F-BSR dan LBH PKGI Dukung Warga Wisma Dewi Hadapi Lelang Sepihak KPKNL

Selasa, 22 Juli 2025 - 18:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP — Ahli waris keluarga Wisma Dewi kini tengah menghadapi polemik dugaan lelang sepihak tanah dan bangunan oleh KPKNL yang masih dalam status sengketa.

Ditengah masalah tersebut, ahli waris mendapat dukungan dari puluhan warga yang tergabung dalam Forum Baraya Singaparna Raya (F-BSR) bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pendekar Kawah Galunggung Indonesia (PKGI).

Ketua Umum F-BSR, Ahmad Muslih alias Aa Kodel, didampingi Ketua Harian Arif Sudrajat, menerima keluhan dari ahli waris, yakni Dudy Hermady, S.E. dan Gandhy Nataprawira, yang merasa dirugikan atas tindakan KPKNL.

Pasalnya, aset tanah dan bangunan milik orang tua mereka (alm) Drs. H. Iyon Suryono AK dilelang meski belum ada penyelesaian menyeluruh dari pihak pembeli sebelumnya, Rudi Ramdani.

Gandhy menyabut telah mengajukan permohonan bantuan kepada Forum Baraya Singaparna, karena hingga kini pembeli sebelumnya belum melunasi pembayaran.

“Namun entah bagaimana, tanah dan bangunan tersebut justru sudah dimenangkan oleh pihak lain melalui lelang,” ujar Gandhy dengan nada kecewa, Selasa (22/07/2025).

Kekhawatiran keluarga makin memuncak dengan adanya kemungkinan pengosongan paksa sebelum penyelesaian hukum selesai.

Hal ini disampaikan oleh Andri Pele, Ketua XTC Kabupaten Singaparna, sekaligus perwakilan dari keluarga Wisma Dewi.

“Kami sudah musyawarah dengan ahli waris. Kami khawatir pemenang lelang akan datang tiba-tiba dan mengusir keluarga kami dari Wisma Dewi. Ini belum kondusif, dan belum ada penyelesaian resmi,” kata Andri.

Ditengah sama, Arif Sudrajat Ketua Harian F-BSR menegaskan, sebagai bentuk solidaritas, F-BSR dan LBH PKGI siap menjadi garda terdepan mendampingi dan membela keluarga yang mereka nilai telah didzolimi, bahkan jika perlu hingga ke pengadilan.

“Insya Allah besok kami akan menggelar audiensi ke DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Kami juga akan mengawal ketat saksi kunci Rudi Ramdani dan advokat LBH PKGI, Usep Rinaldi, SH, CPM. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kepada mereka sebelum proses ini selesai,” ujar Arif Sudrajat.

Sementara itu, Hartoni, Ketua Umum LBH PKGI sekaligus kuasa hukum keluarga Wisma Dewi, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan seluruh elemen masyarakat yang tergabung dalam F-BSR.

“Saya berterima kasih kepada Kang Arif Sudrajat, Aa Kodel, dan seluruh lembaga yang tergabung dalam F-BSR. Tanpa dukungan mereka, perjuangan ini tidak akan semudah membalikkan telapak tangan,” pungkasnya.

Loading

Penulis : DK

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Bukti Nyata Wakil Rakyat Hadir, Anggota DPR-RI Rizal Bawazier Desak RUU Perkoperasian
Sering Mati dan Keruh, Pelanggan Perumda Air Minum Leuwiliang Kecewa
Bupati Franc Bernhard Tumanggor Dukung Penuh Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Pakpak Bharat
Kekompakan Warga Perum Mutiara Citra Tasikmalaya, Sambut Peringatan 1 Muharam 1448 H
Proyek Jalan Nasional Ampah–Pasar Panas Rp23 Miliar Terus Dikebut, Target Rampung Desember 2026
PAD Tidak Tercapai, Siapa yang Bertanggung Jawab? GMNI Minta Bapenda Berhenti Tertutup
MBG Gagal, Pejabatnya Tersandung Korupsi, Kini KDMP Dipaksakan
Banyak Sekolah Direvitalisasi, Mengapa SDN 3 Puspahiang Malah Terlewat?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 12:01 WIB

Bukti Nyata Wakil Rakyat Hadir, Anggota DPR-RI Rizal Bawazier Desak RUU Perkoperasian

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:41 WIB

Sering Mati dan Keruh, Pelanggan Perumda Air Minum Leuwiliang Kecewa

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:23 WIB

Bupati Franc Bernhard Tumanggor Dukung Penuh Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Pakpak Bharat

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:09 WIB

Kekompakan Warga Perum Mutiara Citra Tasikmalaya, Sambut Peringatan 1 Muharam 1448 H

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:36 WIB

Proyek Jalan Nasional Ampah–Pasar Panas Rp23 Miliar Terus Dikebut, Target Rampung Desember 2026

Berita Terbaru

Ket foto : Instalasi Air Minum Milik Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, di Kp Geledug-Desa Barengkok, Kecamatan Leuwiliang. (Photo : Jeffry Sukapura/Tim)

Berita terbaru

Sering Mati dan Keruh, Pelanggan Perumda Air Minum Leuwiliang Kecewa

Sabtu, 20 Jun 2026 - 10:41 WIB