Terdampak Kekeringan, Lurikto Optimis Produksi Gabah Petani Tetap Maksimal 

Rabu, 6 September 2023 - 20:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Barito Timur, MNP – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kabupaten Barito Timur, Lurikto mengatakan, dampak kekeringan akibat kemarau pada musim tanam Asep dari April sampai September tahun ini berimbas pada sektor pertanian sehingga berpotensi gagal panen disebagian wilayah.

Menurut Lurikto, sawah yang berpotensi gagal panen tersebut berada di wilayah kecamatan Paku, kecamatan Dusun Tengah dan kecamatan Pematang Karau. Sementara, untuk kecamatan Paku, desa Tampa, titiknya berada diwilayah Rantau Pusi.

“Sejauh ini langkah antisipasi oleh petani sudah dilakukan, yakni dengan sistem pompanisasi atau menyedot air dan menyalurkannya ke areal sawah untuk menjaga permukaan tanah tetap lembab,” terangnya saat disambangi awak media diruang kerjanya, Selasa (05/09/2023).

Lurikto menjelaskan, keringnya lahan persawahan di wilayah tersebut juga dikarenakan adanya perbaikan jaringan saluran irigasi.

“Walau demikian kita tetap bersyukur karena dengan baiknya saluran irigasi tersebut tentunya akan berdampak positif bagi para petani kita kedepannya nanti,” kata Lurikto.

Juga diungkapkan, langkah antisipasi dengan melakukan pompanisasi juga dilakukan diwilayah desa Kupang Bersih, kecamatan Pematang Karau.

“Namun untuk wilayah kecamatan Dusun Tengah pompanisasi masih belum dilakukan meskipun sebagian kecil areal persawahan mengalami kekeringan,” terang Lurikto.

Dia melanjutkan, saat ini pihaknya intens turun kelapangan untuk berkoordinasi langsung dengan petani sekaligus melihat langsung kondisi sawah petani.

Dari pantauan lapangan, sampai dengan saat ini, sawah yang mengalami kekeringan persentasenya lebih kecil. Sehingga Lurikto optimis, bila musim kemarau ini berakhir pertengahan September ini, produksi gabah petani tetap maksimal.

“Yang kita takutkan, bila kemarau tahun ini sampai bulan Oktober, potensi gagal panen akan menjadi lebih besar, tapi mudah-mudahan alam berpihak pada kita sehingga apa yang kita khawatirkan tidak terjadi,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Adi Suseno

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Bupati Bogor Tinjau Ratusan Siswa SMPN 1 dan 2 Dramaga Diduga Keracunan MBG
Pembangunan Drainase Sukamenak Rampung Sesuai Spesifikasi, Warga Sambut Lingkungan Lebih Nyaman
Kejutan Hari Sumpah Pemuda di Tasikmalaya, Ratusan Mahasiswa Demo, Gerbang DPRD Roboh
Semarak Mangkubumi Fest 2026: Sambut HUT ke-25 Kota Tasikmalaya Lewat Jalan Santai Bersedekah dan Sholawat
Ketum SWI Resmi Buka UKW Zona Kalsel: Cetak Jurnalis Kompeten Sesuai Standar Dewan Pers
IGORNAS Cup Kota Tasikmalaya Resmi Dibuka, Jaring Bibit Atlet SD
Polisi Ungkap Penyalahgunaan Solar Subsidi 8.400 Liter di Katibung
Polsek Patangkep Tutui Selidiki Temuan Mayat Perempuan Lansia dengan Luka Bakar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:21 WIB

Bupati Bogor Tinjau Ratusan Siswa SMPN 1 dan 2 Dramaga Diduga Keracunan MBG

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Pembangunan Drainase Sukamenak Rampung Sesuai Spesifikasi, Warga Sambut Lingkungan Lebih Nyaman

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Kejutan Hari Sumpah Pemuda di Tasikmalaya, Ratusan Mahasiswa Demo, Gerbang DPRD Roboh

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Semarak Mangkubumi Fest 2026: Sambut HUT ke-25 Kota Tasikmalaya Lewat Jalan Santai Bersedekah dan Sholawat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Ketum SWI Resmi Buka UKW Zona Kalsel: Cetak Jurnalis Kompeten Sesuai Standar Dewan Pers

Berita Terbaru