Tasikmalaya, MNP.com – Sejumlah tokoh masyarakat dan ketua RT/RW 10 melakukan audensi kepada PT Sumber Cipta Multiniaga (Djarum Super) didampingi Ormas LMPI, GMBI Mangkubumi dan GAZA di Aula kecamatan Mangkubumi kota Tasikmalaya, Kamis (05/01/2023).
Pasalnya, selama tiga tahun warga RW 10 kelurahan/ kecamatan Mangkubumi menunggu janji PT Sumber Cipta Multiniaga (Djarum Super) dengan perjanjian yang tertunda antara masyarakat dengan pihak perusahaan.
Kali ini, audiensi berkaitan dengan perjanjian management perusahaan tiga tahun yang lalu diduga tidak ada MoU tertulis hingga perwakilan masyarakat dan Ormas / LSM melakukan audensi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Audensi ini sempat memanas dimana ada satu perwakilan masyarakat yang menanyakan perijinan terkait pembangunan distributor perusahaan rokok ini, setelah mendapat penjelasan dari Lurah dan Camat Mangkubumi situasi ini mencair.
Salah satu tuntutan masyarakat di audensi ini pihak perusahaan harus menyerap aspirasi warga masyarakat kecamatan Mangkubumi untuk diberdayakan di perusahaan tersebut.
Tim Leader PT Sumber Cipta Multiniaga Indra Suprayoga sangat mengapresiasi masyarakat yang berada dilingkungan perusahaan telah mengajak berdialog.
“Audensi ini sekaligus moment untuk bersilaturahmi dengan manejemen yang sekarang, karena ada pergantian dari yang sebelumnya,” ucapnya.
Menurut Indra, pihaknya sempat kaget ada surat dari masyarakat untuk beraudien, tapi ini hanya miss komunikasi saja, terkait keinginan masyarakat yang dulu tertunda terkait MoU yang disinggung.
“Sebagai perwakilan dari perusahaan kami akan menyampaikan ke pusat secara tertulis dari tuntutan masyarakat RW 10 kelurahan Mangkubumi,” kata Indra.
Dia menegaskan, untuk masalah perekrutan tenaga kerja, pihak perusahaan akan selalu update ke masyarakat sekitar tentang lowongan pekerjaan.
Indra mempersilahkan warga mengajukan lamaran sesuai prosedur yang ditetapkan perusahaan, namun masalah diterima tidaknya itu tergantung pimpinan.
“Tetapi pihak kami selalu perwakilan di tasik akan merekomendasikan kalau pelamar yang ada di lingkungan perusahaan,” pungkas Indra
Sementara itu, ketua Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Mangkubumi Asep Nurbudi menyebut, audensi ini membawa tema menolak lupa.
Intinya jelas Asep, keinginan masyarakat terkait MoU yang sempat tertunda meminta kepada perusahaan segera membuatkan berita acara ditandatangani bersama.
“Saya mengharapkan kedepannya selalu terjalin komunikasi yang baik, ini akan berdampak pada kondusifitas wilayah yang aman dan nyaman,” tandas Asep
Nampak hadir dalam audensi ini Camat Mangkubumi Drs Selamet, Kapolsek Mangkubumi, Lurah Mangkubumi, Babinsa, Babinkamtibmas, perwakilan perusahaan dan unsur lainnya. (Sn)
![]()









Tinggalkan Balasan