TASIKMALAYA, MNP – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kelurahan Bungursari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya yang digelar pada Rabu (14/01/2026) melahirkan kesepakatan krusial.
Selain menyusun rencana pembangunan tahun 2027, forum ini menyoroti kondisi kantor kelurahan yang dinilai sudah tidak memadai.
Acara yang berlangsung meriah dengan nuansa adat Sunda ini dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, anggota dewan, tokoh masyarakat, serta pemuda Karang Taruna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lurah Bungursari, Hendi, S.IP, mengungkapkan bahwa meskipun pelayanan publik tetap berjalan, kondisi bangunan kantor saat ini hanya berupa peninggalan eks desa yang terus-menerus direhabilitasi tanpa pembangunan total.
“Harapan besar kami kepada Dinas PUTR dan Pemerintah Kota, tolong cek langsung kondisi kantor kami. Tema Musrenbang kali ini adalah peningkatan pelayanan publik, tentu harus didukung fasilitas gedung yang layak dan setara dengan kelurahan lain,” tegas Hendi.
Lebih lanjut, Hendi menjelaskan terdapat 30 usulan yang akan dibawa ke tingkat kecamatan. Namun, ia mengakui adanya tantangan anggaran akibat pemotongan transfer pusat sebesar Rp3 miliar untuk tingkat kota, yang berimbas pada pemotongan Dana Kelurahan (DK) sekitar Rp50 juta.
“Akibat pemotongan itu, pembangunan rabat beton di RW 03 Citerewes yang semula direncanakan tahun 2026 terpaksa digeser menjadi prioritas utama untuk dibangun pada tahun 2027,” tambahnya.
Ketua LPM Kelurahan Bungursari, Dadi Mulyadi, menyatakan rasa puasnya atas kehadiran pimpinan legislatif dalam musyawarah tersebut. Menurutnya, kehadiran Ketua DPRD membuat masyarakat merasa aspirasi mereka didengar langsung.
“Kami berharap apa yang sudah dirumuskan, terutama soal pembangunan kantor kelurahan yang DED-nya (Detail Engineering Design) sebenarnya sudah turun dari dulu, bisa segera terealisasi. Kelurahan ini harus tampak seperti kantor pelayanan kota, bukan lagi sekadar balai desa,” ujar Dadi.
Suasana Musrenbang tahun ini terasa berbeda dan lebih meriah berkat kolaborasi Karang Taruna dengan LPM yang mengenakan seragam baju adat Sunda sebagai ciri khas. Ketua Karang Taruna Kelurahan Bungursari, Dian Nurdiansyah, menyebut pihaknya terus mendorong program pemberdayaan pemuda.
“Tahun ini kami akan melaksanakan pelatihan Barista. Setiap tahun kami mengusulkan pelatihan-pelatihan serupa dan juga pengadaan sekretariat Karang Taruna. Kami ingin pembangunan di Bungursari benar-benar memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat,” kata Dian.
Musrenbang ditutup dengan penandatanganan berita acara kesepakatan prioritas pembangunan, dengan harapan besar bahwa di bawah kepemimpinan walikota saat ini, wajah infrastruktur Kelurahan Bungursari dapat berubah menjadi lebih representatif.
![]()
Penulis : Gobreg
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan