Diabaikan Walikota, Paguyuban Online Bersatu Kecewa Undangan Santunan Tak Digubris

Sabtu, 14 Maret 2026 - 03:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP – Paguyuban Online Bersatu (POB) kembali menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial dengan menggelar santunan bagi anak yatim dan kaum jompo.

Namun, di balik kemuliaan acara yang digelar di salah satu rumah makan di Jalan Mashudi, Kamis (12/03/2026) tersebut, terselip kekecewaan mendalam terhadap Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Ketua Umum POB, H. Mulyadi, menegaskan bahwa aksi santunan ini murni lahir dari inisiatif para pengemudi ojek online (ojol) yang ingin berbagi di tengah keterbatasan ekonomi.

“Kita melakukan santunan ini sebagai bentuk kepedulian ojol terhadap sesama. Walaupun kami dari kalangan menengah ke bawah, kami membuktikan masih bisa peduli. Harusnya ini menjadi pemantik bagi instansi pemerintah,” ujar H. Mulyadi kepada awak media.

H. Mulyadi menyayangkan sikap Pemerintah Kota Tasikmalaya yang dinilai dingin terhadap gerakan ojol.

Ia mengungkapkan, pihak POB telah mengirimkan surat resmi hingga undangan melalui ajudan Walikota, namun hingga acara berlangsung, tidak ada respon sama sekali.

“Untuk Pemerintah Kota Tasikmalaya, saya sudah menyurati melalui ajudannya tapi sampai saat ini tidak ada respon. Seolah-olah kita ini tidak dilirik sebagai bagian dari masyarakat ojol yang ada di Kota Tasikmalaya,” cetusnya kecewa.

Lebih lanjut, H. Mulyadi menegaskan bahwa POB tidak akan tinggal diam dan akan segera menagih janji-janji yang pernah disampaikan pihak pemerintah saat aksi demonstrasi dan doa bersama beberapa waktu lalu.

Salah satu poin besar yang ditagih adalah janji fasilitasi pembentukan akhlak bagi elemen jalanan, termasuk pengajian rutin untuk ojol, anak jalanan, hingga komunitas motor.

“Kami akan menagih janji Walikota. Bukan hanya soal fasilitas pengajian atau pembentukan akhlak yang pernah dijanjikan saat kami demo dulu, tapi ada beberapa hal penting lainnya yang akan kami kejar pertanggungjawabannya,” pungkas H. Mulyadi tegas.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Mengungkap Dugaan Praktik Culas di SPBU 34-16805 Cileungsi, Tabrak Aturan Demi Keuntungan?
Api Berkobar di Enam Titik Desa Rancabango, Polisi dan Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla
BJB Pusat Setujui Potong Bunga 50%, LBH PKGI Minta Cabang Tasikmalaya Segera Eksekusi
Jelang Pilkades Serentak Pemalang 2026, Nama Waindun Mencuat di Desa Sungapan
Pelukan Hangat di Balik Jeruji: Kunjungan Khusus Anak di Rutan Kelas I Jakarta Pusat
Ramai Isu ‘Orang Dalam’ Atlet POPDA Pemalang, Ini Penjelasan Dindikpora Pemalang
Tepis Isu Pencemaran Lingkungan, SPPG Beji 2 Pemalang Tegaskan Limbah Dapur Disaring Ketat
Musim Durian Tiba, Ribuan Butir Ludes Diserbu Pembeli di Lapak Sirandu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:31 WIB

Mengungkap Dugaan Praktik Culas di SPBU 34-16805 Cileungsi, Tabrak Aturan Demi Keuntungan?

Sabtu, 5 September 2026 - 20:44 WIB

Api Berkobar di Enam Titik Desa Rancabango, Polisi dan Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla

Sabtu, 5 September 2026 - 19:46 WIB

BJB Pusat Setujui Potong Bunga 50%, LBH PKGI Minta Cabang Tasikmalaya Segera Eksekusi

Sabtu, 5 September 2026 - 16:07 WIB

Jelang Pilkades Serentak Pemalang 2026, Nama Waindun Mencuat di Desa Sungapan

Sabtu, 5 September 2026 - 14:34 WIB

Pelukan Hangat di Balik Jeruji: Kunjungan Khusus Anak di Rutan Kelas I Jakarta Pusat

Berita Terbaru