Program MBG Dinilai Membunuh Pedagang Kecil, Anggota DPRD PKB Desak Evaluasi

Senin, 22 September 2025 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat kembali menuai kritik.

Angga Yogaswara, anggota DPRD dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tasikmalaya menilai program ini justru berpotensi mematikan pedagang kecil.

Pasalnya dengan adanya program MBG ini, khususnya pelaku usaha mikro yang selama ini menggantungkan hidup dari berjualan makanan di sekitar sekolah minus pendapatan.

Menurutnya, meskipun tujuan utama MBG adalah mulia—yaitu meningkatkan asupan gizi pelajar di seluruh Indonesia—namun implementasinya belum menyentuh aspek pemerataan dan justru menimbulkan efek samping negatif.

Banyak pedagang kecil yang biasanya menjual makanan ringan dan sarapan kepada siswa kini kehilangan pembeli karena distribusi makanan gratis difokuskan melalui mekanisme tertentu yang tidak melibatkan mereka.

“Program ini sesungguhnya membunuh pedagang kecil. Mereka kehilangan pemasukan harian karena siswa sudah disediakan makan gratis. Padahal, usaha kecil ini menjadi tulang punggung ekonomi keluarga,” tegas Angga saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (22/9/2025).

Ia menambahkan, ketimbang digulirkan secara besar-besaran dalam bentuk makanan gratis, alokasi anggaran MBG lebih baik dialihkan untuk subsidi kebutuhan dasar lain yang lebih mendesak, seperti bahan bakar minyak (BBM) dan pupuk.

Menurut Angga, hal ini akan memberi dampak lebih luas bagi masyarakat, terutama petani dan sektor transportasi yang sedang menanggung beban berat akibat kenaikan harga.

“Jika pemerintah ingin benar-benar meringankan beban masyarakat, subsidi BBM dan pupuk jauh lebih strategis. Dengan begitu, harga kebutuhan pokok bisa terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.

Lebih jauh, Angga juga menyoroti aspek pemerataan dalam pelaksanaan MBG. Ia menyebut banyak anak-anak yang justru tidak terjangkau oleh program ini.

Misalnya, anak-anak putus sekolah, anak jalanan, maupun kelompok rentan lain yang tidak masuk dalam sasaran distribusi MBG.

“Banyak anak di luar sekolah yang tidak tersentuh program ini. Contohnya anak jalanan, bahkan ada komunitas seperti manusia silver yang jelas-jelas masih anak-anak, namun mereka tidak mendapatkan MBG. Jadi, di mana letak keadilan dan pemerataannya?” katanya.

Atas dasar itu, Angga menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh dari pemerintah pusat. Ia mendesak agar program MBG tidak hanya berorientasi pada pencitraan politik atau seremonial semata, melainkan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Evaluasi itu, menurutnya, harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari DPR, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha kecil yang terdampak langsung.

“Evaluasi menyeluruh itu mendesak dilakukan. Jangan sampai niat baik justru menimbulkan masalah baru. Pedagang kecil harus dilibatkan, anak-anak jalanan jangan ditinggalkan, dan anggaran negara harus digunakan seefektif mungkin,” pungkasnya.

Sejauh ini, pemerintah pusat masih terus menjalankan program MBG dengan target menjangkau jutaan pelajar di seluruh Indonesia.

Namun, kritik dari berbagai kalangan, termasuk legislator daerah seperti Angga Yogaswara, menjadi catatan penting agar pelaksanaan program ini benar-benar sesuai harapan dan tidak menimbulkan ketidakadilan baru di tengah masyarakat.

Loading

Penulis : SN

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Audiensi Tantrib di Sukamaju Kidul, Bahas Peredaran Miras
Pangdam III/Siliwangi Kukuhkan Pengurus Pencak Silat Militer Jawa Barat dan Banten
Hari Bhayangkara ke-80, Sat Polair Polres Lampung Selatan Gelar Khitan Massal dan Donor Darah
Disdukcapil Jeneponto Rampungkan Pemadanan 13 Ribu Data KRS, Ini Rincian Hasilnya
Polres Pakpak Bharat Ringkus Dua Pria Pengedar dan Pengguna Sabu di Sibande
Perbaikan Lantai Jembatan Melintut Masuk Program Tahun 2026, Gunakan Teknik Konstruksi Siap Pakai
Geger! Warga Garut Temukan Bayi Laki-laki dalam Tas Tergeletak di Gang Masjid
Misteri Dugaan Proyek Fiktif Badampu–Bantayum, Antara Ada dan Tiada?

Satu tanggapan untuk “Program MBG Dinilai Membunuh Pedagang Kecil, Anggota DPRD PKB Desak Evaluasi”

  1. Setuju, saya sendiri pedagang di sekolahan, sekarang sepi banget jualan, coba pakk presiden suruhdagqng sehari saja, biar tau rasanya jadi pedagang kaki lima yang terdpak progam MBG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:13 WIB

Audiensi Tantrib di Sukamaju Kidul, Bahas Peredaran Miras

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:02 WIB

Pangdam III/Siliwangi Kukuhkan Pengurus Pencak Silat Militer Jawa Barat dan Banten

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:47 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Sat Polair Polres Lampung Selatan Gelar Khitan Massal dan Donor Darah

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:27 WIB

Disdukcapil Jeneponto Rampungkan Pemadanan 13 Ribu Data KRS, Ini Rincian Hasilnya

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:17 WIB

Polres Pakpak Bharat Ringkus Dua Pria Pengedar dan Pengguna Sabu di Sibande

Berita Terbaru

Berita terbaru

Audiensi Tantrib di Sukamaju Kidul, Bahas Peredaran Miras

Rabu, 10 Jun 2026 - 16:13 WIB