CoE Sumut 2026 Diluncurkan, Pesta Budaya Oang-Oang Siap Pikat Wisatawan Mancanegara

Senin, 2 Februari 2026 - 21:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, MNP – Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, menghadiri peluncuran resmi Calendar of Event (CoE) Sumatera Utara Tahun 2026.

Acara bergengsi ini diselenggarakan di Gedung Serba Guna Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Medan, Kamis (29/01/2026).

Peluncuran CoE 2026 ini dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara, H. Surya, B.Sc, dengan dihadiri oleh jajaran Kepala Daerah se-Sumatera Utara.

Agenda ini menjadi strategi besar pemerintah provinsi dalam memetakan kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif sepanjang tahun.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur H. Surya menegaskan bahwa sektor pariwisata kini telah bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi utama di daerah.

Setiap event yang tercatat dalam kalender tahunan bukan sekadar hiburan, melainkan ruang tumbuh bagi pelaku UMKM dan industri pendukung lainnya.

“Ketika event tumbuh, ekonomi rakyat bergerak. Peluncuran Calendar of Event 2026 ini adalah langkah strategis untuk memastikan geliat ekonomi berlangsung sepanjang tahun di berbagai daerah dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” ujar H. Surya.

Kabar membanggakan datang bagi masyarakat Pakpak Bharat. Pesta Budaya Oang-Oang resmi ditetapkan sebagai salah satu agenda penting yang masuk dalam CoE Sumatera Utara 2026.

Hal ini memposisikan budaya suku Pakpak sejajar dengan event-event besar lainnya di Sumatera Utara yang akan dipromosikan secara luas.

Bupati Franc Bernhard Tumanggor menyatakan bahwa momentum ini adalah peluang emas untuk memperkenalkan kekayaan intelektual dan keindahan alam Pakpak Bharat ke kancah internasional.

“Melalui Pesta Budaya Oang-Oang yang akan kita laksanakan nanti, kita berkesempatan mendekatkan budaya, pariwisata, dan keindahan Pakpak Bharat kepada dunia. Mari kita terus berbenah menuju pariwisata budaya yang semakin maju,” ungkap Bupati Franc dengan optimis.

Masuknya Pesta Oang-Oang dalam kalender provinsi diharapkan mampu memberikan dampak domino bagi para pengrajin, pelaku seni, sektor kuliner, hingga jasa transportasi dan perhotelan di Pakpak Bharat.

Sinergi antara pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi menjadi kunci utama dalam memajukan daerah berjuluk “Tanah Simsim” tersebut.

Loading

Penulis : Benny Solin

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

DPRD Cium Dugaan Kebocoran PAD Pajak Maxim, Komisi II Siap Panggil Dispenda
600 Branding Maxim Beroperasi, Hanya 49 Terdata Pajak: Ke Mana Potensi PAD Kota Tasikmalaya?
Jabat PAW Kades Buniasih, Ohid Bertekad Kembalikan Kepercayaan Masyarakat
Tanggap Kebutuhan Warga Dusun Kayu Tabu, Satpolairud Polres Lamsel Salurkan Air Bersih
Atasi Kelangkaan BBM, Pemkab Jeneponto Terapkan Sistem Ganjil-Genap di Seluruh SPBU
Paguyuban Online Bersatu Geruduk DPRD: Desak Evaluasi Aturan Transportasi Maxim
Wujudkan Wilayah Bebas TB dan Kanker Serviks, Puskesmas Cibeureum Perkuat Kolaborasi
Parah! Koperasi di Bartim Diduga Catut Nama Dinas, Gelapkan Rp13 Juta hingga Menunggak Pajak Rp3,3 M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:20 WIB

DPRD Cium Dugaan Kebocoran PAD Pajak Maxim, Komisi II Siap Panggil Dispenda

Selasa, 15 September 2026 - 16:11 WIB

600 Branding Maxim Beroperasi, Hanya 49 Terdata Pajak: Ke Mana Potensi PAD Kota Tasikmalaya?

Selasa, 15 September 2026 - 16:01 WIB

Jabat PAW Kades Buniasih, Ohid Bertekad Kembalikan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 15 September 2026 - 13:49 WIB

Tanggap Kebutuhan Warga Dusun Kayu Tabu, Satpolairud Polres Lamsel Salurkan Air Bersih

Selasa, 15 September 2026 - 13:34 WIB

Atasi Kelangkaan BBM, Pemkab Jeneponto Terapkan Sistem Ganjil-Genap di Seluruh SPBU

Berita Terbaru