Tasikmalaya, MNP – Semangat full contact memenuhi GOR Fans Sport Cijerah, Karanganyar, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, dalam gelaran akbar Kejuaraan Karate Full Contact Open Satria Tama.
Acara yang berlangsung pada Minggu (14/12/2025) ini dibuka oleh Sekum yang mewakili Ketua Umum Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) dan diikuti oleh 110 peserta dari berbagai daerah.
Tubagus, Pendiri dan Ketua Dewan Guru Satria Tama Karate, menyatakan kegembiraannya karena kejuaraan kali ini berhasil menjangkau skala nasional (open), bukan hanya lingkup lokal. Peserta datang dari Purwakarta, Karawang, Bandung, Ciamis, hingga Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sejauh ini di Kota Tasikmalaya saya lihat untuk penggemar karate full contact cukup banyak, karena di sini kita memiliki 15 dojo/club untuk pembinaan karate full contact yang tersebar di wilayah kota dan kabupaten Tasikmalaya,” ujar Tubagus.
Ia menambahkan, Satria Tama telah meraih prestasi di berbagai kejuaraan lintas organisasi, termasuk dua kali mengikuti kejuaraan internasional di Yogyakarta dan Jakarta, serta berbagai kejuaraan tingkat nasional.
“Tujuannya mengadakan kejuaraan sendiri untuk membina generasi muda terutama di Tasikmalaya di cabang olahraga karate full contact,” tegasnya, seraya mengucapkan terima kasih atas support Pemerintah Kota Tasikmalaya.
Ii Ruhiat S.Pd., Kepala Wasit Juri sekaligus Ketua Umum Majelis Sabuk Hitam di Satria Tama, menjelaskan teknis pertandingan yang menarik. Terdapat dua kategori utama yang diperlombakan: Kumite/Sparing (pertarungan bebas) dengan dua rule yang berbeda. Kata (jurus keindahan gerakan)
Rule Kumite dibagi menjadi: Cokkuset Sudageki (karate full contact): Tidak boleh memukul area kepala, dan menggunakan body protektor lengkap. Sinkensoku (mirip kickboxing): Diperbolehkan memukul area kepala, tetapi tidak boleh menggunakan siku (elbow).
Ii Ruhiat berharap pemerintah lebih memperhatikan dan memberikan apresiasi yang luar biasa kepada atlet-atlet bibit berprestasi yang sudah dibina, tanpa memilah-milih cabang olahraga tertentu.
Yanyan Ihsan Sidik S.Pd., Ketua Pelaksana Satria Tama Karate Open, mengonfirmasi bahwa kejuaraan open kali ini adalah yang pertama kali digelar dan melibatkan 110 peserta.
“Kategori yang diperlombakan Kumite Sinkensoku dan Kata, dari mulai usia 6 sampai 19/20 tahun, memang kebanyakan dominan dari SD dan SMP,” jelas Yanyan.
Ia bersyukur kegiatan berjalan dengan lancar dan kondusif. “Mudah-mudahan di Kota Tasikmalaya Satria Tama Karate semakin berkembang, dikenal masyarakat lebih luasnya lagi ke luar kota sehingga di Jawa Barat lebih mengenal lagi karate full contact beraliran Kyokushin,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Hendrik
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan