TASIKMALAYA, MNP – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Kabupaten Tasikmalaya, muncul penegasan kuat bahwa arah gerakan pemuda kedepan harus berlandaskan pada paradigma pembangunan yang menempatkan pemuda sebagai aset utama, bukan sekadar objek organisasi.
Hal tersebut disampaikan oleh Septyan Hadinata, Sekretaris Pengurus Cabang 1012 1012 GM FKPPI Kabupaten Tasikmalaya, yang menilai bahwa momentum Musda harus menjadi titik balik dalam membangun kualitas kepemudaan yang lebih progresif dan berdaya saing.
Menurutnya, pemuda hari ini harus dipandang melalui pendekatan Positive Youth Development (PYD), yaitu sebagai kekuatan strategis pembangunan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara utuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pemuda bukan beban, tetapi aset pembangunan. Dalam pendekatan ini, pemuda harus dibangun dari sisi kompetensi, karakter, kepercayaan diri, jejaring, dan kepedulian sosial. Ini yang harus menjadi roh dalam gerakan KNPI ke depan,” ujarnya, Selasa (07/04).
Septyan menekankan bahwa lima pilar tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan sosial.
Ia menjelaskan, kompetensi menjadi dasar kemampuan pemuda dalam menghadapi persaingan global, sementara karakter menjadi penentu integritas.
Kepercayaan diri mendorong keberanian untuk tampil dan berinovasi, jejaring memperkuat kolaborasi, dan kepedulian sosial menjaga agar pemuda tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
“Kalau lima hal ini berjalan, maka pemuda Tasikmalaya akan menjadi kekuatan besar dalam pembangunan daerah, bukan hanya penonton,” tambahnya.
Selain itu, Septyan juga menyoroti pentingnya kepemimpinan pemuda yang memiliki karakter transformasional, sebagaimana konsep yang diperkenalkan oleh James MacGregor Burns.
Menurutnya, pemimpin KNPI ke depan tidak cukup hanya menjalankan roda organisasi secara administratif, tetapi harus mampu menginspirasi, membawa perubahan, dan mengutamakan kepentingan kolektif.
“Pemimpin transformasional adalah mereka yang mampu menggerakkan, bukan sekadar mengelola. Mampu memberi inspirasi, menciptakan perubahan nyata, dan membawa semangat kolektif pemuda menuju arah yang lebih baik,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa Musda KNPI Kabupaten Tasikmalaya harus menjadi ruang lahirnya pemimpin dengan karakter tersebut, bukan sekadar ajang formalitas organisasi.
“Musda ini bukan hanya memilih ketua, tetapi menentukan arah masa depan pemuda Tasikmalaya. Maka yang dibutuhkan adalah pemimpin yang punya visi, integritas, dan kemampuan mentransformasikan potensi menjadi kekuatan nyata,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia berharap nilai-nilai dalam Positive Youth Development dan kepemimpinan transformasional dapat menjadi pesan moral yang dipegang oleh seluruh peserta Musda, baik panitia, pemilih, maupun kandidat.
“Kalau Musda ini dijalankan dengan kesadaran bahwa pemuda adalah aset dan harus dipimpin secara transformasional, maka KNPI akan benar-benar menjadi wadah strategis dalam mencetak generasi unggul,” tambahnya.
Lantaran itu, Septyan mengajak seluruh elemen pemuda untuk menjadikan Musda sebagai momentum konsolidasi dan kebangkitan bersama.
“Ini saatnya pemuda Tasikmalaya naik kelas. Bukan hanya kuat secara jumlah, tetapi juga kuat secara kualitas, visi, dan kontribusi nyata bagi daerah,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Ist
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan