Produk Sendal Lokal Terancam Punah, Ketua PRAKATAS Minta Pemkot Tasikmalaya Turun Tangan

Rabu, 30 Juli 2025 - 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP — Industri sandal khas Tasikmalaya kini berada dalam situasi genting. Produk-produk impor asal Cina terus membanjiri pasar lokal dengan harga murah.

Hal itu berdampak signifikan bagi stabilitas marketing lokal dan membuat para pelaku usaha sandal rumahan semakin terdesak bahkan terancam gulung tikar.

H. Beben, Ketua PRAKATAS (Perkumpulan Pengrajin Sendal Tasikmalaya) yang juga pengusaha sandal asal Mangkubumi angkat bicara.

Dia menyatakan bahwa kondisi ini sudah sangat mengkhawatirkan dan mendesak Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk segera bertindak.

“Produk sandal dari Cina dijual sangat murah. Kami jelas tidak bisa bersaing dari segi harga. Banyak pengrajin kecil yang akhirnya berhenti produksi karena tidak kuat menanggung kerugian,” kata H. Beben saat ditemui di kediamannya, Rabu (30/07/2025).

Ia menyebutkan bahwa sentra-sentra produksi sandal di wilayah Mangkubumi yang dulu sempat ramai, kini mulai sepi dan tidak lagi beroperasi. Bahkan beberapa rumah produksi sudah dialihfungsikan menjadi tempat usaha lain.

Menurutnya, jika tidak segera diatasi, lima tahun ke depan industri sandal Tasikmalaya bisa tinggal sejarah.

“Kami di PRAKATAS sangat prihatin. Ini bukan cuma soal ekonomi, tapi juga soal jati diri Tasikmalaya. Sandal itu produk budaya sekaligus ikon kota kita,” ujarnya.

H. Beben berharap Pemkot Tasikmalaya tidak hanya hadir secara seremonial saat pameran atau festival, melainkan benar-benar memberikan dukungan nyata kepada para pengrajin.

Ia mengusulkan adanya program pelatihan inovasi desain, akses bahan baku dengan harga terjangkau, bantuan permodalan berbasis koperasi, serta dukungan pemasaran digital melalui e-katalog dan media sosial.

Selain itu, H. Beben menyoroti pentingnya kebijakan perlindungan terhadap produk lokal.

Ia mendorong adanya regulasi yang membatasi masuknya barang impor murah ke pasar tradisional dan memberi ruang lebih besar bagi produk lokal untuk berkembang di pusat-pusat perbelanjaan.

“Kita tidak anti-impor, tapi kalau terus dibiarkan tanpa perlindungan, produk lokal akan mati pelan-pelan. Padahal ini sumber nafkah ribuan warga,” tegasnya.

Sebagai Ketua PRAKATAS, H. Beben juga mengajak masyarakat untuk lebih mencintai produk buatan sendiri. Ia percaya bahwa kualitas sendal lokal Tasikmalaya tidak kalah dengan produk luar, hanya perlu sedikit dorongan dan perhatian dari semua pihak.

Industri sandal Tasikmalaya bukan sekadar usaha ekonomi, tetapi juga cermin dari kreativitas dan kearifan lokal.

Jika tidak diselamatkan sekarang, maka yang hilang bukan hanya lapangan pekerjaan, tetapi juga warisan budaya yang telah melekat kuat dalam identitas masyarakat Kota Resik ini.

Loading

Penulis : SN

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Camat Paku Salurkan Bantuan Air Bersih ke Desa Simpang Bingkuang
Penataan PKL Dadaha, Dodo Rosada: Jangan Selesaikan Masalah dengan Masalah Baru
Buat Konten Gaya-Gayaan Pakai Celurit, Pria di Garut Berujung Penangkapan Polisi
19 Kali Beraksi, Polres Garut Ringkus Tiga Pelaku Pembobol Minimarket 
Lima Fraksi DPRD Bartim Setujui Pembahasan Bersama Raperda APBD 2027
DPRD Bartim Gelar Rapat Paripurna, Pemkab Sampaikan Penjelasan Raperda Pendapatan Daerah 2027
AKBP Iqbal Sangaji Resmi Pimpin Polres Bartim, Bupati M. Yamin Harapkan Sinergi Makin Solid
Sekda Jeneponto Pantau Tiga SPBU, Warga Diimbau Tidak Panic Buying BBM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 22:09 WIB

Camat Paku Salurkan Bantuan Air Bersih ke Desa Simpang Bingkuang

Jumat, 11 September 2026 - 17:32 WIB

Penataan PKL Dadaha, Dodo Rosada: Jangan Selesaikan Masalah dengan Masalah Baru

Jumat, 11 September 2026 - 15:27 WIB

Buat Konten Gaya-Gayaan Pakai Celurit, Pria di Garut Berujung Penangkapan Polisi

Jumat, 11 September 2026 - 15:10 WIB

19 Kali Beraksi, Polres Garut Ringkus Tiga Pelaku Pembobol Minimarket 

Jumat, 11 September 2026 - 14:56 WIB

Lima Fraksi DPRD Bartim Setujui Pembahasan Bersama Raperda APBD 2027

Berita Terbaru

Barito Timur

Camat Paku Salurkan Bantuan Air Bersih ke Desa Simpang Bingkuang

Jumat, 11 Sep 2026 - 22:09 WIB