TASIKMALAYA, MNP – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 tingkat Kelurahan Panyingkiran, Kecamatan Indihiang, berlangsung dinamis di tengah semangat warga memperjuangkan pembangunan wilayah, Kamis (22/01/2026).
Kegiatan bertema “Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi dan Pelayanan Publik untuk Kemajuan dan Kesejahteraan Masyarakat” ini mendapat perhatian khusus dengan hadirnya empat anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2, yakni perwakilan Fraksi Partai Gerindra, PKS, Golkar, dan PKB.
Anggota DPRD dari Fraksi Partai Gerindra, H. Andi Warsandi, S.E., menegaskan bahwa seluruh usulan yang lahir dari Musrenbang Panyingkiran harus selaras dengan RPJMD Walikota 2025–2029. Ia menekankan pentingnya menuntaskan program unggulan seperti Tasik Pelak, Pintar, Gemas, Religi, Nyaman, dan Melayani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tujuan musyawarah ini adalah penguatan tahun tema pembangunan. Kami akan berikhtiar melakukan pengawalan hingga tingkat kota agar skala prioritas yang telah disepakati tokoh masyarakat di sini dapat terakomodasi, baik melalui jalur infrastruktur, pemberdayaan, maupun aspek ekonomi,” ujar Andi Warsandi.
Camat Indihiang, Hendro Haryoko, S.IP., M.M., memberikan arahan strategis kepada para Ketua RW dan kader agar tidak hanya berpangku tangan pada dana kelurahan atau APBD murni. Mengingat adanya pengaturan kembali anggaran dari pemerintah pusat, kreativitas dalam mencari sumber dana lain menjadi kunci.
“Kami berharap lurah dan para kader bisa proaktif mengakses sumber lain, seperti dana hibah pusat, Pokir anggota dewan, hingga dana CSR dari pihak swasta dan perbankan. Selama ada daya juang yang tinggi, insya Allah usulan kegiatan dapat terealisasi demi kebermanfaatan masyarakat,” papar Hendro.
Lurah Panyingkiran, Maman Permana, melaporkan bahwa terdapat sedikitnya 30 usulan yang masuk dalam Musrenbang kali ini. Ia menyadari bahwa anggaran Dana Kelurahan yang berkisar di angka Rp200 juta memiliki keterbatasan besar dalam mengcover seluruh kebutuhan warga.
“Kehadiran empat anggota dewan hari ini memberikan harapan besar bagi kami. Karena dana kelurahan terbatas, kami sangat berharap usulan-usulan masyarakat yang tidak tercover APBD bisa diakomodir melalui Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan. Alhamdulillah, semua usulan sudah kita arahkan agar sesuai dengan kebijakan prioritas pemerintah tahun 2027,” pungkas Maman.
Acara yang turut dihadiri oleh perwakilan Bappelitbangda, LPM, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh agama ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga kondusivitas wilayah sembari menunggu tahapan verifikasi di tingkat kecamatan.
![]()
Penulis : Hendrik
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan