Penyesuaian Jam Pulang Sekolah, Bupati Tasikmalaya akan Kumpulkan Kepala SD

Rabu, 3 September 2025 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, mengambil langkah cepat menyusul munculnya perbedaan pemahaman terkait aturan jam pulang sekolah dasar (SD) di wilayahnya.

Kebijakan yang semestinya menjadi penyelaras antara pendidikan formal dan pendidikan agama non-formal ini justru sempat menimbulkan kebingungan di lapangan.

Sumber persoalannya bermula dari Surat Edaran (SE) Bupati Nomor 0023 Tahun 2025 yang menyebutkan jam pulang siswa SD ditetapkan pada pukul 12.15 atau 12.30 siang, tepat setelah pelaksanaan salat Zuhur berjamaah.

Penyesuaian ini dimaksudkan agar anak-anak memiliki waktu luang yang cukup sebelum mengikuti kegiatan belajar agama di madrasah diniah takmiliyah (MDT) yang umumnya dimulai pukul 14.00.

Cecep menjelaskan, ketentuan itu juga sekaligus menegaskan penerapan sistem lima hari sekolah dari sebelumnya enam hari. Dengan pola baru, total jam pelajaran di SD tetap terpenuhi.

“Satu jam pelajaran untuk SD itu 35 menit, bukan 60 menit. Jadi kalau dihitung tujuh jam pelajaran, termasuk istirahat, salat Zuhur, sampai program makan bergizi gratis, sebenarnya selesai sebelum pukul 13.00,” kata Cecep, Selasa (2/9/2025).

Namun, kenyataannya tidak semua sekolah menerjemahkan aturan itu dengan cara yang sama. Ada sekolah yang menganggap satu jam pelajaran setara dengan satu jam penuh.

Akibatnya, jam pulang siswa menjadi lebih larut, bahkan melampaui pukul 13.00. Hal ini tentu mengurangi jeda waktu anak sebelum masuk ke madrasah sore.

“Kalau dihitung dengan benar, seharusnya tidak ada yang melewati pukul 13.00. Mungkin ada sekolah yang salah paham, dikira jam pelajaran itu 60 menit. Padahal sudah jelas 35 menit. Kalau salah tafsir, akhirnya anak-anak yang rugi,” tambahnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Cecep menegaskan akan segera mengumpulkan seluruh kepala sekolah dasar di Kabupaten Tasikmalaya.

Pertemuan itu rencananya digelar dalam waktu dekat, kemungkinan pada Kamis 4 September 2025. Forum ini diharapkan bisa menjadi ruang penyamaan persepsi sekaligus penegasan kembali teknis penerapan jam pulang sesuai aturan yang sudah ditetapkan.

Menurut Cecep, kebijakan ini bukan sekadar soal jam sekolah, melainkan upaya besar menyelaraskan antara pendidikan umum dan pendidikan agama.

Ia menilai, jika jadwal sekolah dan MDT bisa berjalan beriringan tanpa saling tumpang tindih, anak-anak akan mendapatkan pengalaman belajar yang lebih utuh.

“Kita ingin anak-anak dapat pendidikan formal di sekolah dan juga tetap bisa belajar agama di diniah. Kalau waktunya jelas, mereka tidak akan merasa terburu-buru atau kelelahan,” ujarnya.

Bupati juga berharap setelah pertemuan dengan kepala sekolah, tidak ada lagi perbedaan interpretasi yang menimbulkan masalah di lapangan. Ia menekankan, sekolah harus mengikuti aturan yang sudah dibuat agar tujuan kebijakan ini benar-benar tercapai.

Dengan langkah cepat ini, Pemkab Tasikmalaya ingin memastikan bahwa program lima hari sekolah sekaligus integrasi dengan pendidikan keagamaan berjalan efektif.

Harapannya, anak-anak Tasikmalaya tetap bisa tumbuh dengan bekal ilmu pengetahuan umum sekaligus pendidikan agama yang kuat, tanpa ada yang harus dikorbankan.

Loading

Penulis : SN

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Pastikan Dapur Bersih dan Klinik Standar, Ditjenpas Sambangi Rutan Kelas I Jakarta Pusat
Ketua AWIBB Jabar Puji Kades Sukamulya, Dobrak Stigma Dinasti Keluarga
Bupati Paris Yasir Buka Rakor TIMPORA, Dorong Sinergi Pengawasan Orang Asing di Jeneponto
Milad IGRA ke-24, Bupati Cecep Tekankan Pentingnya Peningkatan Kualitas Guru RA dan Pendidikan Anak Usia Dini
Datangi Kejari Pemalang, Yayasan Cakrawala Minta Transparansi Kasus Dana Hibah Dindikpora 2024
‎Dandim 0611/Garut Pimpin Langsung Olahraga Bersama, Perkuat Soliditas Prajurit
Tolak Jadi Generasi Rapuh! Pemuda Bungursari Dibekali Edukasi Organisasi dan Seni Budaya
Inspektorat Bartim Kebut Hitung Kerugian Negara Kasus Perumdam Tirta Janang, Target Tuntas Desember 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 19:09 WIB

Pastikan Dapur Bersih dan Klinik Standar, Ditjenpas Sambangi Rutan Kelas I Jakarta Pusat

Selasa, 3 November 2026 - 19:00 WIB

Ketua AWIBB Jabar Puji Kades Sukamulya, Dobrak Stigma Dinasti Keluarga

Selasa, 3 November 2026 - 18:46 WIB

Bupati Paris Yasir Buka Rakor TIMPORA, Dorong Sinergi Pengawasan Orang Asing di Jeneponto

Selasa, 3 November 2026 - 18:41 WIB

Milad IGRA ke-24, Bupati Cecep Tekankan Pentingnya Peningkatan Kualitas Guru RA dan Pendidikan Anak Usia Dini

Selasa, 3 November 2026 - 17:59 WIB

Datangi Kejari Pemalang, Yayasan Cakrawala Minta Transparansi Kasus Dana Hibah Dindikpora 2024

Berita Terbaru

Berita terbaru

Ketua AWIBB Jabar Puji Kades Sukamulya, Dobrak Stigma Dinasti Keluarga

Selasa, 3 Nov 2026 - 19:00 WIB