Penghasilan Nelayan Pangandaran Turun, Faktor Harga Pasar Jadi Pemicu

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANGANDARAN, MNP — Penghasilan para nelayan di kawasan Pantai Timur Pangandaran mengalami penurunan. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi nelayan yang menggantungkan kehidupan sehari-hari dari hasil tangkapan laut, Minggu (11/10/2026).

Menurut Abah, salah seorang nelayan di Pantai Timur Pangandaran, pendapatan nelayan sangat bergantung pada harga pasar dan hasil tangkapan ikan yang diperoleh setiap harinya.

“Pendapatan kami tergantung harga pasar. Dalam sehari, kegiatan melaut bisa sampai delapan kali tarikan jaring,” ungkap Abah saat menceritakan aktivitasnya sebagai nelayan.

Ia menjelaskan, dalam setiap kegiatan penarikan jaring, nelayan biasanya bekerja secara berkelompok dengan jumlah personel sekitar delapan orang, bahkan terkadang mencapai sepuluh orang.

Dari satu kali tarikan, hasil tangkapan bisa mencapai 30 kilogram, dengan jenis ikan yang beragam. Di antaranya ikan layur, udang, ikan teri dan jenis lainnya.

Meski jumlah tangkapan terkadang cukup banyak, hasil tersebut belum tentu menjamin pendapatan yang memadai.

Fluktuasi harga jual di pasaran menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penghasilan nelayan setelah bekerja bersama-sama di laut.

Kondisi ini menunjukkan, kehidupan nelayan tidak hanya ditentukan oleh banyak atau sedikitnya hasil tangkapan, tetapi juga oleh harga jual ikan dan hasil laut lainnya.

Para nelayan berharap kondisi pasar dapat lebih menguntungkan sehingga hasil kerja keras mereka mampu memberikan penghasilan yang layak untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Bagi nelayan Pantai Timur Pangandaran, laut merupakan sumber penghidupan utama. Karena itu, kestabilan harga hasil laut menjadi salah satu harapan agar kesejahteraan masyarakat nelayan dapat terus terjaga.

Loading

Penulis : DHS

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Fun Bike Gowes Bareng Pemuda Tasik dan BSS Meriahkan Milangkala ke-25 Kota Tasikmalaya
Healing Hemat di Kuningan: Menikmati Sunset dan Udara Sejuk di Taman Bunut
Rutin Gelar Pengajian Kitab Bulanan, RPA CV Assalam Family Pererat Silaturahmi Bersama Warga Bantarsari
Tegang! Karyawan PT SBL Tertibkan Rombongan Mengaku KSO Agrinas di Indragiri Hulu
Tingkatkan Kualitas PAUD, Kober Bunda Hati Launching Hasil Revitalisasi Sarpras
Narapidana Dipindahkan Dari Rutan Jakarta Pusat, Keamanan dan Pembinaan Jadi Fokus
SMPN 1 Petarukan Perkuat Skill Digital Para Guru
350 Peserta Lintas Generasi Unjuk Gigi di Pasanggiri Tasik Oktober Festival

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Fun Bike Gowes Bareng Pemuda Tasik dan BSS Meriahkan Milangkala ke-25 Kota Tasikmalaya

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Penghasilan Nelayan Pangandaran Turun, Faktor Harga Pasar Jadi Pemicu

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Healing Hemat di Kuningan: Menikmati Sunset dan Udara Sejuk di Taman Bunut

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:23 WIB

Rutin Gelar Pengajian Kitab Bulanan, RPA CV Assalam Family Pererat Silaturahmi Bersama Warga Bantarsari

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Tegang! Karyawan PT SBL Tertibkan Rombongan Mengaku KSO Agrinas di Indragiri Hulu

Berita Terbaru

Berita terbaru

Penghasilan Nelayan Pangandaran Turun, Faktor Harga Pasar Jadi Pemicu

Minggu, 11 Okt 2026 - 09:54 WIB