Curhat Pengusaha Tambal Ban di Pantura Pemalang: Dulu Berjaya, Kini Terhimpit Pembatasan Kendaraan

Senin, 2 Maret 2026 - 16:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMALANG, MNPMomentum bulan Ramadan 2026, kondisi tukang tambal ban di jalur Pantura (Pantai Utara) Pemalang, Jawa Tengah cenderung mengalami penurunan aktivitas atau sepi pada awal dan pertengahan bulan puasa.

Ada beberapa penyebab yang membuat para Pemilik Kompresor besar ini, usahanya mengalami kelesuan di bulan puasa ini antara lain,

Pengalihan Arus ke Tol kendaraan berat dan pribadi banyak beralih ke jalan tol (seperti Tol Trans Jawa) untuk mengurangi kepadatan di jalur arteri Pantura, terutama di wilayah seperti Batang hingga Pemalang.

Slamet (40) Seorang warga Sirangkang, kecamatan Petarukan Pemilik beberapa tempat usaha tambal ban yang sudah menggeluti usahanya selama 14 Tahun, di jalur Pantura, mengaku tidak hanya bulan puasa saja,usaha tambal dan tambah anginnya sekarang tidak seperti dulu.

“Dulu dari 3 tempat tambal ban yang saya punya, pendapatan bersih 500 – 700 ribu saya dapat, sekarang 400 ribu masih dipotong untuk operasional dan lainnya,” keluhnya, Senin (2/3).

Dirinya menjelaskan bahwa, Pembatasan Truk Sumbu Tiga di jalur arteri yang memaksa kendaraan berat masuk ke tol atau berkurang drastis di jam-jam tertentu.

“Semenjak ada Pembatasan truk sumbu 3, menjadikan salah satu penyebab usaha tambal ban di Pantura sepi,” tutupnya.

Pada hari-hari pertama puasa, pergerakan kendaraan biasanya menurun sebelum akhirnya melonjak saat puncak arus mudik.

Di beberapa titik di Pemalang, bengkel tambal ban tetap buka 24 jam namun tingkat kesibukannya cenderung tidak terlalu padat dibandingkan hari biasa, khususnya pada sore hari.

Meskipun sepi di awal, para tukang tambal ban biasanya bersiap menghadapi lonjakan pelanggan mendekati waktu Lebaran (puncak mudik).

Kerusakan jalan di beberapa titik Pantura, masih sering menyebabkan truk pecah ban, yang membuat jasa tambal ban tetap dibutuhkan, terutama saat hujan.

Secara keseluruhan, bisnis tambal ban di Pantura pada Ramadan lebih mengandalkan momen puncak mudik, Sementara di awal bulan puasa cenderung lebih sepi.

Loading

Penulis : Ragil

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Penuh Gelak Tawa, Warga Dusun Sekayan Deras Antusias Ikuti Lomba 17-an
Rajut Kebersamaan, Warga Mutiara Citra Tasikmalaya Tumplek Ikuti Lomba HUT RI
Semangat Kemerdekaan Dusun Lumu Kampung, Warga Teluk Sungkai Antusias Ikuti Perlombaan 
Upacara Pengibaran Bendera HUT RI ke-81 di Kabupaten Jeneponto Berlangsung Khidmat
Sambut Kemeriahan HUT ke-81 RI, Warga Bungursari Gotong Royong Bersihkan Akses Jalan Kecamatan
HUT ke-81 RI di Pakpak Bharat: Kapolres dan Danyonif 906/SG Terima Penghargaan Ketahanan Pangan
Dugaan Pelecehan Seksual di Dapur MBG Kabupaten Tasikmalaya Masuk Laporan Polisi
Bupati Jeneponto Bacakan Sambutan Gubernur Sulsel pada Upacara Hari Kesadaran Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:35 WIB

Penuh Gelak Tawa, Warga Dusun Sekayan Deras Antusias Ikuti Lomba 17-an

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:02 WIB

Rajut Kebersamaan, Warga Mutiara Citra Tasikmalaya Tumplek Ikuti Lomba HUT RI

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:49 WIB

Semangat Kemerdekaan Dusun Lumu Kampung, Warga Teluk Sungkai Antusias Ikuti Perlombaan 

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:38 WIB

Upacara Pengibaran Bendera HUT RI ke-81 di Kabupaten Jeneponto Berlangsung Khidmat

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:26 WIB

Sambut Kemeriahan HUT ke-81 RI, Warga Bungursari Gotong Royong Bersihkan Akses Jalan Kecamatan

Berita Terbaru

Berita terbaru

Penuh Gelak Tawa, Warga Dusun Sekayan Deras Antusias Ikuti Lomba 17-an

Senin, 17 Agu 2026 - 20:35 WIB