Bogor, MNP – Pemerintah desa Petir Kecamatan Dramaga – Kabupaten Bogor, bersama warga desanya, menggelar Pesta Rakyat. Bertempat di halaman kantor desa Petir, pada Sabtu (23/8/2025).
Kegiatan tersebut dalam rangka menjalankan agenda rutin tahunan, yakni momentum nasional dalam peringatan kemerdekaan RI di setiap bulan Agustus tiap tahunnya.
Sejak Pagi hari, dari sekira pukul 06.30 WIB, warga dan perangkat desa berangsur – angsur mulai berdatangan ke lokasi acaranya tersebut dengan penuh antusias dan penuh harap, harapan akan segala kebaikan bersama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Termasuk harapan menang hadiah dorprize, dari kupon undian yang sudah mereka terima dan pegang dari hari hari sebelum acara digelar.
Ratusan warga desa dari berbagai latar belakang, mulai dari anak-anaknya, para remaja hingga orang tua bahkan ada beberapa orang lansia, turut hadir di lokasi acara.
Hingga kesan penuh sesak memadatinya, seakan tanpa beban hidup selain kegembiraan tampak menghiasi wajah mereka di lokasi pesta rakyat tersebut
Dalam pantauan media ini, acara dimeriahkan dengan beragam event. Mulai dari Gerak Jalan Sehat, Pentas Kreasi Seni-Budaya khas tradisional Sunda, seperti Lomba Menari Jaipongan, pengundian kupon dorprize sekaligus pembagiannya di panggung Pesta Rakyatnya.
Selain itu, ada gerakan pangan murah dari dinas Ketahanan Pangan di Dua Stand, yang disediakan Dinas Ketahanan Pangan Kab Bogor, dengan menjual berbagai produk kebutuhan pokok sehari-hari warga.
Tak hanya itu, hiburan di panggung utama pesta rakyat pun tiada henti memberi hiburan selingan. Mulai dari pementasan tari jaipongan hingga bernyanyi disertai goyang dangdut di panggung utamanya, yang dilakukan oleh warga desa setempat secara bergiliran. Bahkan dihadiri langsung di atas panggung utama, oleh Kepala Desa Petir, Sukardi.
Ada hal yang disayangkan oleh awak media ini, entah mungkin saking fokusnya atau saking sibuknya sang KaDes mengikuti jalannya acara pesta rakyat itu, jadi tak bisa diajak berbincang oleh awak media ini untuk kepentingan wawancara di seputaran agenda kegiatan yang digelarnya.
Termasuk untuk menanyakan sumber anggaran untuk mewujud kan acara tersebut, apakah melalui swadaya warganya, para sponsor, para donatur, atau dengan cara yang lain. Mulai dari dinamika proses penggalangan dananya hingga metode mendapatkannya.
Bahkan hingga diturunkannya berita ini, sang Kades tersebut sama sekali tidak dapat ditemui awak MNP, juga beberapa awak media yang lainnya.
Bahkan ketika MNP menghubungi nya, via WhatsApp pribadinya, pada hari-hari sebelumnya, serta di “hari H” digelarnya acara. Yang bersangkutan masih tidak bersedia merespons sama sekali, bahkan untuk mewakilkannya ke jajaran stafnya pun tidak.
![]()
Penulis : Asep Didi
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan