Tulang Bawang, MNP – Masyarakat Kampung Batu Ampar Kecamatan Gedung Aji Baru Kabupaten Tulang Bawang dikagetkan dengan dugaan kasus pelecehan seksual.
Mirisnya, perbuatan nista tersebut dilakukan oleh oknum pengurus Pondok Pesantren (Pontren) Al Hikmah terhadap Santriwati dibawah umur.
Saat tim media dan lembaga melakukan investigasi ke pondok Al Hikmah guna konfirmasi rumor tersebut kepada pihak pengurus pondok, Ustad Muhamad Aris Udin sedang tidak berada di tempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, tim media berhasil bertemu dengan Nur Kamim selaku wakil pengurus Pondok Al Hikmah, Kamis (04/05/2023).
Kepada awak media, Nur Kamim membenarkan telah terjadi dugaan pelecehan seksual di Pondok Al Hikmah yang dilakukan Aris salah seorang pengurus.
“Tapi pak, saya tidak tahu persis, kejadiannya habis lebaran kemarin, itu kan di lakukan oleh pak Aris sendiri, jadi saya tidak tahu,” ucapnya sembari ketawa.
Nur Kamim juga saat diwawancara membeberkan jumlah korban kasus asusila yang pernah dilakukan oleh Aris.
“Setahu saya, ada beberapa korban Santriwati yang dilecehkan seksual oleh pak Aris. Ada lima santri bang,” ungkap Nur kepada awak media sambil melihatkan daftar santri korban pelecehan seksual.
“Satu santri dari Desa Sidang Bandar Anom, tiga santri dari Desa Sidang Kurnia Agung dan satu santri desa Gajah Mati. Semua dibawah umur,” jelas Nur.
Dia pun mencoba menghubungi Aris yang diduga pelaku pelecehan, namun sayang yang bersangkutan tidak bisa diajak berkomunikasi.
“Pak Aris tidak bisa dihubungi, ini tadi saya hanya bisa menghubungi dan berkomunikasi dengan pengacaranya pak Aris, saudara Tri Vatmoko. Kata pak Tri kalau mau diproses silahkan dan laporkan secara hukum saja, tidak apa apa,” cetus Nur menirukan suara pengacara pelaku.
Guna berita yang berimbang, tim media mencoba mengkonfirmasi salah satu korban, tapi hanya bisa menemui kakek salah satu Santriwati insial JM, karena korban yang berinisial KM sudah tidak ditempat, pulang ke Desa Sidang Kurnia Agung.
Kakek korban juga saat dikonfirmasi membenarkan jika cucunya menjadi salah satu korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh pengurus pondok Al Hikmah.
Namun sayang, ketika ditanya kronologis kejadian, kakek KM mengaku tidak tahu persis, hanya membenarkan saja cucunya salah satu korban pengurus Pondok Al Hikmah.
Kakek korban menceritakan, dirinya sempat berkumpul di pondok dan dihadir juga Pak Lurah Hendi, guna menanyakan kasus tersebut kepada Aris.
Pelaku juga kata kakek korban, mengakui sudah melakukan pelecehan seksual kepada para santriwati yaitu menyuruh memegang kemaluannya.
“Alasan (modus, red) Aris guna mengetes keimanan para santriwati saja. Pernyataan itu dikuatkan juga oleh pengakuan para korban,” tutur JM.
Menyikapi kasus bejat , Ketua Umum DPP BAIN-HAM-RI Ferry Saputra YS angkat bicara. Dengan nada berang, dia meminta kepolisian menangkap dan menahan pelaku oknum pengurus Pondok Al Hikmah atas nama Aris.
“Kami juga meminta KPAI segera melakukan pendampingan terhadap korban-korbannya,” pungkas Ferry Saputra. (Hidayat)
![]()










Tinggalkan Balasan