Ciamis, MNP.com – Micra Indonesia dan Institut Agama Islam Darusalam (IAID) Ciamis Gelar Workshop sekaligus Penandatanganan MoU dan MOA Studentpreneur Bootcamp 5.0 dan Asia Affinity Holding Ltd di Ruangan Fakultas Tarbiah (IAID) Ciamis.
Hadir dalam Workshop MoU dan MOA dengan Micra Indonesia Asia Affinity diantaranya Rektor (IAID) Hj.Nina Herlina S.Ag, M Pd.i Ahmad Agung Dekan IAID Darusalam, Kamis (5/1/2023).
Alffi perwakilan dari Micra Indonesia dan Asia Affinity dalam penyampaiannya mengatakan, keunikan dari program ini adalah adanya program manajemen resiko bagi para anggota koperasi yang didukung oleh Asia Affinity Holding Limited perusahaan re-asuransi yang berpusat di Hongkong dan memiliki jaringan usaha di Asia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Asia Affinity tergerak untuk bekerjasama dengan Micra Indonesia setelah melihat dampak langsung beberapa dampak bencana alam di Indonesia, termasuk tsunami di Aceh dan terakhir gempa Palu 2018 tahun lalu,” ucap Alffi.
Lanjut dia, dengan diadakannya MoU Penandatanganan antara Universitas IAID dengan Asia Affinity ini, ingin mencetak para mahasiswa-mahasiswi IAID Darusalam Ciamis ke bidang Wirausaha, punya kemampuan sebagai wirausaha muda.
Hal itu kata Alffi, agar generasi muda punya semangat yang tinggi tidak mudah berpatah arang dan mereka punya peluang jadi pengusaha muda, tergantung kemana arah yang dituju.
“Termasuk lembaga keuangan mana yang dia akan datangi untuk kerjasama modal. Dengan adanya kegiatan ini mereka akan terbuka peluang magang baik dalam negri maupun luar negeri,” ujar Alffi.
Sementara itu, Dekan IAID Ahmad Agung S.Ag.M.Pd Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) memberikan tanggapannya. Menurutnya, kegiatan Workshop kali ini beda dari yang biasanya.
“Karena setelah workshop ini akan ditindak lanjuti dengan beberapa kegiatan seperti pelatihan, latihan magang dan studi banding untuk jadi peluang bagi mahasiswa-mahasiswi dalam mengembangkan skilnya,” paparnya.
Adapun terang Ahmad Agung, dalam programnya antara lain pelatihan melalui Onlie maupun Ofline pelatihahnya adalah interplay bagi mahasiswa-mahasiswi -mahasiswi IAID ataupun Dosen.
Kemudian ada program untuk mengembangkan skilnya untuk studi banding ke Malaysia, Jepang, dan Hongkong, ditambah mendapat Reward, apabila memiliki kemampuan yang lebih dari kelompok-kelompok yang lain.
“Jadi nanti mahasiswa -mahasiswi di kelompokan dengan tiap talentanya, terakhir manfaat buat mereka antara lain akan meningkatkan keilmuanya dan memiliki usaha baru, sedangkan kegiatan ini untuk mengembangkan bisnis di luar kampus (off the book),” tandasnya. (Sn/LR)
![]()









Tinggalkan Balasan