FORWATUR Soroti Banyak Dugaan BUMDes dan Program Ketahanan Pangan Tidak Jelas

Rabu, 20 Maret 2024 - 11:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Pemerintah bersama dengan berbagai pihak terkait dan komunitas desa telah meluncurkan program untuk meningkatkan ketahanan pangan dan program pengembangan ekonomi di tingkat desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Kedua Program ini mencakup serangkaian kegiatan mulai dari peningkatan produksi pertanian hingga distribusi pangan yang lebih merata.

Sehingga bergulirnya perekonomian di tingkat desa dapat berjalan dengan baik dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pasca pandemi Covid 19 yang melanda pada beberapa tahun silam.

Pertama yaitu melalui program ketahanan pangan, petani lokal diberikan pelatihan dan bimbingan teknis untuk meningkatkan produktivitas pertanian mereka.

Pendekatan berbasis komunitas digunakan untuk memastikan keberlanjutan program serta partisipasi aktif dari masyarakat desa dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan pertanian.

Selain itu, program ini juga mengutamakan diversifikasi tanaman untuk mengurangi risiko kerugian akibat faktor lingkungan dan iklim yang tidak pasti.

Infrastruktur pertanian seperti irigasi dan penyimpanan pangan juga ditingkatkan untuk mendukung efisiensi dalam produksi dan distribusi pangan.

Selain program Ketahanan Pangan (Ketapang), Desa juga memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang menjadi pusat perhatian dalam upaya pengembangan ekonomi di tingkat desa sebelum pandemi Covid 19, dimana BUMDes sudah berjalan.

Dengan berbagai inovasi dan program yang digulirkan, BUMDes dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat desa dalam meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kesenjangan ekonomi ketika BUMDes berjalan dengan baik.

BUMDes tidak hanya menjadi sarana untuk mengelola potensi lokal, tetapi juga sebagai wahana untuk menggerakkan roda perekonomian desa secara mandiri.

Melalui berbagai unit usaha seperti pertanian, perikanan, industri kreatif, pariwisata, dan layanan jasa, BUMDes harus mampu menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan pendapatan bagi desa itu sendiri ataupun bagi masyarakat desa.

Kedua program tersebut sebetulnya saling berkaitan, Dimana ketika program ketahanan pangan berjalan dengan baik, tentunya dapat dipasarkan melalui BUMDes untuk dapat menggulirkan roda perekonomian di daerah.

Namun hal tersebut berbanding terbalik dengan yang terjadi di lapangan, seperti halnya di wilayah Tasikmalaya Utara, dimana banyaknya dugaan program ketahanan pangan dan juga BUMDes yang tidak berkembang.

Hal ini menjadi sorotan bagi organisasi profesi yang ada di wilayah tasik utara yaitu Forum Wartawan Tasik Utara (FORWATUR).

Ketua FORWATUR Halim Saepudin menuturkan, dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah, pihak terkait, dan masyarakat desa, tentunya kedua program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemandirian pangan serta kesejahteraan ekonomi di tingkat lokal.

“Ini merupakan langkah penting dalam membangun ketahanan pangan yang kokoh dan berkelanjutan di daerah dengan pemasarannya melalui BUMDes yang ada,” tuturnya. Selasa (20/3/2024).

Loading

Penulis : Dudi

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Evakuasi Beres 30 Menit! Pohon Tumbang Tutup Jalur Nasional Bandung–Garut
Garut Utara Harga Mati! Perjuangan Nyata Kunci Lahirnya Daerah Otonomi Baru
Dampak Kemarau Panjang, Ratusan Hektar Lahan Kering di Pemalang Terbakar
Kanwil Ditjenpas DK Jakarta Perkuat Manajemen Komunikasi Krisis Pemasyarakatan Terintegrasi
Gandeng Pihak Swasta, DLH Pemalang Atasi Krisis Sampah
Marak Pengamen dan Pengemis, Satpol PP Pemalang Turun Tangan Beri Pengarahan
Tangkap Pembobol Rumah di Kalianda, Polisi Ungkap Dua Kasus Curanmor Sekaligus
Wujud Sedekah Jariyah, Keluarga Almarhum Azis Riyono Wakafkan Al-Qur’an di Tiga Masjid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:02 WIB

Evakuasi Beres 30 Menit! Pohon Tumbang Tutup Jalur Nasional Bandung–Garut

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:10 WIB

Garut Utara Harga Mati! Perjuangan Nyata Kunci Lahirnya Daerah Otonomi Baru

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:00 WIB

Dampak Kemarau Panjang, Ratusan Hektar Lahan Kering di Pemalang Terbakar

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:48 WIB

Kanwil Ditjenpas DK Jakarta Perkuat Manajemen Komunikasi Krisis Pemasyarakatan Terintegrasi

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:28 WIB

Gandeng Pihak Swasta, DLH Pemalang Atasi Krisis Sampah

Berita Terbaru

Berita terbaru

Gandeng Pihak Swasta, DLH Pemalang Atasi Krisis Sampah

Kamis, 16 Jul 2026 - 13:28 WIB