‎Dinas Pendidikan Garut Perkuat PAUD dalam Upaya Penurunan Stunting

Rabu, 23 Juli 2025 - 16:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, MNP – Dinas Pendidikan Kabupaten Garut melalui Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) menyelenggarakan Pembinaan Kelembagaan dan Manajemen PAUD.

Isu yang dibahas terkait Percepatan Penurunan Stunting pada Satuan Lembaga PAUD yang berlangsung di Aula Sekolah Dasar (SD) Yos Sudarso Garut, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Selasa (22/7/2025).

‎Kepala Seksi PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Awat Setiawati, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang selalu dilaksanakan.

‎”Ini merupakan suatu kolaborasi antara semua unsur yang ada di Kabupaten Garut, kita untuk percepatan penurunan stunting yang selalu diadakan,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah bentuk nyata dari Dinas Pendidikan Kabupaten Garut sebagai kolaborasi dalam percepatan penurunan stunting.

‎”Adapun tujuan dilaksanakan kegiatan ini, merupakan bentuk nyata dari Dinas Pendidikan Kabupaten Garut sebagai kolaborasi dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Garut khususnya pada satuan lembaga PAUD,” terang Awat.

‎Perwakilan Bunda PAUD Kabupaten Garut, Empat Patimah Sambas, sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap dapat dilaksanakan secara rutin.

Menurutnya, pencerahan bagi guru-guru PAUD, terutama di wilayah desa terkait hal ini dinilai sangat krusial. Ia memaparkan, PAUD berada di garda terdepan untuk mengidentifikasi dan memberikan edukasi kepada keluarga yang memiliki bayi dengan kondisi stunting.

Empat Patimah Sambas mewakili BUNDA PAUD Kabupaten Garut menghadiri kegiatan ini dan menanggapi bagus pembinaan ini.

“Sangat bagus dan ini sepertinya harus ada rutinitas ya, karena tidak cukup sekali untuk memberikan pencerahan kepada guru-guru PAUD, terutama guru PAUD yang ada di desa-desa, yang paling terdepan untuk memeriksa kepada keluarga-keluarga yang mempunyai bayi dalam keadaan stunting,” tuturnya.

‎Empat Patimah Sambas juga menyoroti akar masalah stunting yang seringkali bermula dari gizi buruk pada ibu sejak masa remaja, yang kemudian berlanjut hingga masa kehamilan.

Ia menekankan pentingnya peran guru PAUD untuk terjun langsung ke masyarakat di lingkungannya masing-masing guna memperkecil prevalensi stunting di Kabupaten Garut.

‎”Yang saya pikirkan, stunting ini yang paling utama anak-anak dan ibunya pun sudah dari sejak remaja tidak mendapatkan gizi yang bagus, artinya kekurangan gizi yang sangat kronis maka terjadilah ketika mengandung pun dia tidak makan makanan yang bergizi, lalu tidak memperhatikan kesehatan yang ada di lingkungannya sendiri,” jelasnya.

‎Salah satu narasumber kegiatan, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Tri Cahyo Nugroho, menjelaskan pentingnya pencegahan stunting secara komprehensif.

Ia menyoroti strategisnya pertemuan ini, mengingat yang hadir adalah Bunda PAUD dari 20 lokus desa stunting serta guru-guru PAUD di desa-desa tersebut. Pertemuan ini menjadi momentum tepat untuk membahas upaya pencegahan stunting pada usia PAUD.

‎”Memang tidak hanya pada murid siswanya yang usia 4 tahun, 5 tahun, 6 tahun, tapi biasanya ibu-ibu muda yang (anaknya) PAUD juga punya balita atau sedang hamil. Sehingga tadi saya menjelaskan bagaimana pencegahan stunting itu sejak dini, yakni sejak masa kehamilan,” ucapnya.

‎Ia menekankan bagaimana pencegahan stunting harus dimulai sejak dini, yakni sejak masa kehamilan.

dr. Tri menerangkan, banyak hal yang dijelaskan kepada para Bunda PAUD, kepala desa, dan guru-guru PAUD agar mereka dapat mengedukasi ibu-ibu di desa mengenai langkah-langkah menjaga kesehatan ibu hamil dan balita yang dikandung.

‎”Jangan lupa untuk dikonsumsi karena dengan minimal memperhatikan dua poin tersebut ya tablet tambah darahnya diminum, makan makanan yang bergizi seimbang, usia kehamilannya semakin nambah berat badan bayinya yang dikandungnya juga semakin nambah sehingga bayinya lahir sehat,” lanjutnya.

‎Selain itu, materi yang diberikan juga mencakup ASI eksklusif, makanan pendamping ASI, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan di posyandu, imunisasi, obat cacing, dan vitamin A.

Dengan pemahaman ini, dr. Tri berharap para Bunda PAUD dan guru-guru PAUD dapat memahami program-program kesehatan yang terkait dengan pencegahan stunting.

‎”Harapannya para peserta ini bisa kembali menyampaikan kepada ibu-ibu hamil, orang tua muridnya, di wilayahnya agar bisa mencegah stunting itu sejak dari dini, sejak dari kehamilannya, usia sampai dengan balita,” tandasnya.

Loading

Penulis : Wawan Uje

Editor : Redi Setiawan

Sumber Berita : Diskominfo Garut

Berita Terkait

Kawal Proses PK-2 di Mahkamah Agung, Usut Dugaan ‘Kongkalikong’ Mafia Tanah Tol Cisumdawu
Babak Baru Kasus Pelecehan Pedagang Bakso: Kuasa Hukum Hadirkan Saksi Kunci
Tergiur Imbalan, Karyawan Swasta di Garut Kota Nekat Jadi Perantara Narkoba
Pakpak Bharat Menuju Swasembada Energi: Progres PLTA Kombih III Terus Dikawal Ketat
Opini: Dana PBBKB—Uang Rakyat yang Tersesat di Lorong Birokrasi
Update Desa Wanakerta: Sukses Gelar Bintek BUMDes untuk Dongkrak PADes
Kades Kertajaya Pimpin Bimtek Pembangunan Rumah Sederhana bagi Penerima BSPS
Akses Jalan SMAN 11 Tasikmalaya Masih Buntu, Aliansi Bungursari Geruduk Kantor Walikota Tagih Janji Hibah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 19:46 WIB

Kawal Proses PK-2 di Mahkamah Agung, Usut Dugaan ‘Kongkalikong’ Mafia Tanah Tol Cisumdawu

Sabtu, 25 April 2026 - 18:53 WIB

Babak Baru Kasus Pelecehan Pedagang Bakso: Kuasa Hukum Hadirkan Saksi Kunci

Sabtu, 25 April 2026 - 12:40 WIB

Tergiur Imbalan, Karyawan Swasta di Garut Kota Nekat Jadi Perantara Narkoba

Sabtu, 25 April 2026 - 11:03 WIB

Pakpak Bharat Menuju Swasembada Energi: Progres PLTA Kombih III Terus Dikawal Ketat

Jumat, 24 April 2026 - 19:12 WIB

Opini: Dana PBBKB—Uang Rakyat yang Tersesat di Lorong Birokrasi

Berita Terbaru

Ilustrasi

Barito Timur

Opini: Dana PBBKB—Uang Rakyat yang Tersesat di Lorong Birokrasi

Jumat, 24 Apr 2026 - 19:12 WIB