Ketua KNPI Cibeureum: Pilkada Kota Tasikmalaya, Politik Praktis Terjebak Jaringan Kekuasaan 

Senin, 25 November 2024 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Pesta Demokrasi Pilkada telah menjadi ajang yang menarik perhatian banyak kalangan, namun beberapa tahun terakhir, semakin tampak bahwa dominasi dinasti politik.

Selain itu, adanya keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) TNI, POLRI, serta Badan Intelijen Negara (BIN) dalam proses politik telah menciptakan situasi yang jauh dari netralitas.

Hal tersebut dikatakan Ketua KNPI Cibeureum Arip Muztabasani dalam menyikapi pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tasikmalaya.

Menurutnya, di satu sisi Kota Tasikmalaya memiliki kekayaan budaya dan sejarah politik yang kental, tapi kini seolah terjebak dalam jaringan kekuasaan yang terpusat pada beberapa keluarga politik.

Arip Muztabasani menyebut, dinasti politik ini terus mendominasi berbagai jabatan strategis dan mereka mengendalikan keputusan-keputusan penting yang mempengaruhi masa depan masyarakat kota tasikmalaya.

Pasalnya, keterlibatan mereka dalam pilkada, baik secara langsung maupun tidak langsung, menciptakan kesan bahwa demokrasi di Kota Tasikmalaya lebih condong pada kepentingan pribadi, atau kelompok, ketimbang aspirasi rakyat yang seharusnya menjadi dari proses pemilihan.

Disisi lain, keterlibatan ASN, TNI, POLRI, dan BIN dalam politik praktis semakin memperburuk situasi. Seharusnya, instansi-instansi tersebut bertugas untuk menjaga netralitas dalam setiap progres politik.

“Namun kenyataanya banyak anggota yang terlibat dalam kampanye atau bahkan mengambil posisi dibalik layar untuk mendukung calon tertentu,” ujar Arip Muztabasani.

Hal ini menambah kecurigaan bahwa pilkada di Kota Tasikmalaya tidak berjalan secara adil, dan rakyat yang seharusnya menjadi penentu suara malah terjebak dalam dinamika yang sudah dikuasai oleh kekuatan tertentu.

Pilkada yang ideal seharusnya menjadi ruang bagi rakyat untuk memilih pemimpin yang benar-benar mereka percayai, bukan ruang yang sudah dikendalikan kekuatan politik yang terbentuk melalui hubungan dinasti dan intervensi dari pihak-pihak yang seharusnya menjaga netralitas.

“Dalam situasi seperti ini, muncul pertanyaan besar tentang seberapa jauh demokrasi Kota Tasikmalaya dapat berjalan dengan jujur dan adil, jika struktur kekuasaan yang ada justru membatasi ruang bagi perubahan dan perbaikan yang nyata,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Uji DNA Identik dengan Bayi, Ungkap Kakek Korban sebagai Pelaku di Sidomulyo
Diduga Buang Limbah Ilegal, LSM JSI dan SBT Laporkan Perusahaan di Tasikmalaya
Viral Aksi Dugaan Kekerasan di Medsos, Dandim 0612/Tasikmalaya Bantah Keterlibatan Anggota
BPBD Tasikmalaya Dinilai Lamban, Uus Janur Soroti Longsor di SDN Cikembang
Halal Bihalal Kawan Peduli Pendidikan Karib Koreak: Dorong Pendidikan Tasikmalaya Masuk 10 Besar Jawa Barat
Menanam Kehidupan: Cara Istimewa Persit KCK Kodim Tasikmalaya Maknai HUT ke-80
Klarifikasi PT KSL: Klaim RKAB Terbit, Bantah Tambang Ilegal dan Tudingan Pencemaran
Bupati Franc Tumanggor Suarakan Pemulihan Hutan Kemenyan di Tengah Sosialisasi PBPH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 15:52 WIB

Uji DNA Identik dengan Bayi, Ungkap Kakek Korban sebagai Pelaku di Sidomulyo

Sabtu, 18 April 2026 - 15:42 WIB

Diduga Buang Limbah Ilegal, LSM JSI dan SBT Laporkan Perusahaan di Tasikmalaya

Sabtu, 18 April 2026 - 15:00 WIB

Viral Aksi Dugaan Kekerasan di Medsos, Dandim 0612/Tasikmalaya Bantah Keterlibatan Anggota

Sabtu, 18 April 2026 - 13:43 WIB

BPBD Tasikmalaya Dinilai Lamban, Uus Janur Soroti Longsor di SDN Cikembang

Sabtu, 18 April 2026 - 13:28 WIB

Halal Bihalal Kawan Peduli Pendidikan Karib Koreak: Dorong Pendidikan Tasikmalaya Masuk 10 Besar Jawa Barat

Berita Terbaru