PANGANDARAN, MNP — Penghasilan para nelayan di kawasan Pantai Timur Pangandaran mengalami penurunan. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi nelayan yang menggantungkan kehidupan sehari-hari dari hasil tangkapan laut, Minggu (11/10/2026).
Menurut Abah, salah seorang nelayan di Pantai Timur Pangandaran, pendapatan nelayan sangat bergantung pada harga pasar dan hasil tangkapan ikan yang diperoleh setiap harinya.
“Pendapatan kami tergantung harga pasar. Dalam sehari, kegiatan melaut bisa sampai delapan kali tarikan jaring,” ungkap Abah saat menceritakan aktivitasnya sebagai nelayan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, dalam setiap kegiatan penarikan jaring, nelayan biasanya bekerja secara berkelompok dengan jumlah personel sekitar delapan orang, bahkan terkadang mencapai sepuluh orang.
Dari satu kali tarikan, hasil tangkapan bisa mencapai 30 kilogram, dengan jenis ikan yang beragam. Di antaranya ikan layur, udang, ikan teri dan jenis lainnya.
Meski jumlah tangkapan terkadang cukup banyak, hasil tersebut belum tentu menjamin pendapatan yang memadai.
Fluktuasi harga jual di pasaran menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penghasilan nelayan setelah bekerja bersama-sama di laut.
Kondisi ini menunjukkan, kehidupan nelayan tidak hanya ditentukan oleh banyak atau sedikitnya hasil tangkapan, tetapi juga oleh harga jual ikan dan hasil laut lainnya.
Para nelayan berharap kondisi pasar dapat lebih menguntungkan sehingga hasil kerja keras mereka mampu memberikan penghasilan yang layak untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Bagi nelayan Pantai Timur Pangandaran, laut merupakan sumber penghidupan utama. Karena itu, kestabilan harga hasil laut menjadi salah satu harapan agar kesejahteraan masyarakat nelayan dapat terus terjaga.
![]()
Penulis : DHS
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan