Puluhan Pekerja KSO CV Java Victory Bertahan di PT SBL, Karyawan Resah Minta Aparat Turun Tangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INDRAGIRI HULU, MNP — Situasi di sekitar kawasan PT Sawit Bertuah Lestari (SBL), Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau, kembali menjadi perhatian.

Puluhan pekerja yang disebut berasal dari Medan dan tergabung dalam KSO CV Java Victory masih terlihat berada di sekitar kawasan perusahaan. 07/10/2026

Informasi yang dihimpun menyebutkan, jumlah pekerja tersebut sekitar 42 orang. Mereka disebut-sebut mengaku sebagai bagian dari kelompok yang berkaitan dengan Agrinas.

Namun, terkait status, kewenangan, serta legalitas keberadaan kelompok tersebut di lokasi PT SBL, masih diperlukan penjelasan dan verifikasi dari pihak-pihak terkait.

Keberadaan puluhan orang tersebut disebut mulai menimbulkan keresahan di kalangan karyawan PT SBL maupun masyarakat sekitar.

Menurut informasi yang diterima media, sebagian pekerja KSO CV Java Victory disebut bermalam di teras masjid dan sebagian lainnya tidur di kolong jembatan sekitar lokasi.

Kondisi tersebut dikeluhkan kariawan karena keberadaan mereka di area masjid dinilai mengganggu aktivitas masyarakat yang hendak melaksanakan ibadah.

Selain itu, fasilitas toilet masjid juga disebut mengalami masalah hingga mampet setelah digunakan secara bersama-sama.

Tidak hanya itu, karyawan juga menyampaikan adanya tanaman singkong di sekitar lokasi yang dicabut dan sebagian dibakar untuk kemudian dikonsumsi oleh rombongan tersebut.

Persoalan lain yang membuat karyawan PT SBL semakin khawatir adalah adanya informasi mengenai kehilangan sebuah telepon seluler (HP) dari salah satu rumah karyawan.

Namun, kejadian kehilangan tersebut masih perlu ditelusuri dan dipastikan melalui laporan maupun keterangan resmi pihak yang berwenang.

Tidak tepat jika kehilangan tersebut langsung dikaitkan dengan rombongan KSO CV Java Victory tanpa adanya bukti atau hasil penyelidikan.

Sejumlah karyawan mengaku merasa tidak nyaman dengan kondisi tersebut. Kekhawatiran semakin meningkat karena mereka harus meninggalkan rumah untuk bekerja, sementara puluhan orang dari luar daerah masih berada di sekitar kawasan tempat tinggal mereka.

Keresahan juga semakin meningkat setelah muncul informasi dari pihak tertentu yang menyebutkan adanya rencana penambahan massa atau pekerja hingga sekitar 300 orang.

Karyawan menilai situasi tersebut berpotensi menimbulkan persoalan yang lebih besar apabila tidak segera ditangani dan diklarifikasi oleh pihak yang berwenang.

Karyawan meminta agar aparat dan instansi terkait segera turun ke lapangan untuk memastikan status keberadaan rombongan tersebut, memeriksa dokumen atau dasar hukum mereka berada di kawasan PT SBL, serta mencegah terjadinya gesekan antara kelompok yang berada di lokasi dengan karyawan maupun masyarakat.

Karyawan yang meminta namanya tidak dipublikasikan berharap persoalan tersebut segera mendapatkan penanganan.

“Kami hanya ingin suasana aman dan nyaman. Karyawan bisa bekerja dengan tenang dan masyarakat bisa beribadah tanpa terganggu. Kalau memang ada dasar hukumnya, silakan dijelaskan secara terang kepada masyarakat,” ujarnya.

Warga juga berharap persoalan tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut. Aparat diminta mengambil langkah persuasif dan sesuai hukum sebelum situasi berkembang menjadi konflik terbuka.

Hingga berita ini diturunkan, keberadaan puluhan pekerja KSO CV Java Victory di sekitar PT SBL masih menjadi sorotan.

Masyarakat menunggu kejelasan mengenai dasar keberadaan mereka, hubungan KSO CV Java Victory dengan pihak yang disebut Agrinas, serta apakah keberadaan dan aktivitas mereka telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Media juga membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak PT SBL, KSO CV Java Victory, Agrinas, aparat keamanan, maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan secara resmi.

Loading

Penulis : Jun

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Guru Disorot, Kepsek Dinonaktifkan, Kasus Bullying Siswa SDN 01 Kebondalem Pemalang Mencuat ke Nasional
Edukasi Gerakan Indihiang Bersedekah: Pilah Sampah, Jaga Lingkungan Sekaligus Berbagi
DPD IPK Pakpak Bharat Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Dusun Natam Julu
AMPKP Desak KPK-RI Ambil Alih dan Dalami Kasus Import Sianida PT PPI
Bhabinkamtibmas Kuala Cenaku Dorong Warga Kembangkan Ketahanan Pangan Lewat Budidaya Timun
“Langkah Santun, Jiwa Tangguh”: 70 UMKM Ramaikan HUT ke-25 Kota Tasikmalaya, Mandiri Tanpa Bebankan APBD
Dosen UNIMEN Mustamin Raih Gelar Doktor, Lahirkan Model PM2ZB dan Aplikasi ‘Rumah Mustahik’
Rotasi Kepala Sekolah Disdik Kota Tasikmalaya Dipertanyakan, Tiga Orang Dikembalikan Jadi Guru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Guru Disorot, Kepsek Dinonaktifkan, Kasus Bullying Siswa SDN 01 Kebondalem Pemalang Mencuat ke Nasional

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Edukasi Gerakan Indihiang Bersedekah: Pilah Sampah, Jaga Lingkungan Sekaligus Berbagi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:31 WIB

DPD IPK Pakpak Bharat Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Dusun Natam Julu

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Puluhan Pekerja KSO CV Java Victory Bertahan di PT SBL, Karyawan Resah Minta Aparat Turun Tangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:03 WIB

AMPKP Desak KPK-RI Ambil Alih dan Dalami Kasus Import Sianida PT PPI

Berita Terbaru