Bertaruh Nyawa Demi Ilmu: Murid SDN 1 Mekarmulya Belajar di Bawah Bayang-Bayang Atap Roboh

Jumat, 10 April 2026 - 12:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Miris, Untuk Buang Air Pun Siswa Harus Mengungsi ke Rumah Warga Akibat Minimnya Fasilitas

Miris, Untuk Buang Air Pun Siswa Harus Mengungsi ke Rumah Warga Akibat Minimnya Fasilitas

GARUT, MNP – Kondisi memprihatinkan dialami SDN 1 Mekarmulya yang berada di Desa Mekarmulya, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut.

Sekolah dasar negeri satu-satunya di wilayah tersebut kini dinilai sudah tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Bangunan sekolah terlihat mengalami kerusakan cukup parah, bahkan sebagian ruang kelas terancam roboh.

Meski demikian, kegiatan belajar mengajar tetap dipaksakan berjalan demi keberlangsungan pendidikan bagi para siswa, Jumat (9/4/2026).

Jumlah siswa di SDN 1 Mekarmulya tercatat mencapai 235 murid, yang setiap harinya harus belajar dalam kondisi yang jauh dari kata aman dan nyaman.

Di tambahkannya seorang guru pengajar, Dede Sopian, S.Pd.I., membenarkan kondisi tersebut. Ia menyampaikan bahwa gedung sekolah sudah tidak layak, namun tetap digunakan karena tidak ada alternatif lain.

“Kondisi bangunan memang sudah rusak, tapi tetap kami gunakan untuk kegiatan belajar mengajar karena ini satu-satunya sekolah negeri di sini,” ujarnya.

Selain kondisi bangunan, fasilitas pendukung juga sangat minim. Untuk sarana MCK, berkat inisiatif para orang tua murid terpaksa melakuan sumbangan mengandalkan sumbangan dari para orang tua murid.

Bahkan, dalam kondisi tertentu, siswa harus menggunakan fasilitas milik warga sekitar.

Hal ini tentu menimbulkan keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk para orang tua siswa, siswi yang berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pusat.

Deni, salah satu guru dari perwakilan masyarakat menjelaskan kepada media di lokasi, berharap pemerintah melalui dinas terkait segera turun tangan untuk menindaklanjuti kondisi tersebut.

“Kami sangat berharap pemerintah atau dinas pendidikan bisa segera merealisasikan perbaikan bangunan sekolah ini. Kasihan anak-anak belajar dalam kondisi seperti ini,” ungkapnya.

Para orang tua siswa juga mengaku sedih melihat kondisi sekolah yang menjadi satu-satunya harapan pendidikan bagi anak-anak di wilayah tersebut.

Deni berharap adanya pembangunan atau renovasi agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan layak.

Dengan kondisi yang ada saat ini, masyarakat Desa Mekarmulya sangat menantikan perhatian dan langkah nyata dari pemerintah demi masa depan pendidikan anak-anak mereka.

Loading

Penulis : DHS

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Penanaman Padi Metode Demplot KSP, Upaya Tingkatkan Produktivitas Petani di Garut
Oknum Pegawai Kantor Pos Garut Diduga ‘Main Api’ dengan Istri Orang, Suami Sah Siap Lapor Polisi
Kuasa Hukum Penggugat, Sabtuno, S.H : Surat Hibah Pihak Tergugat Tidak Sah
Peluang di Tengah Sulitnya Kerja: PT Hini Daiki Indonesia Jadi Harapan Baru Warga Cisayong
Catat! Sensus Ekonomi 2026 di Pakpak Bharat Dimulai 1 Mei, Ini Sasarannya
Alih Fungsi Gedung PAUD Jadi SPPG di Tasikmalaya, Masalah Sempadan, PBG dan SLF Dipertanyakan
Babak Baru Liang Saragi II: Hibah Bersyarat Disorot, Bukti Tergugat Dipertanyakan, Aroma Maladministrasi Kian Menguat
Klarifikasi Kasus Penganiayaan: JPU Tetap Tuntut 3 Terdakwa 5 Bulan Penjara, Bukan Bebas Murni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 22:54 WIB

Penanaman Padi Metode Demplot KSP, Upaya Tingkatkan Produktivitas Petani di Garut

Selasa, 14 April 2026 - 22:45 WIB

Oknum Pegawai Kantor Pos Garut Diduga ‘Main Api’ dengan Istri Orang, Suami Sah Siap Lapor Polisi

Selasa, 14 April 2026 - 20:27 WIB

Kuasa Hukum Penggugat, Sabtuno, S.H : Surat Hibah Pihak Tergugat Tidak Sah

Selasa, 14 April 2026 - 17:11 WIB

Peluang di Tengah Sulitnya Kerja: PT Hini Daiki Indonesia Jadi Harapan Baru Warga Cisayong

Selasa, 14 April 2026 - 14:00 WIB

Catat! Sensus Ekonomi 2026 di Pakpak Bharat Dimulai 1 Mei, Ini Sasarannya

Berita Terbaru