Tasikmalaya, MNP – Jalan HZ Mustofa, yang biasanya menjadi salah satu pusat keramaian di Kota Tasikmalaya, terlihat lengang dan sunyi pasca perayaan pergantian tahun.
Jalan yang dikenal sebagai pusat ekonomi dan hiburan ini pada malam pergantian tahun sempat dipenuhi oleh riuh rendah suara terompet, kembang api yang memancar di langit, serta warga yang tumpah ruah merayakan datangnya tahun baru.
Namun, suasana berbeda terasa ketika pagi pertama di tahun yang baru mulai menyingsing, Rabu (01/01/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa arus lalu lintas di Jalan HZ Mustofa pada 1 Januari pagi terlihat lengang. Hanya beberapa kendaraan melintas, didominasi oleh pengendara motor dan beberapa mobil pribadi.
Pedagang kaki lima yang semalam berjejer di pinggir jalan, menjajakan makanan ringan, jagung bakar, dan berbagai aksesoris khas tahun baru, kini sudah mulai merapikan lapak mereka.
Sampah-sampah sisa kemeriahan malam tahun baru berserakan di beberapa sudut jalan, menandakan sisa euforia yang sudah berakhir.
Seorang petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup Tasikmalaya, Iwan (45), mengatakan bahwa setiap tahun pihaknya selalu bersiaga untuk membersihkan sisa-sisa perayaan malam tahun baru di kawasan ini.
“Tadi pagi kami mulai bersih-bersih sejak pukul lima. Sampah plastik, botol minuman, dan sisa kembang api paling banyak ditemukan. Tapi alhamdulillah, semua sudah mulai tertangani,” ujarnya sambil menyapu trotoar.
Pedagang di sekitar Jalan HZ Mustofa juga merasakan dampak dari sepinya aktivitas pasca pergantian tahun.
Sari (34), seorang pedagang minuman, mengaku bahwa dagangannya laku keras pada malam tahun baru, tetapi pagi harinya ia memilih untuk menutup lapaknya lebih awal.
“Biasanya orang-orang istirahat dulu di rumah habis begadang semalam. Jadi pagi ini sepi banget,” tuturnya.
Sepinya suasana Jalan HZ Mustofa pada pagi tahun baru sebenarnya bukan hal yang mengejutkan. Fenomena ini sudah menjadi rutinitas tahunan, di mana sebagian besar warga memilih untuk beristirahat di rumah setelah semalaman berpesta.
Beberapa warga yang sempat ditemui mengaku memanfaatkan pagi tahun baru untuk tidur lebih lama atau berkumpul dengan keluarga di rumah.
Selain itu, sejumlah toko dan pusat perbelanjaan di sekitar Jalan HZ Mustofa tampak masih tutup. Hanya segelintir kafe dan restoran yang sudah mulai beroperasi, namun belum banyak pelanggan yang datang.
Jalan yang biasanya dipadati oleh pengunjung dari luar kota pun terasa lengang, seakan kota ini sedang mengambil jeda sejenak dari hiruk-pikuk aktivitas sehari-hari.
Namun, meskipun terlihat sepi, suasana di Jalan HZ Mustofa tetap memiliki daya tarik tersendiri. Udara pagi yang lebih segar dan jalanan yang lebih tenang memberikan kesan berbeda dibandingkan dengan hiruk-pikuk biasanya.
Beberapa pesepeda dan pejalan kaki tampak menikmati ketenangan ini, mengambil kesempatan untuk berolahraga atau sekadar berjalan-jalan di sepanjang jalan ikonik ini.
Pengamat sosial setempat, Yudi Kurniawan, menilai bahwa fenomena sepinya Jalan HZ Mustofa pasca tahun baru adalah cerminan dari pola perayaan masyarakat urban.
“Setelah semalam berpesta, pagi harinya masyarakat cenderung memilih untuk mengisi energi kembali. Ini adalah momen refleksi, di mana kota seakan beristirahat sejenak sebelum kembali beraktivitas normal esok hari,” jelasnya.
Dengan berlalunya hari pertama tahun ini, Jalan HZ Mustofa diperkirakan akan kembali ramai dalam beberapa hari ke depan, seiring dengan berakhirnya masa libur tahun baru.
Aktivitas perdagangan dan kehidupan kota akan kembali berjalan seperti biasa. Namun, untuk pagi ini, Jalan HZ Mustofa masih menyimpan ketenangan yang langka, menjadi momen yang cukup kontras dengan hingar-bingar malam sebelumnya.
![]()
Penulis : Insani Putri
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan