Lampung Selatan, MNP – Proyek pembangunan jalan cor rabat beton di Jalan Sunan Ampel, Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, menuai tanda tanya besar.
Pasalnya, pembangunan yang baru rampung dalam hitungan hari tersebut kini sudah terlihat mengalami retak-retak di berbagai titik. 18/11/2025
Saat tim awak media mendatangi lokasi untuk melakukan investigasi, tampak jelas kondisi permukaan beton tidak rata dan banyak retakan yang diduga bukan sekadar retak rambut, melainkan retakan struktural yang berpotensi melemahkan kekuatan konstruksi dalam waktu dekat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota Peningkatan Jalan Sunan Ampel, Dusun Umbul Keong 2, Desa/Kecamatan Sidomulyo.
Adapun anggarannya senilai Rp 398.464.166,00 dengan waktu pelaksanaan: 60 hari kalender yang dikerjakan CV. Kurnia Jejama dari APBD Kabupaten Lampung Selatan TA 2025 di Dinas PUPR Lampung Selatan.
Dengan jumlah anggaran sebesar hampir empat ratus juta rupiah, masyarakat berharap pembangunan tersebut berjalan sesuai RAB dan standar konstruksi, sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Namun kenyataan di lapangan justru memunculkan dugaan bahwa pekerjaan tersebut tidak dilakukan secara maksimal.
Saat awak media mencoba mengonfirmasi kondisi retakan tersebut melalui sambungan telepon WhatsApp kepada pihak pelaksana proyek bernama Amir dari CV. Kurnia Jejama, jawaban yang diberikan terkesan singkat dan tidak menjelaskan secara detail penyebab kerusakan.
“Retak itu nanti diperbaiki, masih ada masa perawatan retensi 6 bulan,” jawabnya singkat.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lampung Selatan terkait kualitas pekerjaan maupun rencana tindak lanjut pembenahan.
Tak hanya media, warga sekitar yang melihat langsung kondisi jalan tersebut juga merasa kecewa dan mempertanyakan kualitas pekerjaan kontraktor.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menuturkan, ini baru selesai saja sudah retak. “Kalau begini, beberapa bulan lagi pasti rusak parah. Ini uang rakyat, bukan uang main-main,” cetusnya.
Beberapa warga lainnya juga mendesak agar pihak terkait, pengawas lapangan, dan anggota DPRD Lampung Selatan segera turun mengecek kondisi proyek tersebut
Beberapa retakan yang ditemukan di lapangan mengarah pada dugaan adukan beton tidak sesuai campuran standar teknis, tidak dilakukan pemadatan dan curing secara benar, Pengerjaan dilakukan terburu-buru demi mengejar waktu dan pengawasan dinilai minim.
Jika dugaan tersebut benar, maka pengerjaan jalan ini terindikasi hanya memenuhi formalitas serah terima pekerjaan tanpa mempertimbangkan kualitas dan kebermanfaatan jangka panjang.
Proyek ini seharusnya menjadi akses bagi warga dan pengguna jalan untuk meningkatkan kesejahteraan, bukan justru menjadi beban biaya perbaikan di kemudian hari.
Dengan munculnya kerusakan dini, publik kini menunggu langkah tegas dari Inspektorat, DPRD Lampung Selatan, Dinas PUPR maupun Aparat Penegak Hukum untuk memastikan bahwa anggaran daerah yang bersumber dari pajak masyarakat tidak disalahgunakan.
![]()
Penulis : Jun
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan