Tasikmalaya, MNP – Kepulan asap pekat dari pembakaran ban bekas sebagai simbol berkobarnya semangat dalam perjuangan dari masa aksi menyelimuti depan kantor Bawaslu dan DPRD Kota Tasikmalaya.
Teriakan orator massa aksi menggema menyoal dugaan kecurangan Money Politik (Politik Uang, red) yang disinyalir melibatkan para petinggi DPRD menjadi isu panas pasca Pilkada 2024.
Forum Demokrasi Masyarakat Madani (Fordem) dengan ratusan massa aksinya menggeruduk Kantor Bawaslu Kota Tasikmalaya, Rabu (18/12/2024).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Fordem sendiri merasa bahwa Pilkada 2024 Kota Tasikmalaya nilai Demokrasinya dikebiri dengan Money Politik.
Dalam orasinya, Ade Gunawan selaku Wakil Ketua Fordem meminta Ketua Bawaslu untuk hadir dan menghadapi para massa aksi.
“Kami meminta kepada Saudara Zaki Pratama Sauri selaku ketua Bawaslu Kota Tasikmalaya atau Gakkumdu untuk bisa hadir di sini,” tegas Ade dalam orasinya.
“Karena kami akan mempertanyakan dan meminta pertanggung jawaban atas laporan laporan pelanggaran dalam pilkada, sejauh mana pihak Bawaslu memproses pelanggaran tersebut,” sambungnya.
Masa Aksi dari Fordem harus menelan kekecewaan karena pihak Bawaslu Kota Tasikmalaya tidak seorang pun menghadapi massa aksi, di karenakan menurut informasi lagi pada kegiatan di luar kota.

Sesuai dengan agenda, massa dari Fordem melanjutkan aksinya ke DPRD Kota Tasikmalaya, walaupun di guyur hujan gerimis tidak menyurutkan perjuangan mereka.
Orasi pun kembali menggema di depan kantor DPRD yang langsung ditemui Ketua Dewan Aslim beserta jajarannya.
Fordem menyoal dugaan money politik Pilkada Kota Tasikmalaya yang terstruktur, sistematis dan massif dengan keterlibatan para petinggi DPRD.
Menyikapi itu, Aslim membantah tudingan Fordem dengan dalih, pihaknya dalam hal itu tidak parsial pribadi tapi koalisi dengan nama Kota Tasik Maju dari Gerinda, Nasdem, Partai Umat, PBB dan Gelora.
“Tentunya kami sebagai pengurus partai yang ditugasi untuk pemetaan di lapangan tidak ada seperti itu, tidak ada urusan uang dan lain sebagainya kami hanya di tugaskan untuk pemetaan,” tutur Aslim dalam sesi tanya jawab dengan peserta aksi.
Di singgung dengan rumor pembagian amplop yang mencapai belasan ribu amplop bahkan dengan data data yang menjadi sorotan saat ini, Aslim Sendiri menepis hal tersebut.
“Itu hanya data kegiatan pemenangan kita, tidak ada amplop dan uang di sana sama sekali, itu tidak benar,” tegasnya.
Dengan jawaban jawaban ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Fordem merasa tidak puas, apalagi karena pihak Bawaslu tidak ada di tempat.
Lantaran itu, Fordem rencananya akan mengagendakan ulang untuk aksi sekaligus audiens dengan harapan ketua DPRD dan Bawaslu bisa ada di tempat.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan