Wujudkan Mandiri Pangan, Pemkab Pakpak Bharat Terus Kembangkan Kawasan Pertanian Terpadu

Rabu, 18 Desember 2024 - 12:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakpak Bharat, MNP – Sejumlah bantuan pertanian dari Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara telah tiba di Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) desa Silima Kuta Kecamatan Sitelu Tali Urang Julu, Kabupaten Pakpak Bharat.

Bantuan berupa bibit cabai merah, mulsa, pupuk, obat-obatan dan bantuan lainnya diterima oleh Kelompok Tani Terolih, desa Silima Kuta yang menjadi salah satu mitra dalam pengelolaan kawasan ini.

Kawasan Pertanian Terpadu desa Silima Kuta ini rencananya akan dikembangkan sebagai salah satu pusat pertanian yang diharapkan bisa mendukung ketersediaan pangan di Kabupaten Pakpak Bharat.

Dengan menggandeng berbagai pihak terutama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara.

Ini merupakan salah satu hasil koordinasi Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor dengan Pemerintahan Provsu juga dukungan Penjabat Sementara Bupati Pakpak Bharat beberapa waktu lalu, Naslindo Sirait yang bahkan telah meninjau langsung kawasan ini.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pakpak Bharat, Adei Johan Banurea, SP, MP mengatakan, tujuan utamanya tentunya mewujudkan Pakpak Bharat yang mandiri pangan dan tidak lagi tergantung dengan daerah lain.

“Ini tujuan penting dari bapak Franc Bernhard Tumanggor selama ini yang pastinya selaras dengan pengembangan Kawasan Pertanian Terpadu ini,” ucap Adei Johan Banurea.

Konsep Kawasan Pertanian terpadu ini diharapkan bisa menjamin ketersediaan lahan untuk pertanian yang akan dikelola oleh petani agar bisa mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat.

Namun lanjut Adei Johan, sekarang ini tahap awal KPT ini akan ditanam cabai merah seluas lima hektare, yang nantinya dikembangkan bersama masyarakat melalui Kelompok Tani.

“Mengenai kawasan pertanian terpadu ini sudah dilakukan kajian potensi pengembangan untuk komoditi hortikultura, tanaman pangan, dan lainnya,” pungkas Adei Johan kemudian.

Loading

Penulis : Benny Solin

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Garut Utara Harga Mati! Perjuangan Nyata Kunci Lahirnya Daerah Otonomi Baru
Dampak Kemarau Panjang, Ratusan Hektar Lahan Kering di Pemalang Terbakar
Kanwil Ditjenpas DK Jakarta Perkuat Manajemen Komunikasi Krisis Pemasyarakatan Terintegrasi
Gandeng Pihak Swasta, DLH Pemalang Atasi Krisis Sampah
Marak Pengamen dan Pengemis, Satpol PP Pemalang Turun Tangan Beri Pengarahan
Tangkap Pembobol Rumah di Kalianda, Polisi Ungkap Dua Kasus Curanmor Sekaligus
Wujud Sedekah Jariyah, Keluarga Almarhum Azis Riyono Wakafkan Al-Qur’an di Tiga Masjid
Selamatkan Sungai Kuantan, Polsek Cerenti Tertibkan 48 Rakit Tambang Emas Ilegal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:10 WIB

Garut Utara Harga Mati! Perjuangan Nyata Kunci Lahirnya Daerah Otonomi Baru

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:00 WIB

Dampak Kemarau Panjang, Ratusan Hektar Lahan Kering di Pemalang Terbakar

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:48 WIB

Kanwil Ditjenpas DK Jakarta Perkuat Manajemen Komunikasi Krisis Pemasyarakatan Terintegrasi

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:28 WIB

Gandeng Pihak Swasta, DLH Pemalang Atasi Krisis Sampah

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:59 WIB

Marak Pengamen dan Pengemis, Satpol PP Pemalang Turun Tangan Beri Pengarahan

Berita Terbaru

Berita terbaru

Gandeng Pihak Swasta, DLH Pemalang Atasi Krisis Sampah

Kamis, 16 Jul 2026 - 13:28 WIB