UNIMEN dan UMI Kolaborasi, Petani di Enrekang Dibekali Teknologi Trichoderma dan Trichokompos

Minggu, 12 Oktober 2025 - 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Enrekang, MNP – Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) dan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar berkolaborasi membantu para petani.

Hal itu dikemas dalam kegiatan Pendampingan dan Penyuluhan Inovasi Teknologi Trichoderma dan Trichokompos di Dusun Asaan, Kecamatan Baraka, Kabupaten.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Tahun 2025.

Menurut Prof. Dr. Ir. Netty, selaku Ketua Pendamping Kosabangsa, teknologi trichoderma sangat bermanfaat bagi peningkatan kualitas pertumbuhan jagung.

Trichoderma dapat berperan sebagai dekomposer yang membantu proses pelapukan sehingga menjadi mikroorganisme antagonis.

“Selain itu, trichoderma juga dapat meningkatkan pertumbuhan jagung dengan merangsang pertumbuhan akar lebih panjang dan bercabang banyak sehingga penyerapan nutrisi lebih optimal,” kata Prof. Dr. Ir. Netty belum lama ini.

Sementara itu, Dr. Ir. Maimuna Nontji, juga menjelaskan bahwa penerapan teknologi trichoderma dapat meningkatkan produktivitas jagung.

Pasalnya, jagung yang diberi perlakuan trichoderma lebih tahan terhadap cekaman biotik atau penyakit maupun abiotik seperti kekeringan dan tanah miskin hara.

“Teknologi trichoderma ini juga ramah lingkungan karena dapat mengurangi ketergantungan pada fungisida kimia sintetis,” jelas dia.

Ditempat sama, Dr. Ir. Nurliani, menyoroti manfaat trichoderma dan trichokompos dari aspek ekonomi.

Menurutnya, trichoderma dan trichokompos sangat potensial jika ditinjau dari aspek ekonomi karena dapat diperjualbelikan dan sangat dibutuhkan oleh para petani.

“Dari hasil pendampingan dan penyuluhan tersebut, para petani sudah mampu membuat dan memproduksi trichoderma dan trichokompos secara mandiri,” pungkasnya.

Selain itu, komunitas remaja peduli lingkungan juga sudah dibekali platform website sistem pemasaran online berbasis digital untuk memasarkan produk trichoderma dan trichokompos.

Tim Kosabangsa UNIMEN juga menyerahkan sejumlah peralatan teknologi pertanian kepada Kelompok Tani Tunas Muda Asaan dan Remaja Peduli Lingkungan Desa Kadingeh.

Prosesi penyerahan disaksikan oleh Mitra Pemerintah Desa Kadingeh dan seluruh peserta yang hadir.

Dengan kegiatan ini, diharapkan para petani di Enrekang dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi jagung mereka dengan menggunakan teknologi trichoderma dan trichokompos yang ramah lingkungan dan menguntungkan secara ekonomi.

Loading

Penulis : Rahmat Lamada

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Bhabinkamtibmas Polsek Kuala Cenaku Sambangi Petani Timun, Dukung Ketahanan Pangan
HUT Kota Tasikmalaya Jangan Sekedar Seremoni, Irfan Ramdani Dorong Evaluasi Nyata Pembangunan
Pengaturan Tugas Personel Dishub Kota Bogor Dinilai Cacat SOP
Opini: Indikator Bencana Nasional Bukan Kitab Suci, Jangan Tunggu Korban Berjatuhan Baru Menetapkan Status
Botok Suarakan Hilangnya Kepercayaan Rakyat Pada Hukum di Pengadilan Negeri Pati
Audiensi Tambang PT SJP di DPRD Berujung Tanya, Koalisi LSM Desak Kehadiran Bapenda dan DLH
Pengurus PPPK Teknis Garut Ucapkan Selamat Ultah ke Sekda Nurdin Yana
Bupati Jeneponto Kumpulkan Forkopimda Bahas Isu Kamtibmas hingga Kabut Asap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Kuala Cenaku Sambangi Petani Timun, Dukung Ketahanan Pangan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:38 WIB

HUT Kota Tasikmalaya Jangan Sekedar Seremoni, Irfan Ramdani Dorong Evaluasi Nyata Pembangunan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Pengaturan Tugas Personel Dishub Kota Bogor Dinilai Cacat SOP

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:17 WIB

Opini: Indikator Bencana Nasional Bukan Kitab Suci, Jangan Tunggu Korban Berjatuhan Baru Menetapkan Status

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Botok Suarakan Hilangnya Kepercayaan Rakyat Pada Hukum di Pengadilan Negeri Pati

Berita Terbaru

Berita terbaru

Pengaturan Tugas Personel Dishub Kota Bogor Dinilai Cacat SOP

Kamis, 15 Okt 2026 - 08:28 WIB