Enrekang, MNP – Teriakan warga “Penjual Pupuk Bupatiku” terdengar keras saat Kampanye Yusuf Ritangnga di Kecamatan Cendana Enrekang
Saat itu, Calon Bupati Enrekang Nomor Urut Dua melakukan kampanye tatap muka di Dusun Pudukku Dalam, Desa Pundi Lemo, Kec. Cendana, Rabu, 16 Oktober 2024.
Terlihat antusias warga pun menyambut rombongan tim yang dihadiri Calon Bupati Enrekang Muh. Yusuf Ritangnga dan Tiga Anggota Legislator Partai Nasdem, H. Arsyad Gawi, Mukhlis dan Dedi Abrar Hamsir. Legislator PPP Run Jaya Kasmidi, Legislator PKB Makin, dan Legislator PKS Asrul Anas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dihadapan warga, Yusuf Ritangnga menceritakan bagaimana ia terpanggil untuk terjun ke dunia politik yang sebelumnya tidak pernah ia pikirkan.
“Saya terpanggil untuk mencurahkan pikiran dan pengalaman saya yang puluhan tahun ada di dunia bisnis, khususnya di bidang Pertanian,” kata Yusuf Ritangnga yang biasa disapa Aji Ucu.

Aji Ucu mengatakan bahwa disadari bahwa awalnya ia terus belajar dan akan terus belajar dengan keras untuk bisa memperbaiki diri agar mampu menjadi leader yang baik untuk kemajuan Kabupaten Enrekang yang kita cintai
“Akhirnya, saya berjuang keras untuk melatih diri sebab saya sadar akan ada amanah yg besar diperjuangkan untuk membawa daerah ini semakin berkembang,” kata dia.
Pilihan untuk terjun dalam Pilkada ini, lanjut Aji Ucu, adalah pilihan untuk mengabdi secara total dan memikirkan bagaimana untuk bisa sama-sama berbuat yang terbaik bagi Bumi Massenrempulu.
“Kita sudah siapkan Visi dan Misi yang akan kita laksanakan untuk mencapai Kesejahteraan bagi Masyarakat di daerah tercinta ini,” ujar Yusuf Ritangnga.
Salah satu Legislator dari Partai Nasdem Dedi Abrar Hamsir Dedi menambahkan bahwa saat ini ada lelah yang harus ditahan sebab ada harapan yang akan kita perjuangkan.
“Kita telah melihat bagaimana sosok Aji Ucu memiliki kecintaan yang tulus untuk mau terjun dan memberikan kontribusi untuk kemajuan daerah ini,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Mat
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan