Gelar Diskusi Internasional, HMP-IP Hadirkan Peneliti dari Canada

Jumat, 2 Mei 2025 - 07:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh, MNP – Suasana warung kopi SP Mesra Kopi di Lamgugop pada Kamis malam (1/5/2025) berubah menjadi ruang diskusi intelektual yang hangat namun penuh gairah.

Himpunan Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry sukses menyelenggarakan diskusi internasional publik bertajuk “Melek Kesehatan, Melek Masa Depan: Gen Z sebagai Agen Perubahan”.

Dalam acara tersebut menghadirkan Louis Plottel, PhD, seorang peneliti antropologi ternama dari University of Toronto, Canada.

Acara tersebut berlangsung pada pukul 19.30-22.00 WIB ini tidak hanya memenuhi kapasitas warung kopi saja, tetapi juga memicu diskusi mendalam tentang masa depan kesehatan generasi muda terutama pada masalah narkoba dan obat- obatan.

Dara Amelia Putri, selaku ketua umum HMP-IP dalam sambutanya kegiatan tersebut sebagai upaya peningkatan literasi untuk Gen-Z didunia Kesehatan, menurutnya Gen-Z dipengaruhi makanan yang tidak sehat, bahkan tidak ada yang sedikit pemakai narkoba yang dapat merusak akal manusia.

“Apabila itu terjadi tidak dapat dicegah Indonesia bahkan terkhususnya Aceh akan mengalami kemunduran diberbagai bidang karena generasi sudah terkena dengan narkoba,” kata Dara Amelia Putri.

Acara tersebut terlihat sangat antusias yang dihadiri lebih 90 orang berasal dari mahasiswa, peneliti dan Masyarakat umum. Narasumber banyak memberi pencerahan tentang penggunaan narkoba.

Narasumber juga sempat menceritakan bahwa di Canada, tepatnya di kampung narasumber banyak menggunakan narkoba dalam konteks obatan. Narkoba jenisnya adalah heroin adalah narkoba yang digunakan untuk bius, namun di Aceh narkoba jenis tersebut tidak digunakan.

Di Kanada, narkoba dapat digunakan secara bebas dan legal. Berbeda di Aceh, narkoba tidak dapat digunakan secara legal, karena di Aceh narkoba dianggap sebagai jenis yang terlarang karena dapat menganggu psikis seseorang dalam amatannya selama 1 tahun di Aceh.

“Namun, di Aceh masih banyak Masyarakat bahkan generasi muda yang menggunakan narkoba jenis sabu dan ganja dengan berbagai faktor,” ungkap Louis Plottel.

Dalam diskusi tersebut banyak dari peserta yang juga menceritakan pengalaman yang pernah dirasakan mengenai overdosis dalam penggunaan obat dan menceritakan mengenai pengalaman yang mereka dengarkan dari keluarga tentang bahayanya narkoba.

“Efek samping suatu zat dari narkoba sangat fatal sehingga dapat merusak saraf-saraf otak dan perlu dibenar-benar diberantas penggunaan narkoba di Aceh,” pungkas Louis Plottel.

Loading

Penulis : Redaksi

Sumber Berita : Press Release

Berita Terkait

Putra-Putri Kecamatan Kawalu Raih Prestasi Gemilang di FTBI Tingkat Kota Tasikmalaya 2026
Asep Rahmat Soroti Proyek Pokmas: “Kalau Kerjakan Semua, Kelurahan Berfungsi Apa?”
Semarakkan HUT ke-81 TNI, Korem 062/TN dan Kodim 0611/Garut Gelar Bazar Murah Serentak
Sosialisasi Karhutla Lebih Banyak Ancaman Hukum, Edukasi Dampak Kabut Asap Justru Minim
APBD Perubahan 2026 Disahkan, DPRD Pendapatan Capai Rp1,62 Triliun
Rp2,9 Miliar Digelontorkan untuk Percepatan Penanganan TBC di Tasikmalaya
DPP GAM Adukan Dugaan Tambang Bentonit Ilegal di Bantarkalong ke Polres Tasikmalaya
Masuk 13 Daerah Pilihan se-Indonesia, Pakpak Bharat Siap Kembangkan Potensi Hortikultura Lahan Kering

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 12:59 WIB

Putra-Putri Kecamatan Kawalu Raih Prestasi Gemilang di FTBI Tingkat Kota Tasikmalaya 2026

Rabu, 23 September 2026 - 11:36 WIB

Asep Rahmat Soroti Proyek Pokmas: “Kalau Kerjakan Semua, Kelurahan Berfungsi Apa?”

Rabu, 23 September 2026 - 11:23 WIB

Semarakkan HUT ke-81 TNI, Korem 062/TN dan Kodim 0611/Garut Gelar Bazar Murah Serentak

Rabu, 23 September 2026 - 11:13 WIB

Sosialisasi Karhutla Lebih Banyak Ancaman Hukum, Edukasi Dampak Kabut Asap Justru Minim

Rabu, 23 September 2026 - 11:01 WIB

APBD Perubahan 2026 Disahkan, DPRD Pendapatan Capai Rp1,62 Triliun

Berita Terbaru

Barito Timur

APBD Perubahan 2026 Disahkan, DPRD Pendapatan Capai Rp1,62 Triliun

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:01 WIB