Peduli Anak Negeri, Koran Sinar Pagi Salurkan Bantuan Gempa untuk Cianjur

Minggu, 4 Desember 2022 - 10:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cianjur, MNP.com – Sebagai wujud kepedulian terhadap kemanusiaan, Koran Sinar Pagi bersama tim, Jumat (02/12) lalu berangkat ke Kabupaten Cianjur.

Kedatangannya tersebut, untuk menyalurkan bantuan bagi korban gempa berupa selimut, pakaian bekas layak pakai untuk dewasa dan anak anak, mie Instan, minyak goreng, beras, susu kemasan anak dan sejumlah uang.

Tono Efendi koordinator aksi sosial dari Koran Sinar Pagi dan Humas Kota Impian Tasikmalaya menyampaikan, ada beberapa titik lokasi yang disalurkan bantuan untuk warga terkena dampak gempa ini diantaranya wilayah Kecamatan Pacet, Cipanas dan sebagian warga Cianjur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah, bantuan tersampaikan, ini bentuk kepedulian kami terhadap anak negeri para korban gempa Cianjur,” ungkap Tono Sabtu (3/12/2022) di lokasi sahabat Jejen (Kp.Kuta Desa Mangun Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur) yang diterima oleh Acep.

Selanjutnya bantuan langsung menuju Kp.Cadas Gantung Desa Cibodas RT.01/06 Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur. Dilokasi ini, beberapa rumah dan Masjid Hancur dengan bangunan rusak parah.

“Ada sekitar 10 rumah warga yang rusak parah, termasuk Masjid Al Muhajirin namun korban jiwa tidak ada,” ucap Ny.Anon Relawan posko cadas Gantung yang setia menemani wartawan mengunjungi beberapa rumah warga yang terkena dampak gempa.

Dia berharap, bantuan yang diberikan ini mudah mudahan bermanfaat dan sedikitny bisa meringankan beban warga yang terkena dampak gempa bumi Cianjur.

Pantauan wartawan di lapangan hingga Jumat (2/12/2022) dinihari, sebagian warga Cianjur setiap malam terlihat masih berlindung dan tidur diatas tenda tenda yang disediakan BPBD, Instansi BUMN serta para relawan dari sejumlah daerah.

Karena menurut beberapa keterangan warga yang ditemui wartawan menuturkan, hampir setiap hari getaran gempa masih terasa disebagian wilayah Cianjur terutama di wilayah Kecamatan Cugenang, Pacet dan Cipanas.

“Kemarin Kamis masih ada beberapa getaran gempa yang sangat dirasakan walaupun tidak begitu besar, namun kita bersama warga lainnya selalu waspada karena masih trauma dan takut  dengan gocangan gempa beberapa waktu lalu,” ujar Peri warga Kecamatan Pacet yang diamini warga lainnya Aminudin kepada wartawan.

Diketahui, Warga Cianjur berduka, gempa bumi berkekuatan 5.6 Magneto dengan kedalaman 10 km yang terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada 21 November 2022 pukul 13.21 WIB lalu melulah lantahkan ribuan bangunan warga, termasuk ratusan korban jiwa.

Gempa ini dirasakan pula hingga Bandung, DKI Jakarta, Tangerang, Rangkasbitung, dan Lampung. Data BMKG hingga saat ini, tercatat korban meninggal sebanyak 328 jiwa dan 12 lainnya yang masih dinyatakan hilang dan masuk Daftar Pencarian (DP).

Untuk menyelesaikan DP ini, Posko memutuskan untuk memperpanjang masa pencarian korban hilang selama tiga hari, terhitung pada 1 hingga 3 Desember 2022.

Hal tersebut melihat kondisi lapangan dan ahli waris yang masih mengharapkan ditemukannya korban yang masih hilang. Pernyataan ini disampaikan Bupati Cianjur Herman Suherman dalam keterangan pers di hari kesepuluh pascagempa.

“Kami, Kabupaten Cianjur telah membuat usulan penambahan waktu tiga hari ke depan,” ujar Bupati Cianjur.

Disamping itu, perwakilan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP)/Basarnas wilayah Jawa Barat Jumaril menyatakan, pihaknya telah siap dengan sumber daya untuk perpanjangan pencarian korban hilang. Hal tersebut ditindaklanjuti setelah adanya permintaan dari pemerintah daerah setempat.

Bupati Cianjur kembali menyampaikan imbauan untuk warga yang rumahnya tidak rusak struktur dapat kembali ke rumah masing-masing.

“Segera secara bertahap, warga dapat kembali ke rumah, tentunya yang rumahnya tidak struktur,” ujar Bupati Cianjur.

Sedangkan rumah rusak ringan hingga sedang, warga dapat melihat kondisinya dan segera melakukan perbaikan. Hal ini tentunya setelah ada asesmen dari dinas terkait atau petugas yang ada di lapangan.

Data sementara untuk rumah rusak yang telah tervalidasi hingga kini sebanyak 17.864 unit, dengan rincian, rumah rusak berat 4.376, rusak sedang 5.306 dan rusak ringan 8.182. (Anita).

Loading

Berita Terkait

Wujudkan Guru Bermutu, PGRI Cabang Tawang Gelar Konkercab dan Tetapkan Program Strategis 2026
Polsek Kuala Cenaku Dorong Warga Manfaatkan Lahan Pekarangan untuk Budidaya Timun
Dugaan Jejaring Tambang Bentonit Bantarkalong, GAM Desak Usut Keterkaitan Oknum Polisi dan Perusahaan Asal Cirebon
Isak Tangis Anak Sabarnu di Mapolres Bartim, Memohon Keringanan untuk Sang Ayah
Panik Video Viral, Pelaksana Proyek Siluman Malua-Kolai Diam-diam Tambal Beton, Warga: Itu Akal-akalan Hilangkan Barang Bukti!
Pencurian Celengan Rp 5,25 Juta, Polisi Amankan Pemuda di Tanjung Bintang
Ribuan Burung Diangkut Tanpa Dokumen, Terjaring Pemeriksaan di Bakauheni
Bulan Bakti Karang Taruna 2026, Ketua KT Kota Tasikmalaya Soroti Dampak Regulasi Baru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 18:05 WIB

Wujudkan Guru Bermutu, PGRI Cabang Tawang Gelar Konkercab dan Tetapkan Program Strategis 2026

Senin, 28 September 2026 - 17:48 WIB

Polsek Kuala Cenaku Dorong Warga Manfaatkan Lahan Pekarangan untuk Budidaya Timun

Senin, 28 September 2026 - 17:27 WIB

Dugaan Jejaring Tambang Bentonit Bantarkalong, GAM Desak Usut Keterkaitan Oknum Polisi dan Perusahaan Asal Cirebon

Senin, 28 September 2026 - 17:06 WIB

Isak Tangis Anak Sabarnu di Mapolres Bartim, Memohon Keringanan untuk Sang Ayah

Senin, 28 September 2026 - 16:59 WIB

Panik Video Viral, Pelaksana Proyek Siluman Malua-Kolai Diam-diam Tambal Beton, Warga: Itu Akal-akalan Hilangkan Barang Bukti!

Berita Terbaru