Diduga Masalah Uang Tabungan, Pelaku Nekad Bunuh Wanita Paruh Baya di Cisarua 

Senin, 24 November 2025 - 08:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, MNP – Kasus tewasnya seorang wanita paruh baya di Cisarua, Kab. Bogor, akhirnya terungkap. Setelah pihak Polres Bogor berkolaborasi pihak Polsek Cisarua, merilis rangkaian kronologi peristiwanya.

Itu merupakan kejadian tragis di rumah korban, warga di Kp. Cipari, Kelurahan/Desa dan Kecamatan Cisarua, di dekat sebuah sekolah yang berlangsung siang hari dan dipenuhi ketegangan, serta rekayasa alibi palsu, hingga upaya menunda penemuan jenazah korban oleh pelaku di lokasi.

Dalam Konferensi Persnya malam tadi, Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP. Anggi Eko Prasetyo, mengungkap bahwa sebelum kejadian pembunuhan, baik pelaku maupun korbannya, sempat berada dalam satu rumah yang sama, di dalam situasi yang relatif nampak normal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun kondisinya itu tiba-tiba berubah drastis saat persoalan pribadi dari keduanya kembali mencuat lewat obrolan mereka.

“Ketegangan terjadi, dipicu permasalahan pribadi yang itu dikabarkan berlangsung sudah sejak lama. Suasana memanas dan pelaku akhirnya nekad melakukan aksi kejinya, tindakan kekerasan yang dilakukannya itu yang telah menyebabkan korban meninggal dunia,” jelas AKP Anggi.

Dalam penyelidikan, polisi menemukan bahwa durasi interaksi antara pelaku dan korban berlangsung cukup lama.

Diduga memang ada fase yang panjang dan alot, berupa perdebatan disertai percakapan emosional dari keduanya, di dalam rumah si korban tersebut, sebelum akhirnya pelaku melakukan tindakan brutalnya itu.

Setelah kejadian, si pelaku tak langsung meninggalkan lokasi TKP. Ada percakapan lanjutan yang menunjukkan kondisi emosionalis negatif yang cukup rumit.

“Si pelaku pun mencoba beralibi, guna menyembunyikan kejadian yang dialaminya itu dengan membuat alibi palsu itu,” tambah Kasat Reskrim.

Polisi mengungkap bahwa, si pelaku sempat berpura – pura, menghubungi pihak keluarga korban, memberikan keterangan yang tidak sesuai dengan faktanya ke pihak keluarga korban tadi.

Langkah tadi dilakukannya, diduga sengaja untuk bisa menunda penemuan jasad korban sekaligus mengalihkan kecurigaan keluarga si korban.

Namun, upayanya tersebut tak berlangsung lama. Ada ketidak sesuaian informasi, bukti-bukti fisiknya, disertai keterangan saksi membuat polisi bergerak cepat untuk melakukan pengusutan dan penyelidikan, untuk segera memproses hukumkannya.

Tidak lama setelah laporan penemuan jenazah korban diterima, tim gabungan dari Satreskrim Polres Bogor dan Polsek Cisarua, segera melakukan pengejarannya terhadap si terduga pelaku saat itu.

Dalam waktu yang singkat (kurang dari 24 jam berjalan), si pelaku berhasil ditangkap serta diamankan tanpa perlawanan.

Polres Bogor menegaskan bahwa, penyelidikan sudah dilakukan pihaknya secara menyeluruh, termasuk dari pengungkapan motif, serta analisis bukti dan kronologi detailnya.

Dimulai dari awal pertemuan antara si pelaku dengan korban, hingga saat pelaku meninggalkan lokasi kejadian tadi, semua sudah ditelisik dengan detail serta komprehensif, oleh mereka.

Kasusnya kini masih terus dikembangkan lebih lanjut, untuk memastikan tak ada fakta yang terlewat, bahkan termasuk tentang ada tidaknya hubungan personal, diantara pelaku serta korban, maupun kemungkinan adanya masalah ekonomi yang diduga menjadi pemicunya. Ini informasi substantif dari konferensi Pers tadi malam di Polres Bogor, Cibinong.

Bertepatan dengan digelarnya konferensi Pers, MNP mendapat info tambahan, dari kontributor tim wilayah Selatan Kabupaten Bogor. Yang bersumber dari salah seorang tetangga korban di sekitar TKP, yang minta tak dipublikasikan identitasnya.

Sumber membenarkan bahwa informasi tersebut tersebar melalui grup WhatsApp, di ponsel yang bersangkutan.

“Mohon maaf Bapak, kalau kronologi persisnya mah itu Saya tidak tahu, karena dari hari Jum’at Siang juga Saya mah udah pulang ke rumah orangtua Saya di Dramaga, karena Saya lagi sakit,” kata sumber.

“Dan baru dapat kabar tersebut tadi pagi di grup dan itu pun cuma berupa kabar, bahwa Bu Hajah tetangga sekolah meninggal, tanpa kabar lain yang menceritakan tentang kejadian atau kronologinya. Jadi mohon maaf, jika Saya tidak bisa bantu informasi secara mendetailnya, Pak,” ungkap sang tetangga tersebut.

Terpisah, dari salah sorang warga di sekitar lokasi/TKP, yang disebut-sebut sebagai salah seorang komite, dalam lingkup sekolah di sekitaran tempat terjadinya kasus itu, sekaligus diduga menyaksikan saat kejadian tragis itu berlangsung.

Namun dirinya tak mampu berbuat banyak diduga karena takut. Telah memberikan jawaban pada kontributor MNP ini dengan bahasa Sunda, seperti ini.

Meureun Almarhum nagih duitna ka pelaku, nu jumlah na leuwih ti 10 Jutaan, jang nambahan biaya berangkat umroh na meureun. Malem Kemis teh si pelaku datang ka Imah almarhum, nu keur shalat. Almarhum anu keur shalat diteunggeulan, tuluy didagorkeun sirahna eta ku pelaku. Kanyahoan kitu teh karna aya buuk si pelaku nu nempel na leungeun korban na, da si almarhum sempet ngajenggut sirah si pelaku,” bebernya.

Diterjemahkan menjadi : Barangkali si Almarhum itu nagih uangnya ke si pelaku, sebanyak Rp. 10 Juta, buat nambahin biaya berangkat umrohnya, barangkali. Nah, malam Kamisnya si pelaku mendatangi rumah korban, saat korban tengah shalat itu dipukulin, terus dijedotin Kepalanya, ketahuan begitu karena terlihat ada rambut si pelaku, nempel di tangan korban, sebab sang korban sempat menjambak kepala si pelaku.

Yang bersangkutan menambahkan, dengan memaparkan informasi yang diduga kuat jadi latar belakang terjadinya tragedi tersebut.

Menurutnya, pada awalnya korban menabung uang ke pelaku. Dan seiring waktu berjalan, tabungan si korban mencapai lebih dari Rp. 10 Juta.

Kemudian uang yang Rp. 10 Jutanya itu pun dimintanya dari pelaku tadi, rencananya untuk nambah biaya berangkat umroh, di bulan Desember tahun ini.

Namun, saat uangnya tadi diminta untuk dijadikannya tambahan biaya berangkat umroh itu, pelaku tidak mau menyerahkan uangnya itu. Lalu disela cekcok mereka, korban pamit untuk shalat Ashar. Di saat menunaikan shalatnya itulah, korban itu dipukuli oleh si pelaku tadi.

Si pelaku memukuli korban dengan potongan kayu, lalu diduga karena pelaku kuatir korban akan mengadukan perlakuannya kepada pihak keluarga serta orang-orang, hingga akhirnya pelaku pun nekad menghabisi korban.

Peristiwa pembunuhan itu, sambungnya lagi, terjadi di hari Kamis Sore lalu. Terus keberadaan jenazah korban baru ditemukan, oleh warga sekitar, pada Jum’at malam sekira waktu ba’da Isha. Itu beserta beberapa barang bukti, yang ditemukan oleh pihak kepolisian, antara lain berupa potongan Kayu, lalu Pisau dan Bantal.

Mirisnya lagi, setelah si pelaku tahu, bahwa si korban meninggal dunia, pelaku sempat ambil semua perhiasan yang ada di bagian tubuh korbannya. Demikian ceritanya, Minggu Pagi (23/11/2025).

Terlepas dari apa yang kini telah terjadi, dan korbannya pun telah dimakamkan oleh pihak keluarganya, pelaku pun sudah diamankan oleh pihak yang berwenang di polres Bogor.

Namun pihak keluarga serta simpatisan dari korban tetap berharap, agar proses hukum segera benar-benar dijalankan dan ditegakkan terhadap pelaku nya, dengan sanksi hukum setimpal serta berkeadilan.

Loading

Penulis : Asep Didi/Tim

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Pantau Percepatan Penuntasan TBC, Bupati Jeneponto Tekankan Kolaborasi dan Penguatan Layanan
Resmi Ikrar di Tasikmalaya, Yayasan Peduli Kasih Insani Siap Layani Kebutuhan Darah dan Kesehatan
Paturay Tineung SMKS Krija Bhakti Utama, 294 Siswa Kelas XII Resmi Dilepas
Upacara Harkitnas, Kodim 0612/Tasikmalaya Perkuat Nasionalisme dan Solidaritas Kebangsaan
Bupati Pakpak Bharat Kunjungi Warga Terdampak Luapan Sungai Lae Sibintoha Desa Kuta Tinggi
Ketua RW 01 Margaluyu Soroti Lambannya Penanganan Kebocoran Pipa SPAM Cibatu
Jelang PPDB, Aliansi Masyarakat Bungursari Desak Kejelasan Akses Jalan SMAN 11 Tasikmalaya
“Polisi Sahabat Santri”, Edukasi Santri Madrasah Diniyah Al Huda Tasikmalaya Cegah Kejahatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:54 WIB

Pantau Percepatan Penuntasan TBC, Bupati Jeneponto Tekankan Kolaborasi dan Penguatan Layanan

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:23 WIB

Resmi Ikrar di Tasikmalaya, Yayasan Peduli Kasih Insani Siap Layani Kebutuhan Darah dan Kesehatan

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:14 WIB

Paturay Tineung SMKS Krija Bhakti Utama, 294 Siswa Kelas XII Resmi Dilepas

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:38 WIB

Upacara Harkitnas, Kodim 0612/Tasikmalaya Perkuat Nasionalisme dan Solidaritas Kebangsaan

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:28 WIB

Bupati Pakpak Bharat Kunjungi Warga Terdampak Luapan Sungai Lae Sibintoha Desa Kuta Tinggi

Berita Terbaru