KUALA CENAKU, MNP – Sosok anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dari Polsek Kuala Cenaku ini patut menjadi inspirasi.
Ia adalah Aipda Zulkifli, SH, seorang Bhabinkamtibmas yang bertugas di Desa Kuala Mulya dan Desa Tanjung Sari, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. 5 Maret 2026.
Di tengah kesibukannya sebagai aparat negara, Aipda Zulkifli tetap memilih menjalani pekerjaan sampingan sebagai buruh pemuat barang bekas (butut).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baginya, tidak ada pekerjaan yang hina selama dilakukan dengan cara yang halal dan penuh tanggung jawab.
Keputusan itu bukan karena kekurangan, melainkan cerminan etos kerja dan komitmennya dalam menafkahi keluarga.
Sebagai Bhabinkamtibmas di Desa Kuala Mulya dan Desa Tanjung Sari, Aipda Zulkifli dikenal aktif dan disiplin dalam bertugas.
Ia rutin menyambangi warga, menghadiri kegiatan masyarakat, serta menjadi penengah dalam setiap persoalan yang muncul di desa binaannya.
Warga mengenalnya sebagai sosok yang ramah, mudah diajak berdiskusi, dan selalu mengedepankan pendekatan persuasif.
Dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan, ia senantiasa mengayomi dan melindungi masyarakat tanpa membeda-bedakan latar belakang.
“Pak Zulkifli itu orangnya sederhana dan dekat dengan warga. Kami tidak pernah sungkan untuk menyampaikan keluhan atau persoalan,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Desa Kuala Mulya.
Di luar jam dinas, pemandangan berbeda terlihat. Dengan pakaian sederhana, Aipda Zulkifli tampak membantu memuat barang-barang bekas Ia bekerja bersama buruh lainnya, mengangkat dan menyusun barang tanpa rasa gengsi.
Bagi Aipda Zulkifli, bekerja keras adalah bagian dari prinsip hidup yang ia pegang teguh. Ia percaya bahwa rezeki harus diupayakan dengan sungguh-sungguh, dan kerja keras adalah bentuk tanggung jawab seorang kepala keluarga.
“Selama pekerjaan itu halal dan tidak mengganggu tugas sebagai anggota Polri, saya jalani dengan ikhlas,” ungkapnya singkat.
Di tengah citra aparat yang kerap dikaitkan dengan jabatan dan kewenangan, Aipda Zulkifli justru menunjukkan sisi lain: kerendahan hati dan kesederhanaan.
Meski bukan berasal dari keluarga kekurangan, ia tetap memilih untuk terus produktif dan tidak bergantung pada satu sumber penghasilan.
Sikapnya mencerminkan nilai-nilai luhur yang juga dijunjung tinggi dalam tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia, yakni pengabdian tanpa pamrih, kedisiplinan, serta kedekatan dengan masyarakat.
Kisah Aipda Zulkifli menjadi bukti bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh jenis pekerjaannya, melainkan oleh integritas, tanggung jawab, dan ketulusan dalam menjalani peran.
Di satu sisi ia adalah aparat penegak hukum yang tegas dan disiplin, di sisi lain ia adalah pekerja keras yang rela berkeringat demi keluarga.
Kombinasi inilah yang membuatnya dihormati, baik sebagai anggota Polri maupun sebagai bagian dari masyarakat Kecamatan Kuala Cenaku.
Semangat kerja keras, rendah hati, dan pengabdian yang ditunjukkan Aipda Zulkifli, SH, diharapkan dapat menjadi inspirasi, tidak hanya bagi sesama anggota Polri, tetapi juga bagi masyarakat luas.
Dalam kesederhanaannya, ia membuktikan bahwa kehormatan sejati lahir dari ketulusan dan tanggung jawab.
![]()
Penulis : Jun
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan