Anggaran DK Minim, Dodi Ferdiana Sarankan Kecamatan Cipedes Manfaatkan Pokir Dewan

Selasa, 23 Januari 2024 - 21:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Fraksi Partai Gerindra Dodi Ferdiana menyebut, Dana Kelurahan (DK) tidak akan bisa mengkaper kebutuhan pembangunan di Kecamatan Cipedes.

“DK Kecamatan Cipedes kurang lebih Rp 2.021.000.000, tiap kelurahan mendapat Rp.250.000.000, namun melihat dari kebutuhan masyarakat, anggaran segitu tidak akan terkaper,” kata Dodi usai menghadiri Musrenbang tahun anggaran 2025, Selasa (23/01/2024).

Lantaran itu, Dodi berharap ada kolaborasi antara pemerintah Kecamatan (Pemcam), kelurahan dan anggota DPRD Kota Tasikmalaya.

Dodi mengatakan, ada sembilan dewan di Kecamatan Cipedes dan Indihiang dan mereka semua punya dana pokok pikiran (Pokir) yang bisa dimanfaatkan.

“Apalagi momen politik, pasti anggota DPRD akan berbondong-bondong menyerahkan anggarannya ke masyarakat, jadi jangan khawatir, karena ada anggaran lain yang bisa digunakan,” jelas Dodi.

Dirinya pun akan mengawal setiap usulan Musrenbang, karena itu kewajiban anggota DPRD. Bahkan sudah Dodi sampaikan, semua program akan masuk ke RKPD.

“Itu ada kesepakatan antara DPRD dan Pemerintah Kota Tasikmalaya, agar bisa di RKPD masuk,” papar Dodi.

Sementara itu, Cecep Ridwan,S.STP,ME,. selaku Camat Cipedes bersyukur anggota dewan di wilayahnya bisa hadir dalam Musrenbang, karena akan memperkuat usulan usulan ke tiap dinas.

“Kami menitipkan ke anggota dewan itu agar usulan ke dinas-dinasnya itu istilahnya dedelan, digaris bawahi, dikuatkan agar usulan dari kami betul-betul masuk di anggaran dinas,” harap Camat.

Terkait skala prioritas dalam usulan, Cecep mengatakan bahwa apa yang di usulkan berimbang antara Sarana Prasarana dan Pemberdayaan.

“Usulannya seimbang karena yang di Dana Kelurahan juga ada juknisnya, itu ada maksimal, ada minimal untuk sapras dan pemberdayaan, tapi rata-rata di kami hampir seimbang dari anggaran 250 juta,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Suslia

Berita Terkait

Ancaman Digital Mengintai Anak! Sekolah dan Orangtua Dituntut Bersinergi Perkuat Pendidikan Agama
Andreas Simanjuntak Minta GAMKI Tasikmalaya Lahirkan Kader Berani dan Kritis
Gandeng Dinas PU dan TNI-Polri, Kades Lentu Pimpin Warga Normalisasi Irigasi Jelang Musim Tanam
Bau Tak Sedap Pekerjaan Jalan Provinsi Patung-Hayaping, Diduga Jadi Ajang Jual Beli Proyek
Nestapa Warga Bogor Penggali Kubur: Sering Kelaparan, Hidup Sebatang Kara di Rumah Lapuk
Dengar Aspirasi Langsung di Lapangan, Kapolres Bogor Canda Tawa Ngariung Bareng Ojol
Epi Mulyana Tekankan Deteksi Dini Kekerasan Anak: Keluarga dan Lingkungan Jangan Tutup Mata
Rampung Renovasi Kubah Masjid Miftahul Jannah, Warga RW 11 Cikiara Padukan Edukasi PPA dan Kegiatan Sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Ancaman Digital Mengintai Anak! Sekolah dan Orangtua Dituntut Bersinergi Perkuat Pendidikan Agama

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Andreas Simanjuntak Minta GAMKI Tasikmalaya Lahirkan Kader Berani dan Kritis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Gandeng Dinas PU dan TNI-Polri, Kades Lentu Pimpin Warga Normalisasi Irigasi Jelang Musim Tanam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Bau Tak Sedap Pekerjaan Jalan Provinsi Patung-Hayaping, Diduga Jadi Ajang Jual Beli Proyek

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Nestapa Warga Bogor Penggali Kubur: Sering Kelaparan, Hidup Sebatang Kara di Rumah Lapuk

Berita Terbaru