VIRAL! KuLak-KoLek Alamanda Jadi Buruan Takjil, Ludes Hanya dalam 2 Jam

Kamis, 19 Februari 2026 - 21:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP – Fenomena berburu takjil di Kota Tasikmalaya kian meriah dengan kehadiran jajanan tradisional yang tengah viral, KuLak-KoLek Alamanda.

Berlokasi di Jl. Letkol R.E. Jaelani (Depan Yora Frozen/Karaoke), lapak kolak ini menjadi magnet baru bagi warga yang tengah “ngabuburit”, hingga ludes terjual hanya dalam waktu dua jam.

Demmy Dwi Amanda, sang pemilik (owner), mengungkapkan bahwa usaha yang dirintisnya sejak tahun 2025 ini mengalami peningkatan omset yang signifikan pada Ramadhan tahun ini. Popularitasnya semakin meroket setelah direview oleh konten kreator ternama, A Yudi Baretto.

“Alhamdulillah, tahun sekarang omset melebihi perkiraan. Kami jualan setiap hari mulai jam 14.00 WIB sampai habis,” ujar Demmy kepada awak media, Kamis (19/02/2026).

Menawarkan berbagai varian seperti Candil Ubi (merah & ungu), Ketan Hitam, Sakoteng, Bubur Sumsum, hingga Kolak Pisang dan Asinan Birokrat, KuLak-KoLek Alamanda dibanderol dengan harga terjangkau. Cup kecil seharga Rp7.000 (mix 3 rasa) dan cup besar 500ml seharga Rp13.000 (mix 6 rasa).

Kualitas rasa menjadi kunci utama. Arsyal Muhammad Alfarizqi, putra Demmy yang merupakan siswa jurusan Tata Boga SMK Perwari, turun langsung membantu sang ibu. Ia menjamin produknya menggunakan bahan alami

“Kolek ibu saya beda, tanpa pemanis buatan, tanpa pewarna, dan tanpa pengawet. Teksturnya kental, tidak encer seperti yang lain,” tegas Arsyal yang bercita-cita membawa kuliner Indonesia ke kancah mancanegara.

Keaslian rasa ini diakui oleh pelanggan. Ika, warga Purbaratu, sengaja datang jauh-jauh karena ketagihan dengan rasa gula kawung aslinya.

Senada dengan Ika, Neng Elya, seorang pegawai Disperindag Provinsi Jabar asal Banjar Patroman, mengaku terkesan dengan kualitasnya. “Rasanya seperti olahan chef di hotel atau restoran mewah,” pujinya.

Di balik kesuksesan yang viral ini, Demmy menyimpan kisah perjuangan. Ia pernah memiliki pabrik roti dengan 11 karyawan yang terpaksa gulung tikar akibat pandemi Covid-19. Kini, melalui KuLak-KoLek Alamanda, ia berharap bisa kembali bangkit dan membuka lapangan pekerjaan.

Demmy juga berharap adanya dukungan nyata dari pemerintah daerah, khususnya sosok seperti Wakil Walikota Diky Chandra yang dikenal peduli pada UMKM.

“Semoga pemerintah mendukung pelaku usaha seperti kami. Kami siap bekerja sama dengan berbagai pihak, baik komunitas, hotel, maupun instansi yang ingin memesan takjil dalam partai kecil maupun besar,” pungkasnya.

Bagi masyarakat yang ingin memesan untuk berbagi takjil, dapat menghubungi WhatsApp di nomor 0811225441 atau 0895405217888.

Loading

Penulis : DK

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Dampak Koalisi Gemuk, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Enggan Dukung Petisi 26
Polsek Malangbong Serahkan Tersangka Kasus Curas ke Polres Tangerang
Menolak Lupa G30S: Belajar Sejarah Secara Utuh untuk Menjaga Persatuan Bangsa
Tinggal di Gubuk Reyot Dekat Pusat Pemerintahan, Kasus Siti Nuraenun Jadi Cermin Evaluasi Data Bansos
TBBR Ultimatum Polres Bartim: Bebaskan Dua Peladang Hayaping, Buka Sumber Data 11 Hektare
Saat Air Datang, Harapan Kembali Mengalir: TNI Salurkan Air Bersih untuk 450 Warga Sukarame
Rebutan Lapak Kerja Tambang di Inhu Memanas, Sekretaris Buruh Bongkar Muat Lapor Polisi 
Api Tiba-Tiba Membesar, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Kebakaran 6 Rumah di Pakpak Bharat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 13:00 WIB

Dampak Koalisi Gemuk, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Enggan Dukung Petisi 26

Rabu, 30 September 2026 - 10:40 WIB

Polsek Malangbong Serahkan Tersangka Kasus Curas ke Polres Tangerang

Rabu, 30 September 2026 - 10:33 WIB

Menolak Lupa G30S: Belajar Sejarah Secara Utuh untuk Menjaga Persatuan Bangsa

Rabu, 30 September 2026 - 10:21 WIB

Tinggal di Gubuk Reyot Dekat Pusat Pemerintahan, Kasus Siti Nuraenun Jadi Cermin Evaluasi Data Bansos

Rabu, 30 September 2026 - 06:49 WIB

TBBR Ultimatum Polres Bartim: Bebaskan Dua Peladang Hayaping, Buka Sumber Data 11 Hektare

Berita Terbaru

Berita terbaru

Polsek Malangbong Serahkan Tersangka Kasus Curas ke Polres Tangerang

Rabu, 30 Sep 2026 - 10:40 WIB