Inovasi Mahasiswa UNIMEN: Petani Diajari Buat Trichokompos hingga Pemasaran Digital

Minggu, 28 September 2025 - 18:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Enrekang, MNP – Mahasiswa Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Enrekang (Unimen) yang sedang menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) terpadu di Desa Basseang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, kembali melaksanakan program kerja yang mendapat sambutan hangat dari warga.

Dalam kegiatan tersebut, hadir sejumlah tokoh masyarakat, mulai dari aparat desa, tokoh agama, tokoh adat, hingga para petani.

Antusiasme semakin terlihat karena mahasiswa menghadirkan empat jenis pelatihan sekaligus, yaitu pembuatan Trichokompos, perbanyakan Trichoderma, pembuatan saus cabai, serta pemasaran produk secara digital.

“Sebenarnya ada beberapa pelatihan yang kami adakan, mulai dari pembuatan Trichokompos, perbanyakan Trichoderma, pembuatan saus cabai, hingga pemasaran produk berbasis digital,” jelas Afni, salah satu mahasiswa KKN.

Ia menambahkan bahwa pelatihan ini dipilih karena dianggap penting untuk meningkatkan kemandirian petani. Di era digital sekarang, petani tidak hanya dituntut bisa mengolah hasil panen, tapi juga harus mampu memasarkannya secara mandiri.

“Kalau petani bisa mengelola hasil pertaniannya sekaligus memasarkannya, tentu nilai jualnya akan naik dan mereka bisa lebih mandiri,” ujarnya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Unimen berharap para petani di Desa Basseang semakin berdaya, inovatif, dan mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas peluang usaha. Dengan demikian, diharapkan kemandirian dan kesejahteraan petani dapat meningkat.

Loading

Penulis : Rahmat Lamada

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Komite SMAN 3 Kota Tasikmalaya Ajak Orang Tua Diperkuat Pengawasan
DPRD Bartim Cek Lokasi Karhutla Hayaping: Klaim 11 Hektare Dipertanyakan, Hasil Pantauan Sekitar 1 Hektare
Dampak Koalisi Gemuk, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Enggan Dukung Petisi 26
Polsek Malangbong Serahkan Tersangka Kasus Curas ke Polres Tangerang
Menolak Lupa G30S: Belajar Sejarah Secara Utuh untuk Menjaga Persatuan Bangsa
Tinggal di Gubuk Reyot Dekat Pusat Pemerintahan, Kasus Siti Nuraenun Jadi Cermin Evaluasi Data Bansos
TBBR Ultimatum Polres Bartim: Bebaskan Dua Peladang Hayaping, Buka Sumber Data 11 Hektare
Saat Air Datang, Harapan Kembali Mengalir: TNI Salurkan Air Bersih untuk 450 Warga Sukarame

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 18:02 WIB

Komite SMAN 3 Kota Tasikmalaya Ajak Orang Tua Diperkuat Pengawasan

Rabu, 30 September 2026 - 17:51 WIB

DPRD Bartim Cek Lokasi Karhutla Hayaping: Klaim 11 Hektare Dipertanyakan, Hasil Pantauan Sekitar 1 Hektare

Rabu, 30 September 2026 - 13:00 WIB

Dampak Koalisi Gemuk, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Enggan Dukung Petisi 26

Rabu, 30 September 2026 - 10:40 WIB

Polsek Malangbong Serahkan Tersangka Kasus Curas ke Polres Tangerang

Rabu, 30 September 2026 - 10:33 WIB

Menolak Lupa G30S: Belajar Sejarah Secara Utuh untuk Menjaga Persatuan Bangsa

Berita Terbaru

Berita terbaru

Komite SMAN 3 Kota Tasikmalaya Ajak Orang Tua Diperkuat Pengawasan

Rabu, 30 Sep 2026 - 18:02 WIB

Berita terbaru

Polsek Malangbong Serahkan Tersangka Kasus Curas ke Polres Tangerang

Rabu, 30 Sep 2026 - 10:40 WIB