GMNI Preteli Dinsos Kota Tasikmalaya, Ada Kongkalikong di Anggaran 2025?

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP – Aroma tidak sedap tercium dari balik dinding Dinas Sosial Kota Tasikmalaya. Postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 yang diserap oleh instansi tersebut mendadak menjadi sorotan tajam dari GMNI Kota Tasikmalaya.

Dibalik deratan angka rupiah yang tertuang rapi di atas kertas, tercium dugaan kuat bancakan anggaran vital, yakni pengadaan alat rehabilitasi sosial, distribusi paket sembako, hingga proyek pengadaan alat Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT).

Proyek tersebut diduga adanya indikasi kuat penggelumbungan dana (Mark-Up) hingga dugaan kuat rekayasa belanja yang kelewat telanjang.

Bagi GMNI, ini bukan sekedar ketidakrapian administrasi, melainkan bentuk penghianatan terhadap hak-hak Masyarakat miskin. Bahkan menilai adanya permainan sistematis pada ketiga program tersebut.

Ketua GMNI Kota Tasikmalaya Kevin Silalahi menyebut, pengadaan alat rehabilitasi bagi kaum disabilitas diduga kuat adanya penggelembungan dana bahkan double claim dengan adanya temuan serta kajian akademik empiric yang dilakukan.

Kedua, Pembagian sembako yang begitu amburadul. Yang ketiga, proyek pengadaan SLRT yang menelan dana begitu besar tetapi secara empiric seakan-akan menjadi proyek seremonial tanpa adanya memberikan dampak nyata yang positif kepada Masyarakat.

“Bahkan hasil daripada advokasi yang dilakukan oleh GMNI Kota Tasikmalaya kepada Masyarakat Kota Tasikmalaya mendapatkan hasil temuan bahwasanya Masyarakat pun tidak mengetahui adanya system tersebut,” ungkapnya, Sabtu (22/08).

Di Tengah sengkarut ini, DPRD Kota Tasikmalaya tak luput dari bidikan kritik GMNI. Pihaknya menuding keras dan tegas bahwasanya DPRD Kota Tasikmalaya hanya “tidur nyenyak” dan “buta mata”.

Fungsi pengawasan yang melekat pada Lembaga legislative daerah tersebut hanyalah normatif tanpa adanya dampak di Masyarakat.

Kekecewaan GMNI kian memuncak ketika melihat tingkah “pengecut” mantan kepala bidang rehabilitasi sosial dinas sosial yang membidangi perencanaan ketiga proyek tersebut.

Dan kepala dinas sosial yang baru pun tidak jauh pengecutnya dengan mantan kabid rehabilitasi sosial tersebut dan malah bermain “kucing-kucingan” seperti anak-anak.

GMNI Kota Tasikmalaya mendesak agar mereka tidak kabur-kaburan dan memaksa mereka wajib transparan sesuai dengan UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

GMNI Kota Tasikmalaya meminta kepada aparat penegak hukum (APH) yakni Kepolisian Resor Kota Tasikmalaya dan Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya jangan hanya menjadi penonton pasif.

“Kami minta segera melakukan pemerikasaan marathon terhadap Dinas Sosial untuk membongkar dugaan kuat Permainan di ruang-ruang gelap,” tegas Kevin Silalahi.

Kepolisian dan Kejaksaan dituntut untuk mempunyai nyali berani untuk membongkar adanya dugaan kuat atas dasar kajian dan temuan empiric lapangan oleh GMNI Kota Tasikmalaya.

Jika ditemukan kesengajaan dalam merancang tata Kelola yang memuluskan penggelembungan harga hasil “Kongkalikong” maka mens rea (niat jahat) dapat menjadi dakwaan kuat untuk melanjutkan secara lebih dalam adanya dugaan indikasi pada Dinas Sosial Kota Tasikmalaya.

_GMNI Kota Tasikmalaya mendesak kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk tidak bermain mata. Ketika dana yang sejatinya diperuntukkan bagi warga miskin justru dijarah, tindakan hukum tegas tanpa pandang bulu adalah satu-satunya jawaban,” pungkas Kevin Silalahi.

Loading

Penulis : Red

Berita Terkait

Musrenbangdes Rawa Sekip Tahun 2027: Empat Prioritas Pembangunan Disusulkan
Buntut Video Ketua MUI Kota Tasik, Tuntutan Penutupan Kings Family Karaoke Minta Diuji Transparan
Kunjungi Koramil Rajapolah, Ini Pesan Dandim 0612/Tasikmalaya
Dindikpora Pemalang Bergerak! Perlindungan Anak Diperkuat, Sekolah Harus Aman Tanpa Bullying 
Soal Peredaran Miras di Cilodong, Praktisi Hukum: Satpol PP Depok Jangan Tunggu Viral Baru Tindak
Efektifkan Dana Bantuan Keuangan Khusus, TPK Bersama Warga Desa Neglasari Bangun Jalan Lingkungan
Kadisdik Kabupaten Tasikmalaya Lakukan Pembinaan di SMPN 2 Kadipaten
Asap Kabut Pekat, Puskesmas, Polsek dan Kecamatan Kuala Cenaku Bagikan Masker

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Musrenbangdes Rawa Sekip Tahun 2027: Empat Prioritas Pembangunan Disusulkan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Buntut Video Ketua MUI Kota Tasik, Tuntutan Penutupan Kings Family Karaoke Minta Diuji Transparan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Kunjungi Koramil Rajapolah, Ini Pesan Dandim 0612/Tasikmalaya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:58 WIB

Dindikpora Pemalang Bergerak! Perlindungan Anak Diperkuat, Sekolah Harus Aman Tanpa Bullying 

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:50 WIB

Soal Peredaran Miras di Cilodong, Praktisi Hukum: Satpol PP Depok Jangan Tunggu Viral Baru Tindak

Berita Terbaru

Berita terbaru

Kunjungi Koramil Rajapolah, Ini Pesan Dandim 0612/Tasikmalaya

Jumat, 9 Okt 2026 - 09:08 WIB