Tasikmalaya, MNP – Ormas Manggala Garuda Putih (MGP) DPC kota Tasikmalaya gelar silaturahmi dalam rangka mempererat tali persaudaraan sesama anggota sambil ngopi bareng.
Diketahui, acara ini berlangsung di perumahan Mega Mutiara Regensi blok D 120 RT 04 RW 09, jalan Arumba RT kelurahan Cibunigeulis kecamatan Bungusari kota Tasikmalaya, Sabtu 01/10/2022
Dalam kegiatan silaturahmi ini, kepengurusan baru MGP DPC kota Tasikmalaya membahas tentang persamaan persepsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal itu, agar bisa memberikan masukan serta menampung aspirasi bersama untuk melaksanakan kegiatan positif dan menjaga situasi Kota Tasikmalaya yang kondusif.
Ketua MGP DPC kota Tasikmalaya Yudi Hernadi mengatakan, selain menjaga nama baik organisasi, dirinya berharap MGP selalu menjaga persaudaraan, mengembangkan SDM Anggota.
“Juga menampung aspirasi pelaku seni budaya, karena kita punya visi dan misi kearah seni dan budaya,” ungkapnya, Sabtu malam tadi (01/10/2022).
Agenda utama dalam pertemuan kali ini, kata Yudi, adalah pembahasan rapat terkait keinginan Manggala dan kaum seni budaya kota Tasikmalaya ikut andil dalam kegiatan hari ulang tahun Kota Tasikmalaya ke 21 tanggal 18 Oktober 2022 dan pisah sambut Walikota Tasikmalaya tanggal 5 November 2022.
Selanjutnya terang Yudi, tujuan kegiatan ini, MGP juga akan mengajak pegiat seni budaya dengan berupaya melestarikan, mengadakan kegiatan pagelaran seni budaya masyarakat Sunda.
“Supaya bisa lebih menarik minat generasi muda dan menampung wadah bagi aspirasi orang seni yang sifatnya positif, khususnya di kota Tasikmalaya untuk lebih baik lagi pola pikir dengan budaya Sunda,” punya Yudi.
Terpisah, Bendahara ormas Manggala Garuda Putih DPC kota Tasikmalaya Rohman mengajak elemenan masyarkat harus menjadikan budaya lokal sebagai identitas.
“Karena dengan itu, menjadi salah satu cara untuk melestarikannya, memiliki rasa bangga terhadap budaya sendiri yang dimiliki di tengah tengah globalisasi.
Dengan begitu lanjut Rohman, generasi kita tidak akan mudah terpengaruh atau ikut ikutan terhadap adanya budaya luar yang masuk ke daerah.
“Sebuah kesempatan buat kita nanti diacara ulang tahun kota Tasikmalaya ke 21 dan pisah sambut Walikota bulan November mendatang, kita bisa perkenalkan kembali seni budaya seperti seni lengser, seni pencak silat, Calung , lais, karinding, dan Debus,” pungkas Rohman. (Sn).
![]()









Tinggalkan Balasan