Restu Kiai Mengalir, Gus Gudfan Dinilai Kian Menguat Kandidat Ketua Umum PBNU

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, MNP – Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung bulan depan, dinamika bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin menghangat.

Salah satu nama yang banyak diperbincangkan adalah H. Gudfan Arif Ghofur atau yang akrab disapa Gus Gudfan.

Sejumlah pemberitaan media menyebutkan bahwa dukungan terhadap Bendahara Umum PBNU tersebut terus mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari para kiai, pengurus wilayah (PWNU), pengurus cabang (PCNU), hingga aktivis Nahdlatul Ulama.

Mereka menilai Gus Gudfan sebagai sosok yang memiliki kapasitas untuk memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut di era abad kedua NU.

Perhatian publik juga tertuju pada pandangan ulama kharismatik KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) terhadap sosok Gus Gudfan.

Dalam salah satu pemberitaan media, Gus Baha dikutip menyampaikan ungkapan berbahasa Jawa, “Hla wong dia putune,” yang dipahami sebagai penegasan mengenai garis keturunan ulama yang dimiliki Gus Gudfan.

Dalam pemberitaan tersebut dijelaskan bahwa menurut pandangan Gus Baha, nasab bukan sekadar kebanggaan genealogis, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui akhlak, pengabdian, serta kemanfaatan bagi umat. Nilai-nilai itu disebut tercermin dalam perjalanan pengabdian Gus Gudfan selama ini.

Sementara itu, KH Muhammad Zaim Ahmad Ma’shoem juga memberikan penilaian positif terhadap Gus Gudfan.

Ia menyebut Gus Gudfan sebagai figur yang tumbuh dari tradisi pesantren sekaligus memiliki kemampuan menjawab tantangan zaman, terutama dalam upaya memperkuat kemandirian ekonomi umat.

Selain dikenal sebagai kader NU, Gus Gudfan juga memiliki latar belakang sebagai keturunan Wali Songo. Dari garis ayah, ia disebut merupakan keturunan ke-16 Sunan Drajat, sedangkan dari garis ibu berasal dari keturunan Sunan Giri.

Latar belakang tersebut dinilai membentuk karakter kepemimpinannya yang berpijak pada nilai-nilai keislaman dan tradisi pesantren.

Pendidikan yang ditempuh di Pesantren Manbaul Ma’arif Denanyar, serta pengamalannya dalam Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah, disebut turut membentuk kematangan spiritual dan kehati-hatian dalam menjalankan amanah organisasi.

Di bidang profesional, Gus Gudfan memiliki pengalaman sebagai pengusaha di sektor minyak dan gas, petrokimia, hingga pertambangan batu bara. Pengalaman tersebut dinilai menjadi bekal dalam mendorong kemandirian ekonomi warga Nahdlatul Ulama.

Adapun dalam perjalanan organisasinya, Gus Gudfan meniti proses kaderisasi dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), kemudian dipercaya sebagai Bendahara PP Pagar Nusa, Bendahara RMI PWNU Jawa Timur, hingga menjabat sebagai Bendahara Umum PBNU.

Meski lebih banyak dikenal sebagai sosok yang bekerja di balik layar, rekam jejaknya dalam mengelola organisasi berskala nasional dinilai menjadi salah satu modal penting apabila mendapat amanah memimpin PBNU.

Dengan berbagai dukungan yang terus bermunculan, nama Gus Gudfan dinilai menjadi salah satu figur yang diperhitungkan dalam bursa Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35.

Meski demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan para peserta muktamar sesuai mekanisme organisasi Nahdlatul Ulama.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Cegah Karhutla, Warga Bisa Laporkan Titik Api Lewat Siger Lampung Presisi
Ketagihan Transaksi COD Obat Keras di Garut, Pria Asal Malangbong Berujung di Sel Tahanan
Pajak Truk Sampah DLH Kota Bogor Mati, FJP2 Pertanyakan Efektifitas Anggaran Operasional
Langkah Strategis! FH UNSA Audiensi ke KPU Sulsel, Siap Teken MoU Perkuat Demokrasi Pemilu
Pemkab Garut Apresiasi Pelantikan Pengurus Paguron Pencak Silat Pusaka Riksa Diri Periode 2026-2030
Memimpin Sejak Dini, SD Islam Al-Jamal Tasikmalaya Gelar Pemilu Raya Ketua IKSAL Berbasis Digital
Puskesmas Cisayong Gelar Pengobatan dan Pemeriksaan Kesehatan Lansia di Desa Santanamekar
Seru! Usai KKN, Mahasiswa UNSA Gelar Camp Silaturahim di Bisolloro Gowa, Lintas Fakultas Makin Kompak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 07:42 WIB

Cegah Karhutla, Warga Bisa Laporkan Titik Api Lewat Siger Lampung Presisi

Senin, 21 September 2026 - 17:51 WIB

Ketagihan Transaksi COD Obat Keras di Garut, Pria Asal Malangbong Berujung di Sel Tahanan

Senin, 21 September 2026 - 17:38 WIB

Pajak Truk Sampah DLH Kota Bogor Mati, FJP2 Pertanyakan Efektifitas Anggaran Operasional

Senin, 21 September 2026 - 15:27 WIB

Langkah Strategis! FH UNSA Audiensi ke KPU Sulsel, Siap Teken MoU Perkuat Demokrasi Pemilu

Senin, 21 September 2026 - 12:38 WIB

Pemkab Garut Apresiasi Pelantikan Pengurus Paguron Pencak Silat Pusaka Riksa Diri Periode 2026-2030

Berita Terbaru