yang bertanggung jawab). Kompetensi ini merupakan kemampuan untuk mengambil pilihan-pilihan membangun yang berdasar atas kepedulian, kapasitas dalam mempertimbangkan standar-standar etis dan rasa aman, dan untuk mengevaluasi manfaat dan konsekuensi dari bermacam-macam tindakan dan perilaku untuk kesejahteraan psikologis (well-being) diri sendiri, masyarakat, dan kelompok

Hal yang pertama yang penulis lakukan dalam menguatkan karakter murid melalui pembelajaran terintegrasi KSE adalah menyusun RPP yang terintegrasi KSE. KSE yang penulis coba munculkan dalam RPP tersebut diantaranya :

– Guru menanyakan perasaannya hari ini dan meminta salah satu murid menceritakan harapan pembelajaran hari ini kemudian dilanjutkan dengan mengingatkan keyakinan kelas. (kesadaran diri)

– Guru mengajak murid melakukan teknik stop, tepuk semangat dan tanya jawab tentang materi yang sudah dan akan dipelajari (managemen diri)

– Murid secara kelompok menjawab pertanyaan yang berhubungan materi yang dipelajari (keterampilan berelasi, pengambilan keputusan bertanggung jawab)

– Murid secara mandiri menceritakan hasil tugas mandirinya secara lisan maupun tulisan ( pengambilan keputusan yang bertanggung jawab)

– Guru meminta pendapat murid tentang materi dan menghubungkannya dengan emosi yang dimiliki murid. (managemen diri)

Sebagai penutup, guru bisa meminta murid melakukan refleksi dengan memberikan pertanyaan pemandu tentang hal yang terjadi (managemen diri).

Jika hal ini dibiasakan, penulis yakin karakter murid ini akan semakin kuat karena dengan pembelajaran terintegrasi KSE murid semakin kuat mengenal dirinya dan lingkungannya baik dari segi emosi maupun sosialnya yang bermuatan karakter positif yang mengandung banyak nilai kebajikan. Karakter baik akan semakin meningkatkan tujuan pendidikan nasional kita yang berkarakter profil Pancasila.

Loading

Penulis : Yunia Rahmawati, S.Pd. (Guru Kelas 2A SDN Sukarindik Kota Tasikmalaya)

Berita Terkait

Uji DNA Identik dengan Bayi, Ungkap Kakek Korban sebagai Pelaku di Sidomulyo
Diduga Buang Limbah Ilegal, LSM JSI dan SBT Laporkan Perusahaan di Tasikmalaya
Viral Aksi Dugaan Kekerasan di Medsos, Dandim 0612/Tasikmalaya Bantah Keterlibatan Anggota
BPBD Tasikmalaya Dinilai Lamban, Uus Janur Soroti Longsor di SDN Cikembang
Halal Bihalal Kawan Peduli Pendidikan Karib Koreak: Dorong Pendidikan Tasikmalaya Masuk 10 Besar Jawa Barat
Menanam Kehidupan: Cara Istimewa Persit KCK Kodim Tasikmalaya Maknai HUT ke-80
Klarifikasi PT KSL: Klaim RKAB Terbit, Bantah Tambang Ilegal dan Tudingan Pencemaran
Bupati Franc Tumanggor Suarakan Pemulihan Hutan Kemenyan di Tengah Sosialisasi PBPH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 15:52 WIB

Uji DNA Identik dengan Bayi, Ungkap Kakek Korban sebagai Pelaku di Sidomulyo

Sabtu, 18 April 2026 - 15:42 WIB

Diduga Buang Limbah Ilegal, LSM JSI dan SBT Laporkan Perusahaan di Tasikmalaya

Sabtu, 18 April 2026 - 15:00 WIB

Viral Aksi Dugaan Kekerasan di Medsos, Dandim 0612/Tasikmalaya Bantah Keterlibatan Anggota

Sabtu, 18 April 2026 - 13:43 WIB

BPBD Tasikmalaya Dinilai Lamban, Uus Janur Soroti Longsor di SDN Cikembang

Sabtu, 18 April 2026 - 13:28 WIB

Halal Bihalal Kawan Peduli Pendidikan Karib Koreak: Dorong Pendidikan Tasikmalaya Masuk 10 Besar Jawa Barat

Berita Terbaru