Pakpak Bharat, MNP – Sejumlah bantuan pertanian dari Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara telah tiba di Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) desa Silima Kuta Kecamatan Sitelu Tali Urang Julu, Kabupaten Pakpak Bharat.
Bantuan berupa bibit cabai merah, mulsa, pupuk, obat-obatan dan bantuan lainnya diterima oleh Kelompok Tani Terolih, desa Silima Kuta yang menjadi salah satu mitra dalam pengelolaan kawasan ini.
Kawasan Pertanian Terpadu desa Silima Kuta ini rencananya akan dikembangkan sebagai salah satu pusat pertanian yang diharapkan bisa mendukung ketersediaan pangan di Kabupaten Pakpak Bharat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan menggandeng berbagai pihak terutama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara.
Ini merupakan salah satu hasil koordinasi Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor dengan Pemerintahan Provsu juga dukungan Penjabat Sementara Bupati Pakpak Bharat beberapa waktu lalu, Naslindo Sirait yang bahkan telah meninjau langsung kawasan ini.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pakpak Bharat, Adei Johan Banurea, SP, MP mengatakan, tujuan utamanya tentunya mewujudkan Pakpak Bharat yang mandiri pangan dan tidak lagi tergantung dengan daerah lain.
“Ini tujuan penting dari bapak Franc Bernhard Tumanggor selama ini yang pastinya selaras dengan pengembangan Kawasan Pertanian Terpadu ini,” ucap Adei Johan Banurea.
Konsep Kawasan Pertanian terpadu ini diharapkan bisa menjamin ketersediaan lahan untuk pertanian yang akan dikelola oleh petani agar bisa mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat.
Namun lanjut Adei Johan, sekarang ini tahap awal KPT ini akan ditanam cabai merah seluas lima hektare, yang nantinya dikembangkan bersama masyarakat melalui Kelompok Tani.
“Mengenai kawasan pertanian terpadu ini sudah dilakukan kajian potensi pengembangan untuk komoditi hortikultura, tanaman pangan, dan lainnya,” pungkas Adei Johan kemudian.
![]()
Penulis : Benny Solin
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan