Miris, Bulan Ramadan Jadi Alasan Komisi IV DPRD Garut Enggan Sidak PKBM

Minggu, 23 Maret 2025 - 22:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, MNP – Komisi IV DPRD menerima audiensi dewan pimpinan daerah (DPD) Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO-I) kabupaten Garut, Senin (10/03/2025) kemarin.

Acara dipimpin langsung oleh ketua komisi IV Asep Rahmat S.Pd. beserta anggota komisi lainya Yudha Puja Turnawan Anggota, Hj. Diah Kurniasari (Sekretaris Komisi) dan Mira Lestari Fitriani SE. (Anggota).

Namun, Ketua komisi IV setelah membuka acara segera mohon diri meninggalkan acara karena ada jadwal menerima audiensi dari kelompok mahasiswa.

Sedangkan dari pihak dinas pendidikan kabupaten Garut dihadiri Ade Manadin Kepala Dinas, H. Entib Kabid Dikmas Kabupaten Garut, Isyur Kabid SD dinas pendidikan kab. Garut Perwakilan dari KCD XI Kab. Garut dan beberapa perwakilan dari jajaran dewan pendidikan kabupaten garut.

Adapun secara garis besar melahirkan enam poin tuntutan diantaranya:

1. DPD IWO-I mendorong komisi IV DPRD Garut meminta agar BPKP melakukan audit investigatif terhadap PKBM di dua kecamatan yang diduga bermasalah yakni kecamatan Pakenjeng dan kecamatan bungbulang;

2. DPD IWO-I mendorong agar Disdik Garut segera menerbitkan operasional PKBM yang sudah diajukan lebih dari satu tahun, bahkan ada yang sudah empat tahun namun tak kunjung terbit izinnya tanpa alasan yang jelas.

Namun sebaliknya ada PKBM yang baru berdiri dalam hitungan Minggu sudah mempunyai NPSN dan izin operasional, disinyalir terjadi disparitas pelayanan kepada masyarakat dalam hal pemberian ijin operasional.

3. DPD IWO-I mendorong komisi IV DPRD Garut meminta BPKP melakukan audit investigatif terkait tata kelola keuangan dana BOS dan DSP disekolah tingkat SMA dan SMK.

4. DPD IWO-I mendorong dewan pendidikan Garut untuk lebih agresif, kreatif, inovatif dan mampu memberikan solusi terhadap permasalahan permasalahan pendidikan di kabupaten Garut;

5. DPD IWO-I mendorong pemkab garut mampu berakselerasi dengan aparat penegak hukum dalam menangani indikasi perbuatan melawan hukum di lembaga pendidikan yang terindikasi melakukan tindak pidana korupsi;

6. DPD IWO-I mendorong komisi IV DPRD Garut melakukan sidak ke tempat atau lokasi PKBM yang diduga janggal atau bermasalah.

Alasan kenapa hal tersebut dilakukan karena dilapangan sangat banyak di temukan Lembaga PKBM yang diduga melakukan mar’up peserta belajar.

Ini jelas ada indikasi perbuatan melawan hukum yakni korupsi, karena bantuan operasional untuk pendidikan kesetaraan jelas bersumber dari APBN.

Selain itu, banyaknya sekolah mulai tingkat SMP, SMA, SMK baik negeri maupun swasta yang masih melakukan pungutan dengan dibungkus dalih sumbangan untuk sarana prasarana pendidikan, namun tak jelas pertanggung jawabannya kepada siapa.

Selanjutnya persoalan maraknya pemotongan dana PIP oleh oknum yang mengatasnamakan dirinya selaku pengusung program dari oknum anggota DPR-RI.

Yang mana jumlah dana PIP yang dipotong mencapai hingga 50% untuk tingkat SMA/SMK sebesar Rp. 900.000 dari jumlah Rp. 1.800.000 yang seharusnya diterima siswa.

Jika beberapa persoalan tersebut diatas tidak dilakukan pengawasan secara serius oleh DPRD Garut maka, indeks pembangunan manusia di kabupaten Garut akan sulit bergerak menjauhi zona neraka.

Karena salah satu faktor yang menentukan IPM yaitu bidang pendidikan, cenderung berkontribusi negatif terhadap tumbuh kembang manusia, khususnya di kabupaten Garut.

Saat dikonfirmasi beberapa hari pasca audiensi, ketua komisi IV memberikan keterangan kepada awak media, sebaiknya agenda sidak akan dijadwalkan setelah hari raya idul Fitri.

“Alasannya, agar waktunya pas, kan saat ini merupakan bulan ramadan,” ujar Asep Rahmat singkat.

Loading

Penulis : Wawan Uje

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Refleksi Pemikiran Bung Karno, PDIP Kota Tasikmalaya Bakal Gandeng Akademisi dan Aktivis Mahasiswa
Warga Geger! Polsek Malangbong Cek Penemuan Mayat Mr. X di Blok Rengrang
Ketika Doa Menjadi Pondasi: Jembatan Garuda Merah Putih Siap Menyatukan Dua Kampung di Tamansari
Bukti Nyata Wakil Rakyat Hadir, Anggota DPR-RI Rizal Bawazier Desak RUU Perkoperasian
Sering Mati dan Keruh, Pelanggan Perumda Air Minum Leuwiliang Kecewa
Bupati Franc Bernhard Tumanggor Dukung Penuh Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Pakpak Bharat
Kekompakan Warga Perum Mutiara Citra Tasikmalaya, Sambut Peringatan 1 Muharam 1448 H
Proyek Jalan Nasional Ampah–Pasar Panas Rp23 Miliar Terus Dikebut, Target Rampung Desember 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:55 WIB

Refleksi Pemikiran Bung Karno, PDIP Kota Tasikmalaya Bakal Gandeng Akademisi dan Aktivis Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:52 WIB

Warga Geger! Polsek Malangbong Cek Penemuan Mayat Mr. X di Blok Rengrang

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:38 WIB

Ketika Doa Menjadi Pondasi: Jembatan Garuda Merah Putih Siap Menyatukan Dua Kampung di Tamansari

Sabtu, 20 Juni 2026 - 12:01 WIB

Bukti Nyata Wakil Rakyat Hadir, Anggota DPR-RI Rizal Bawazier Desak RUU Perkoperasian

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:41 WIB

Sering Mati dan Keruh, Pelanggan Perumda Air Minum Leuwiliang Kecewa

Berita Terbaru

Ket foto : Instalasi Air Minum Milik Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, di Kp Geledug-Desa Barengkok, Kecamatan Leuwiliang. (Photo : Jeffry Sukapura/Tim)

Berita terbaru

Sering Mati dan Keruh, Pelanggan Perumda Air Minum Leuwiliang Kecewa

Sabtu, 20 Jun 2026 - 10:41 WIB